Jaringan Bitcoin kembali mencatat tonggak penting dalam sejarahnya. Hingga saat ini, lebih dari 20 juta BTC telah berhasil ditambang, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimal 21 juta koin.
Dengan pencapaian tersebut, hanya sekitar 1 juta btc yang masih tersisa untuk ditambang hingga seluruh suplai tercapai. Angka ini menegaskan bahwa sebagian besar distribusi Bitcoin sudah terjadi sejak jaringan diluncurkan melalui Bitcoin Genesis Block pada Januari 2009.
Namun meski sisa pasokan terlihat kecil, koin terakhir diperkirakan tidak akan ditambang dalam waktu dekat karena sistem penerbitan btc memang dirancang semakin melambat seiring waktu.
Sisa Pasokan Bitcoin Akan Ditambang Hingga Tahun 2140
Meskipun hanya tersisa sekitar 1 juta BTC, koin terakhir diperkirakan baru akan muncul sekitar tahun 2140. Artinya, proses distribusi koin yang tersisa masih akan berlangsung lebih dari satu abad ke depan.
Perbedaan waktu ini sangat kontras jika dibandingkan dengan fase awal jaringan. Sekitar 20 juta btc pertama ditambang dalam waktu 6.267 hari, sementara 1 juta BTC terakhir diperkirakan membutuhkan sekitar 41.610 hari untuk ditambang sepenuhnya.
Perlambatan ini bukan kebetulan. Sistem distribusi btc memang dirancang dengan mekanisme yang secara otomatis mengurangi laju penerbitan koin baru dari waktu ke waktu.

Mekanisme Halving Membatasi Produksi Bitcoin Baru
Bitcoin baru masuk ke dalam sirkulasi melalui proses mining, yaitu ketika penambang memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain.
Sebagai imbalannya, para penambang menerima block reward berupa Bitcoin. Namun reward ini tidak bersifat tetap.
Setiap sekitar empat tahun sekali, jaringan menjalankan mekanisme yang dikenal sebagai Halving, yaitu pemotongan reward penambangan menjadi setengah dari sebelumnya.

Sejak Bitcoin diluncurkan, reward tersebut telah mengalami beberapa penurunan:
- 2009: 50 BTC per blok
- 2012: 25 BTC per blok
- 2016: 12,5 BTC per blok
- 2020: 6,25 BTC per blok
- 2024: 3,125 BTC per blok
Karena reward terus berkurang, jumlah aset kripto itu yang masuk ke pasar juga semakin kecil. Inilah yang membuat distribusi koin yang tersisa berlangsung jauh lebih lama dibandingkan periode awal jaringan.

Masa Depan Miner Akan Bergantung pada Biaya Transaksi
Ketika block reward semakin menurun, model ekonomi industri penambangan juga akan berubah secara bertahap.
Dalam jangka panjang, pendapatan utama para miner diperkirakan tidak lagi berasal dari reward blok, melainkan dari biaya transaksi yang dibayarkan pengguna jaringan.
Hal ini berarti keberlanjutan keamanan jaringan Bitcoin di masa depan akan sangat bergantung pada aktivitas transaksi di blockchain. Jika volume transaksi tetap tinggi, maka biaya transaksi dapat memberikan insentif ekonomi yang cukup bagi para penambang untuk terus menjaga keamanan jaringan.
Kesimpulan
Pencapaian lebih dari 20 juta btc yang telah ditambang menandai fase penting dalam evolusi jaringan kripto terbesar di dunia ini. Sebagian besar suplai kini telah beredar, sementara sisa koin akan dilepas secara sangat perlahan selama lebih dari satu abad ke depan.
Mekanisme halving memastikan penerbitan Bitcoin semakin terbatas dari waktu ke waktu. Dengan suplai maksimal yang telah ditetapkan dalam protokol, milestone ini kembali menegaskan karakter utama Bitcoin sebagai aset digital langka yang pasokannya dikendalikan oleh kode, bukan oleh kebijakan moneter pemerintah.





