34.2 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

AFPI: Fintech Pinjaman Online Didominasi dari Kalangan UMKM Selama Pandemi

Duniafintech.com – Teknologi fintech kian memudahkan masyarakat saat pandemi. Pangsa fintech didominasi kalangan UMKM (Usaha kecil, Mikro, Kecil dan Menengah) baik yang konvensional, maupun syariah.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat industri fintech pendanaan berperan penting bagi perekonomian nasional atas kontribusinya terhadap UMKM dan menjadi jawaban pembiayaan digital di era pandemi.

Dikutip dari penelitian DailySocial Research (DSResearch) bertajuk ‘Evolving Landscape of Fintech Lending in Indonesia’ yang mengatakan fintech didominasi kalangan UMKM. Dengan kata lain pelaku UMKM online dan offline tampak memiliki porsi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Profil borrower dari P2P lending yang fokus di sektor produktif mencatatkan pangsa 42,4 persen untuk UMKM online, disusul full time worker 38,5 persen, serta UMKM offline yang pangsanya sejajar dengan Labor/Farmer/Fishermen di 35,8 persen.

Adapun profil borrower di fintech P2P lending Syariah tampak seperti kebalikannya, justru UMKM offline mendominasi di angka 70 persen, disusul full time worker 50 persen, dan UMKM online 40 persen.

Terakhir, di pangsa borrower P2P lending konsumtif, full time worker berada di 71,8 persen, disusul UMKM offline (64,1 persen), part time worker (55,1 persen), homemaker (51,3 persen), dan goverment employees/teacher (42,3 persen).

Baca Juga:

Riset ini dilakukan melalui survei terhadap 146 dari 154 platform para anggota AFPI ini memetakan landscape bisnis, model dan fokus bisnis, serta strategi bisnis kedepannya untuk fintech pendanaan.

Ketua Umum AFPI sekaligus Founder dan CEO Investree, Adrian Gunadi mengungkapkan, “Riset fintech didominasi kalangan UMKM ini merupakan bentuk komitmen nyata asosiasi bersama seluruh penyelenggara bahwa fintech pendanaan di Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan serta mendorong keterlibatan masyarakat melalui kemudahaan akses keuangan dari fintech pendanaan.”

Adrian menambahkan, sektor UMKM merupakan salah satu yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19. Padahal sektor ini adalah penyangga utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi sebesar 57 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja di Tanah Air.

Mayoritas pembiayaan dari pelaku fintech pendanaan anggota AFPI tersalurkan ke sektor produktif yakni kepada pelaku UMKM, serta kepada masyarakat underserved dan underbanked.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Cek Saldo Asuransi Tugu Mandiri dengan Mudah dan Efektif

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan cara cek saldo Asuransi Tugu Mandiri berikut ini penting diketahui, utamanya oleh nasabah dari PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri.  Perusahaan ini...

Asuransi Banjir untuk Mobil: Syarat dan Cara Klaimnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, asuransi banjir untuk mobil adalah pertanggungan kerugian akibat mobil rusak karena banjir, yang dihadirkan oleh perusahaan asuransi. Untuk diketahui, asuransi...

Update Harga Kripto 18 Mei 2022, Bitcoin Cs Mulai Bergairah

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas akhirnya bisa beranjak naik ke zona hijau pada perdagangan Rabu (18/5/2022) pagi. Harga kripto jajaran teratas kompak...

Pengen Tahu? Ini Syarat dan Cara Mengajukan Centang Biru di Instagram

JAKARTA, duniafintech.com - Penasaran gimana caranya mengajukan centang biru di Instagram? sebagian pengguna pasti belum mengetahui syarat dan cara mengajukan centang biru di Instagram...

Masyarakat Bisa Beli Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter, Syaratnya Pakai KTP

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan para pelaku usaha minyak goreng meluncurkan Program Migor...
LANGUAGE