23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Teka-Teki Pembeli TikTok Mulai Terkuak! Siapa Saja Mereka?

DuniaFintech.com – Rumor tentang pembelian TikTok semakin meluas. Kabar terbaru soal paten milik perusahaan ByteDance ini semakin terdesak oleh pemerintah Amerika Serikat, sehingga akhirnya aplikasi tersebut bersiap untuk dilego dari induk perusahaan.

Saat ini disebutkan bahwa perusahaan pembeli TikTok mulai terungkap. Hal ini harus segera dilakukan, mengingat Presiden Donald Trump meminta ByteDance untuk melepas sahamnya, lantaran Australia dan Selandia Baru juga masih mengikuti anjuran operasional Amerika Serikat.

Lansiran Business Insider menyebutkan, penjualan TikTok akan segera terealisasi pada minggu ini. Sementara, beberapa kabar lain mengklaim bahwa pembelian sudah terlaksana pada Selasa kemarin.

Beberapa nama perusahaan teknologi besar, salah satunya Microsoft memang sudah disebutkan berkali-kali menunjukkan minatnya mengakuisisi TikTok. Namun terdengar kabar bahwa perusahaan Amerika Serikat lainnya, Walmart siap menjadi deviden saham Microsoft.

Sementara itu, perusahaan jaringan teknologi cloud Oracle disebut-sebut menjadi rival utama Microsoft sebagai pembeli saham TikTok. Rumor ini tersebar lantaran adanya hubungan antara Larry Ellison sebagai pemilik Oracle dengan Donald Trump.

Baca juga:

Teka-Teki Pembeli TikTok

Kabar lain menyebut, Google juga berminat sebagai pembeli TikTok. Namun raksasa teknologi tersebut hanya menginginkan pembelian saham minor. Dikatakan, Google telah membentuk konsorsium dari berbagai investor Amerika Serikat untuk mencuri saham ByteDance.

Dampak dari isu pembelian TikTok membuat CEO Kevin Mayer mengundurkan diri. Sebagai individu yang menjalankan operasional di seluruh dunia, publik menilai tindakannya dilakukan atas tekanan yang dberikan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pemerintahan Amerika Serikat telah memberi jatuh tempo pada 15 September. Di sisi lain, dampak pembelian TikTok juga mempengaruhi ByteDance. Disebutkan bahwa ByteDance harus menerima persetujuan pemerintah Tiongkok sebelum melepas sahamnya. Hal ini berpotensi mengganggu kesepakatan pembelian.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU