23.7 C
Jakarta
Rabu, 3 Juni, 2020

UAE Bahas Blockchain dan Kripto di KTT Dunia ke-7

duniafintech.com – UAE, Uni Emirat Arab akan membahas pengembangan blockchain dan aset digital dalam perekonomian negara tersebut pada KTT Pemerintah Dunia ke-7, dilaporkan oleh outlet berita bisnis Gulf Today pada 7 Februari.

Pembahasan itu akan dikemukakan oleh Kementrian Keuangan UEA dengan mengadakan dua sesi tertutup yang ditujukan untuk tren keuangan global, termasuk pengembangan blockchain dan mata uang digital dan membangun lingkungan ekonomi yang layak di sekitar kedua teknologi tersebut. Peserta konferensi juga akan membahas pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan tata kelola aset digital.

Kementerian Keuangan juga akan mengadakan sesi terbuka dengan Dana Moneter Internasional (IMF), memperdebatkan dampak dana pembangunan terhadap ekonomi global dengan berinvestasi di ekonomi digital, sementara Bank Dunia akan berpartisipasi dalam diskusi tentang koordinasi kebijakan fiskal .

UAE telah meluncurkan sejumlah inisiatif terkait dengan adopsi blockchain dan pengembangan aset digital di negara ini. Pada bulan Januari, UEA dan Arab Saudi mengumumkan perjanjian untuk bekerja sama dalam penciptaan mata uang kripto. Cryptocurrency yang disebut “Aber” konon akan “benar-benar ditargetkan untuk bank pada fase eksperimental dengan tujuan lebih memahami implikasi teknologi blockchain dan memfasilitasi pembayaran lintas batas.”

Namun, bank sentral UEA dan Otoritas Moneter Arab Saudi mengumumkan bahwa penggunaan Aber akan terbatas pada penyelesaian keuangan menggunakan teknologi buku besar yang didistribusikan “berdasarkan masa percobaan dan [untuk] penggunaan eksklusif oleh sejumlah bank di AS. dua negara. “

Pada bulan Desember 2018, Otoritas Sekuritas dan Komoditas UEA (SCA) mengatakan akan memperkenalkan peraturan penawaran koin awal (ICO) di negara itu pada akhir paruh pertama tahun 2019. Kepala eksekutif SCA, Obad Al Zaabi, mengatakan bahwa regulator telah “menandatangani perjanjian dengan firma hukum untuk membuat sandbox dan buku peraturan untuk penerbitan ICO.”

-Sintha Rosse-

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Rangkuman Kabar Startup Jelang Kuartal 2 Tahun 2020

DuniaFintech.com - Memasuki penghujung kuartal 2 tahun 2020, industri usaha rintisan (startup) mengalami gejolak, beberapa di antaranya harus menghentikan sementara aktivitasnya, bahkan...

Penetrasi Fintech di Indonesia Berpotensi Meningkat! Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Penetrasi fintech sebagai inovasi pada layanan keuangan disebut-sebut akan terus meningkat seiring dengan stabilnya pertumbuhan industri tersebut. Laporan teranyar e-Conomy...

Memanfaatkan Artificial Intelligence, Grab dan Google Hadirkan Layanan Ini

DuniaFintech.com - Grab bekerja sama dengan Google meluncurkan sebuah fitur dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Layanan yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence ini diberi nama Grab...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online ini Dulang Keuntungan Ditengah Pandemi

DuniaFintech.com - Pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi. Namun, transaksi di aplikasi pinjaman online baik pembayaran maupun pinjaman (lending) melonjak...

3 Aplikasi Pinjaman Online ini Siap Bantu Hadapi Krisis Keuangan

DuniaFintech.com - Di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil seperti saat ini, aplikasi pinjaman online menjadi langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan...
LANGUAGE