31.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Upaya Merger Gojek-Tokopedia Mulai Membuahkan Titik Temu Senilai US$18 Miliar

Duniafintech.com – Upaya merger Gojek-Tokopedia nampaknya tengah membuahkan hasil. Pasalnya, perusahaan ride hailing dan e-commerce terbesar ini sudah menutup kesepakatan dengan nilai US$18 Miliar. Kabar ini tentu mengejutkan karna sebelumnya Gojek dikabarkan akan bekerjasama dengan pesaingnya Grab.

Upaya merger Gojek-Tokopedia tentu akan menjadi besar bagi Indonesia. Hal ini lantaran pandemi membuat pertumbuhan e-commerce begitu pesat serta penggunaan transaksi elektronik sedang diatas angin.

Sebagai perusahaan gabungan, start-up berusia satu dekade ini Gojek dan Tokopedia akan berupaya memperluas pangsa pasar dan mengejar profitabilitas dengan menawarkan sejumlah layanan, seperti layanan belanja bahan makanan dan layanan kurir dari satu platform saja.

Dilansir dari laman Reuters, Varun Mittal selaku kepala bisnis fintech pasar berkembang di E&Y mengatakan, “dengan merger Gojek-Tokopedia akan membuka jalan bagi pasar dunia bukan hanya Asia Tenggara saja.”

Baca Juga:

Perluas Jangkauan Perusahaan

Menurut sumber anonim lainnya mengatakan, kesepakatan ini diketahui oleh tiga orang investor yang terkait, yaitu Temasek Holdings Pte Ltd, Sequoia Capital, dan Google. Pada akhir desember 2020 lalu, Gojek dan Tokopedia sepakat untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing.

Pembicaraan antara kedua perusahaan ini dimulai sejak tahun 2018. Namun negosiasi mengumpulkan momentum pada November tahun lalu setelah berbulan-bulan pembicaraan merger antara Gojek dan Grab tersendat.

Hingga saat ini, kesepakaan Gojek dan Tokopedia masih membahas mengenai rasio merger dan meminta persetujuan dari dewan direksi masing-masing.

“disebutkan bahwa terakhir saham dari Gojek sudah bernilai lebih dari $ 10 miliar dan Tokopedia sekitar $ 7 miliar. Entitas gabungan tersebut akan masuk dalam 10 besar perusahaan Indonesia berdasarkan nilai pasar dan menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara,” ungkap Varun.

Kendati demikian, belum ada penyataan resmi maupun tanggapan dari pihak Gojek maupun Tokopedia. Kedua perusahaan ini masih bungkam ketika ditanya perihal upaya merger ini.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Luncurkan Fitur Baru, Aplikasi Anak Bangsa Ini Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Satu Menit

JAKARTA, duniafintech.com - Aplikasi Media Sosial karya anak bangsa, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo'. Dengan fitur baru tersebut, Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur itu...

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...
LANGUAGE