27.7 C
Jakarta
Kamis, 2 Juli, 2020

Sempat Mengejek, Trump Disebut Akui Eksistensi Bitcoin

DuniaFintech.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump disebut-sebut ‘melunak’ terhadap kehadiran Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Diketahui sebelumnya, dalam buku berjudul ‘The Room Where it Happened‘ karya mantan penasihat keamanan AS, John Bolton mengatakan bahwa Presiden ke 45 tersebut menafikkan kehadiran cryptocurrency di sektor keuangan.

Namun saat ini kondisi tersebut telah berubah. Trump diduga ingin menghapus reputasinya yang pernah mencuit ketidak sukaannya kepada mata uang digital tersebut di Twitter. Bahkan Bolton meyakini bahwa Trump akan segera memberikan penilaian terhadap regulasi atas Bitcoin dan jenis cryptocurrency lainnya.

Dalam wawancara terkait peluncuran bukunya, Bolton mengatakan pada Forbes bahwa dirinya mendengar Trump meminta Menteri Keuangan, Steven Mnuchin untuk ‘mengejar Bitcoin’. Perbincangan tersebut terjadi saat membahas permasalahan pemberian sanksi perdagangan dan tarif kepada Tiongkok pada Mei 2018 lalu.

Ketidak senangan Trump pada Bitcoin kerap muncul ke publik. Beberapa kali ia mengungkapkan kebenciannya kepada mata uang kripto tersebut. Pada Juli 2019 ia mencuit pandangannya tentang Bitcoin sebagai ‘benda yang bukan termasuk uang’ dan ‘bersifat tidak nyata’ (thin air). Ia pun terus menyindir token milik Facebook, Libra dengan mengatakan produk tersebut terlalu berlebihan untuk dipercaya.

Baca juga:

Ejekan Trump ke Bitcoin

Ejekan Trump terhadap cryptocurrency juga didukung oleh pihaknya, salah satunya Menteri Keuangan. Dalam cuitnya pada Juli 2019, Mnuchin mengatakan Gedung Putih tengah ‘memburu’ mata uang dan aset kripto. Selain itu ia mengklaim Bitcoin dan jenis lainnya cenderung digunakan untuk pencucian uang ketimbang untuk penggunaan transaksi.

Di Februari 2020, dalam rapat laporan Mnuchin mengatakan adanya persyaratan baru yang signifikan dari jaringan penegakan hukum kejahatan keuangan (FCEN) untuk cryptocurrency. Menurutnya, hal ini mengacu kepada pengawasan sekaligus pencegahan skala besar oleh jajaran pemerintahan terhadap pencucian uang.

Bolton menilai keputusan Trump dengan jajarannya tersebut justru dinilai menguntungkan Bitcoin dan jenis lainnya. Keputusan bias tersebut terlihat ketika pebisnis real estate tersebut memilih Mick Mulvaney sebagai kepala staf Gedung Putih pada 2018. Mulvaney sendiri dikenal sebagai individu yang mendukung adanya Bitcoin sebagai sistem keuangan yang terjamin.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Raih Segudang Keuntungan di Masa Pandemi dengan Ide Bisnis Ini

DuniaFintech.com - Wabah corona berdampak cukup besar bagi kalangan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Perubahan tren dan kebutuhan prioritas konsumen pun mempengaruhi...

Influencer Diadu di PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection

DuniaFintech.com - Penggemar game berbasis mobile, Players Unknown Battle Ground (PUBG) menghelat PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection per tanggal 23 Juni...

Pintek Bersama Sevima Bantu Berikan Solusi Managemen Akademik

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech P2P lending yang fokus kepada sektor pendidikan, Pintek bersama Sevima, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi informasi untuk berikan...

BIDR Resmi Diperdagangkan di Binance dan Tokocrypto

DuniaFintech.com - Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset...

Pinjaman Dana Cepat untuk Laptop Agar WFH Lebih Produktif

DuniaFintech.com - Laptop menjadi salah satu kebutuhan untuk menunjang masa work from home (WFH). Tanpa barang ini, pekerjaan yang dilakukan tentu menjadi...
LANGUAGE