26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Telkom Pastikan Data Pelanggan IndiHome Terproteksi

JAKARTA, duniafintech.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memastikan tidak ada kebocoran data pribadi pelanggan pengguna IndiHome atau data browsing history. Sebab semua data pelanggan sudah sesuai dengan aturan pemerintah dan data yang disimpan sudah terproteksi dan enkripsi.

VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Rizal Akbar mengungkapkan dalam proses penyimpanan data, perusahaan patuh terhadap peraturan menteri bahwa data pelanggan harus terproteksi dan data base pun terproteksi. Sehingga apabila terjadi kemungkinan terburuk terbongkarnya data, maka data tersebut tidak terbaca karena terproteksi.

Baca juga: Kenapa Perlindungan Data Pribadi Penting dan Memerlukan Regulasi?

Dia memastikan saat para pelanggan melakukan transaksi, data tersebut sangat aman. Pihaknya juga tidak menggunakan pihak ketiga seperti SMS, WhatsApp dan channel online untuk meminta data pengguna IndiHome.

“IndiHome tidak pernah menggunakan channel lain. Saat bertransaksi dengan kami, hanya lewat channel kami,” kata Rizal.

Sementara itu, SVP Corporate Communication and Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengungkapkan berdasarkan hasil investigasi tidak terdapat record ID IndiHome yang valid. Sebab, hasil yang ditemukan emailnya menggunakan @telkom.net. Sedangkan Telkom tidak pernah menggunakan jenis email @telkom.net untuk kepentingan perusahaan maupun layanan pelanggan.

“Format @telkom.net digunakan Telkom untuk domain atau user ID IndiHome. Jadi fungsinya bukan sebagai email,” kata Reza.

Baca juga: 40 Ribu Data Pengguna Diduga Bocor, Ini Tanggapan Dirjen Pajak

Selain itu, dia menambahkan Telkom tidak memiliki sistem yang menyimpan browsing history dan data pribadi secara berdampingan. Sehingga, Reza memastikan data-data yang beredar di publik merupakan hasil rekayasa atau fabrikasi.

“Intinya tidak ada sistem IndiHome yang dilanggar,” kata Reza.

Sebagai informasi, Telkom mendapat kabar adanya dugaan kebocoran data pelanggan IndiHome pada 21 Agustus 2022. Data tersebut dijual di forum breached.to. Jumlah data yang dijual terdiri 26.730.797 record data dengan komposisi history dan data pribadi pengguna periode Agustus 2018 sampai November 2019. Data tersebut merupakan browsing history dan data pribadi.

Baca juga: Tangani Kebocoran Data, Bank Indonesia Bangun Layer Cyber

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE