26 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

Wilayah Penyumbang Inflasi di Tanah Air, Mari Kita Simak Guys!

JAKARTA, duniafintech.com – Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat terdapat beberapa wilayah daerah yang menjadi penyumbang angka inflasi di tanah air.

Adapun terkait wilayah penyumbang inflasi tersebut terjadi imbas kenaikan harga bahan bakar minyak jenis bensin dan solar, tarif angkutan dalam kota, serta tarif angkutan antar kota. Kota penyumbang tertinggi adalah Bukittinggi sebesar 1,87 persen.

Ketua BPS Margo Yuwono mencatat inflasi tertinggi berada di kota Bukittinggi yaitu sebesar 1,87 persen. Hal itu disebabkan karena kenaikan harga bensin yang menyumbang 0,81 persen, kemudian harga beras memberikan 0,35 persen, angkutan dalam kota menyumbang 0,18 persen dan angkutan antar kota menyumbang 0,09 persen.

Baca jugaKenaikan Harga BBM Bikin Angka Inflasi Melambung

Sedangkan penyumbang angka inflasi terendah yaitu di wilayah kota Merauke yaitu menyumbang angka inflasi sebesar 0,07 persen. Sedangkan dua kota yang mengalami deflasi yaitu berada di kota Manokwari sebesar 0,64 persen dan Timika sebesar 0,59 persen.

Secara keseluruhan, Margo mencatat dalam 90 kota di bulan September sebesar 1,17 persen. Hal itu terjadi akibat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Artinya, inflasi September mencapai 5,95 persen secara tahunan atau year on year. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak.

“Penyumbang inflasi kenaikan bensin, tarif angkutan dalam kota, solar, tarif angkutan antar kota. Inflasi tahun kalender mencapai 4,84 persen, inflasi tahun ke tahun 5,95 persen,” kata Margo.

Sebelumnya,  Bank Indonesia (BI) menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat sebesar 4,69 persen (yoy) seiring dengan meningkatnya inflasi kelompok harga diatur Pemerintah (administered prices) yang sebesar 6,84 persen (yoy) dan inflasi inti yang menjadi 3,04 persen (yoy).

Baca jugaTerdampak Inflasi, Intip Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini 

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tekanan inflasi IGJ diperkirakan mengalami peningkatan dikarenakan adanya penyesuaian harga BBM subsidi di tengah masih tingginya harga energi dan pangan global. Dia menambahkan hal itu juga berdampak terhadap inflasi kelompok pangan bergejolak menurun menjadi 8,93 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan pasokan dari daerah sentra produksi.

“Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diperkirakan meningkat akibat dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan,” kata Perry.

Dia mengatakan berbagai perkembangan tersebut diperkirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebih batas atas sasaran 3,0±1%. Oleh karena itu diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia.

Baca jugaBerita Bitcoin Hari Ini: Usai Laporan Inflasi AS, Kripto Perkasa Lagi!

“Sinergi baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya pada paruh kedua 2023,” kata Perry.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE