28.3 C
Jakarta
Jumat, 19 Juli, 2024

Andil Wanita di Cryptocurrency dan Blockchain Semakin Meningkat

DuniaFintech.com – Laporan terbaru CoinMarketCap menunjukkan peningkatan dalam jumlah Wanita yang terlibat dalam pasar cryptocurrency. Hal tersebut belum pernah terjadi sebelumnya, dimana diketahui terjadi lonjakan hingga 160% di tahun 2020.

Secara umum, diketahui bahwa industri cryptocurrency dan blockchain lebih banyak didominasi oleh para Pria. Namun sebagaimana temuan CoinMarketCap pada 30 April jusru menunjukkan sebaliknya. Menurut analis, jumlah wanita di industri cryptocurrency meningkat 43,24% pada kuartal pertama tahun 2020.

Terdapat rincian faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap rekor pertumbuhan ini, selain itu, beberapa angka yang bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain.

Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Desember oleh operator transaksi Bitcoin (BTC), Grayscale, menunjukkan bahwa 43% investor yang tertarik pada Bitcoin adalah wanita. Jumlah tersebut naik sebesar 13% dari tahun lalu dan akan terus berkembang.

Kondisi keuangan dunia yang semakin ketat, membuat banyak orang mulai berinvestasi dalam properti, emas, dan cryptocurrency. Dengan asumsi bahwa Wanita cenderung lebih pesimis dibanding Pria tentang ekonomi global, kepercayaan mereka terhadap cryptocurrency dapat meningkat secara signifikan pada tahun 2020. Dengan demikian, banyak wanita menilai aset digital sebagai safe haven.

Baca juga:

Keterlibatan Wanita di Cryptocurrency dan Blockchain

Sementara bagi yang lainnya, cryptocurrency menjadi investasi yang menjanjikan. Pengembang Blockchain, Nisa Amoils menunjuk pada peluang investasi yang menarik di pasar sebagai salah satu alasan utama di balik meningkatnya minat Wanita terhadap cryptocurrency. Hal tersebut ia kataan kepada cointelegraph.

“Wanita bisa mendapatkan lebih banyak pendapatan melalui perdagangan, investasi, dan pembelanjaannvirtual Bitcoin. Prinsip ekonomi melalui token dapat mendemokratisasi akses ke modal melalui berbagai cara, seperti security token offering,”

Pertumbuhan harga Bitcoin serta daya tarik investasi uang digital secara umum telah berkontribusi pada peningkatan jumlah Wanita dalam pertukaran cryptocurrency. Bursa cryptocurrency Bithumb Global melaporkan kepada Cointelegraph bahwa perusahaan tersebut menyaksikan pertumbuhan 30% dalam jumlah pengguna Wanita pada tahun 2020.

Vincent Poon selaku Vice President menjelaskan, bahwa Wanita saat ini menggunakan mata uang digital untuk melindungi dana mereka, meskipun tidak semua alasan merujuk ke alasan tersebut.

“Wanita terbiasa kurang antisipatif dalam menginvestasikan Bitcoin, karena bagian teknisnya serta volatilitas. Saya pikir mereka hanya mencoba untuk mendiversifikasi atau melindungi portofolio serta melihat Bitcoin sebagai investasi alternatif karena kehilangan kepercayaan pada sekuritas dan ekonomi tradisiona secara keseluruhan selama pandemi,”

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU