35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Visa Kucurkan Dana $5,3 Miliar untuk Ikut Kembangkan Fintech

duniafintech.com – Visa kucurkan dana pembayaran senilai $5,3 miliar kepada Plaid, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2013 yang memungkinkan konsumen secara aman menghubungkan akun mereka di bank-bank dengan aplikasi fintech seperti TransferWise, Betterment, Acorns dan banyak lainnya – di mana mereka mengelola keuangan mereka dari layanan perbankan konvensional.

Harga premium yang digelontorkan Visa untuk mengakuisisi Plaid menunjukkan tekad Visa untuk tidak ketinggalan dalam transformasi di bidang teknologi finansial. Fintech memang diketahui telah menjadi bagian di banyak layanan keuangan dunia.

Ini adalah pertanda perubahan layanan keuangan ketika penyedia layanan raksasa seperti Visa harus menawarkan jumlah yang sedemikian besar bagi perusahaan baru yang 13 bulan lalu baru menyelesaikan pendanaan terakhirnya yang hanya menghasilkan $2,3 miliar.

Mengumumkan perjanjian akuisisi pada hari Senin, Alfred Kelly, ketua dan kepala eksekutif Visa, mengakui kecepatan fintech mampu mengemas kembali layanan keuangan dan mengubah pembayaran, pergerakan dana dan tabungan serta investasi.

“Pada 2019, 75% pengguna internet dunia menggunakan setidaknya satu aplikasi fintech,” kata Kelly. 

Perusahaan seperti Visa, terkenal dengan teknologi di balik kartu kredit dan debit yang melayani puluhan ribu bank dan jutaan pedagang, tidak mampu ketinggalan dan perlu memposisikan diri untuk melayani pengembang fintech untuk pembayaran non-kartu. 

Kelly menjelaskan, pihaknya semakin berusaha untuk beralih dari fokus pada pembayaran menjadi fokus pada pergerakan dana untuk tujuan apa pun di seluruh dunia. Plaid membawa jaringan baru dan kapabilitas jaringan baru dalam bentuk konektivitas yang tidak dimiliki Visa.

Baca Juga:

Aliran Pendapatan Baru

Ibaratnya, jika pengembang dan pengusaha di balik fintech baru yang diluncurkan setiap hari menambang emas, Plaid memberi mereka sekop, membebankan biaya penggunaan yang akan membuat pendapatannya tumbuh sejalan dengan fintech paling sukses. 

Vasant Prabhu, kepala keuangan Visa, mengatakan akuisisi ini akan membantu Visa memanfaatkan aliran pendapatan baru.

“Fintech tumbuh dengan sangat pesat terutama dalam bisnis pembayaran inti C2B Visa,” kata Prabhu. “Selain itu, dengan mengintegrasikan pembayaran dengan Plaid, kami dapat mempercepat jaringan pergerakan uang Visa, yang didukung oleh Visa Direct, Earthport, dan inisiatif B2B kami,” tutup Prabhu.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE