29 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Waspada Resiko Heat Stroke, Suhu Panas Arab Saudi Tinggi di Musim Haji

JAKARTA, duniafintech.com – Pelaksanaan ibadah musim haji tahun ini masih dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Di samping itu, suhu panas di tanah suci sangat tinggi. 

Pada acara pelepasan Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) pada Selasa (31/5/2022) lalu, Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengingatkan kepada para petugas kesehatan haji dan khususnya para calon jemaah untuk disiplin menjaga protokol kesehatan 5M.

“Saya berharap agar petugas kesehatan dapat menjadi pionir dan memberikan contoh yang baik kepada jemaah dalam menerapkan protokol kesehatan. Tentu saja, kita berharap jemaah dan petugas kita semua terbebas dari COVID-19 baik pada saat keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” ungkapnya dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

Selain dihadapkan pada pandemi COVID-19, tahun ini diperkirakan suhu udara di Arab Saudi meningkat jadi sekitar 50 derajat celcius saat puncak musim haji Juni-Juli mendatang. 

Hal ini menjadi perhatian Kemenkes RI agar jemaah haji dan petugas kesehatan bersiap menghadapinya agar terhindar dari kondisi heat stroke (serangan panas).

Mengutip Detik.com, sebelumnya, dalam rapat koordinasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Bidang Kesehatan pada Kamis (26/5), Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan dr Edi Supriyatna mengatakan, perbedaan suhu yang ekstrim ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi, menimbulkan potensi dehidrasi bagi jemaah haji. 

Kondisi ini dapat mengarah pada situasi yang lebih parah yakni heat exhaustion bahkan heat stroke.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes, dr Edi berujar asupan mineral yang cukup menjadi kunci penting menjaga jemaah haji tetap terhidrasi dengan baik.

“Kunci dehidrasi adalah mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit, jangan tunggu haus,” ujarnya.

Baca juga: Kenali 5 Risiko yang Dihadapi Pebisnis Ini sebelum Meraih Kesuksesan

Fungsi elektrolit di sini bukan sebagai obat diare, melainkan sebagai pengganti mineral yang hilang selama menjalankan aktivitas di tengah cuaca yang sangat terik dan minim kelembaban. Konsumsi elektrolit dilakukan setelah jemaah haji melakukan aktifitas di luar hotel, dengan mencampurkan 1 sachet oralit dengan 600 ml air.

Selain itu jemaah juga diminta untuk minum air 5-6 botol sehari dengan takaran 600 ml air setiap botolnya dan menggunakan topi dengan bibir (pinggiran) yang lebar sehingga kepala bisa terhindar dari sengatan langsung. 

Baca juga: Edabu BPJS Punya Banyak Manfaat, Ini Panduan Menggunakannya

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE