27.7 C
Jakarta
Kamis, 2 Juli, 2020

Aleksei Burkov, Otak Dibalik Dark Web Dihukum 9 Tahun Penjara

DuniaFintech.com – Aleksei Burkov, pendiri dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun oleh pengadilan Amerika Serikat pada 26 Juni 2020. Sebelumnya, ia didakwa atas pembetukan situs bernama Cardplanet yang menjual informasi tentang kartu kredit warga Amerika Serikat.

“Banyak informasi kartu milik warga Amerika Serikat yang dijual. Data kartu kredit yang dicuri Burkov, dijual pada situsnya,”

“Transaksi senilai ebih dari 20 juta dolar telah dilakukan melalui pembobolan rekening kartu kredit warga Amerika Serikat,”

Menariknya, Aleksei Burkov merupakan pribadi yang dianggap terkait dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Selain tertuduh mencuri informasi kartu kredit, ia juga dituduh mendirikan perkumpulan penjahat siber eksklusif dengan melayani pengiklanan barang curian serta layanan kejahatan. Diketahui, syarat keanggotaan perkumpulan tersebut diharuskan membayar senilai USD 5.000 sebagai jaminan.

“Untuk memperoleh keanggotaan, calon anggota harus mengenali minimal 3 anggota yang sudah bergabung untuk meyakinkan ‘reputasinya’ sebagai penjahat,”

“Biasanya calon anggota diharuskan membayar 5.000 dolar sebagai ‘asuransi’,”

Baca juga:

Aleksei Burkov jadi ‘Alat Tukar’ Kepentingan Elite Politik

Sementara itu, seseorang Wanita keturunan Israel-Amerika, Naama Issachar dibekuk pihak berwajib di bandara Moskow karena kedapatan membawa beberapa gram marijuana di bagasi dan terancam hukuman 7 setengah tahun. Lansiran newyorktimes menyebutkan, Naama akan menjadi ‘alat tukar’ untuk Aleksei Burkov yang notabene dibekuk di Israel.

Sayangnya, Kejaksaan Tinggi Israel telah memberikan ekstradisi Aleksei ke Amerika Serikat, sehingga Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri tidak memiliki pilihan untuk bernegosiasi dengan pemerintah Rusia. Namun, alih-alih menukarkan Burkov dengan Naama, Israel akan memberikan sebuah wilayah bersejarah bernama Alexander Courtyard yang memang merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia.

Investigasi kejahatan Burkov terbilang cukup mudah. Penggunaan mata uang virtual melalu ekosistem yang terpusat membuatnya mudah terlacak. Mantan Homeland Security, Philip Osborne menuturkan kepada cointelegraph operasi Burkov terjadi sebelum popularitas Bitcoin. Ia menuturkan Burkov masih menggunakan Liberty Reserve, WebMoney, bahkan Western Union.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Raih Segudang Keuntungan di Masa Pandemi dengan Ide Bisnis Ini

DuniaFintech.com - Wabah corona berdampak cukup besar bagi kalangan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Perubahan tren dan kebutuhan prioritas konsumen pun mempengaruhi...

Influencer Diadu di PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection

DuniaFintech.com - Penggemar game berbasis mobile, Players Unknown Battle Ground (PUBG) menghelat PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection per tanggal 23 Juni...

Pintek Bersama Sevima Bantu Berikan Solusi Managemen Akademik

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech P2P lending yang fokus kepada sektor pendidikan, Pintek bersama Sevima, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi informasi untuk berikan...

BIDR Resmi Diperdagangkan di Binance dan Tokocrypto

DuniaFintech.com - Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset...

Pinjaman Dana Cepat untuk Laptop Agar WFH Lebih Produktif

DuniaFintech.com - Laptop menjadi salah satu kebutuhan untuk menunjang masa work from home (WFH). Tanpa barang ini, pekerjaan yang dilakukan tentu menjadi...
LANGUAGE