29.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Visa Kucurkan Dana $5,3 Miliar untuk Ikut Kembangkan Fintech

duniafintech.com – Visa kucurkan dana pembayaran senilai $5,3 miliar kepada Plaid, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2013 yang memungkinkan konsumen secara aman menghubungkan akun mereka di bank-bank dengan aplikasi fintech seperti TransferWise, Betterment, Acorns dan banyak lainnya – di mana mereka mengelola keuangan mereka dari layanan perbankan konvensional.

Harga premium yang digelontorkan Visa untuk mengakuisisi Plaid menunjukkan tekad Visa untuk tidak ketinggalan dalam transformasi di bidang teknologi finansial. Fintech memang diketahui telah menjadi bagian di banyak layanan keuangan dunia.

Ini adalah pertanda perubahan layanan keuangan ketika penyedia layanan raksasa seperti Visa harus menawarkan jumlah yang sedemikian besar bagi perusahaan baru yang 13 bulan lalu baru menyelesaikan pendanaan terakhirnya yang hanya menghasilkan $2,3 miliar.

Mengumumkan perjanjian akuisisi pada hari Senin, Alfred Kelly, ketua dan kepala eksekutif Visa, mengakui kecepatan fintech mampu mengemas kembali layanan keuangan dan mengubah pembayaran, pergerakan dana dan tabungan serta investasi.

“Pada 2019, 75% pengguna internet dunia menggunakan setidaknya satu aplikasi fintech,” kata Kelly. 

Perusahaan seperti Visa, terkenal dengan teknologi di balik kartu kredit dan debit yang melayani puluhan ribu bank dan jutaan pedagang, tidak mampu ketinggalan dan perlu memposisikan diri untuk melayani pengembang fintech untuk pembayaran non-kartu. 

Kelly menjelaskan, pihaknya semakin berusaha untuk beralih dari fokus pada pembayaran menjadi fokus pada pergerakan dana untuk tujuan apa pun di seluruh dunia. Plaid membawa jaringan baru dan kapabilitas jaringan baru dalam bentuk konektivitas yang tidak dimiliki Visa.

Baca Juga:

Aliran Pendapatan Baru

Ibaratnya, jika pengembang dan pengusaha di balik fintech baru yang diluncurkan setiap hari menambang emas, Plaid memberi mereka sekop, membebankan biaya penggunaan yang akan membuat pendapatannya tumbuh sejalan dengan fintech paling sukses. 

Vasant Prabhu, kepala keuangan Visa, mengatakan akuisisi ini akan membantu Visa memanfaatkan aliran pendapatan baru.

“Fintech tumbuh dengan sangat pesat terutama dalam bisnis pembayaran inti C2B Visa,” kata Prabhu. “Selain itu, dengan mengintegrasikan pembayaran dengan Plaid, kami dapat mempercepat jaringan pergerakan uang Visa, yang didukung oleh Visa Direct, Earthport, dan inisiatif B2B kami,” tutup Prabhu.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harta Karun Indonesia Masih Berlimpah, Siap Jadi Raja di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia memang kaya raya, tanah airnya menyimpan beragam 'harta karun'. Yang dimaksud harta karun ini adalah cadangan sumber daya mineral yang...

Ramai Elon Musk Tuai Gugatan dari Para Investor Twitter, Ada Apa?

JAKARTA, duniafintech.com - Elon Musk baru-baru ini mendapatkan gugatan dari para investor Twitter. Gugatan ini dilayangkan para investor lantaran adanya dugaan bahwa Elon Musk melakukan...

Denda Rp100 Juta Siap Mengintai Para CPNS yang Mengundurkan Diri

JAKARTA, duniafintech.com - Ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilaporkan tiba-tiba mengundurkan diri. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan sanksi tegas berupa denda bakal berlaku...

Korban Rugi Rp551 Miliar, Bos DNA Pro: Saya Minta Maaf dan Sudah Bertanggung Jawab

JAKARTA, duniafintech.com - Bos yang menjabat sebagai Direktur Utama PT DNA Pro Academy, Daniel Abe meminta maaf atas kasus dugaan penipuan investasi robot trading...

PRUaccess adalah Layanan Prudential Indonesia, Berikut Ulasan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – PRUaccess adalah salah satu layanan yang dimiliki oleh perusahaan Prudential Indonesia. PRUaccess sendiri merupakan situs khusus bagi pemegang polis, yang bisa...
LANGUAGE