31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Cermat Antisipasi Kejahatan Siber di Internet Saat Liburan

duniafintech.com – Berwisata keluar maupun dalam negeri kini semakin dirasa penting tidak hanya untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga tetapi juga untuk kepentingan bisnis bersama kolega kantor. Meskipun pergi jauh, para pelancong membutuhkan internet untuk dapat menghubungi keluarga & kerabat yang jauh, tetap bisa meng-update kerjaan di sela-sela perjalanan maupun untuk sekadar dapat tetap eksis di media sosial. Namun, kita perlu antisipasi kejahatan siber saat liburan.

Kebutuhan akan internet ini semakin tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan berwisata. Internet sangat kita butuhkan sesederhana dalam mencari alamat hotel yang ditinggali serta jalur transportasi yang akan kita lalui menuju tempat wisata.

Ketergantungan dengan internet saat di luar negeri terkadang membuat para pelancong sembarang menghubungkan perangkat pribadi mereka ke jaringan publik yang muncul pada koneksi wifi-nya. Tetapi, banyak yang belum sadar sepenuhnya ada bahaya yang dapat ditimbulkan jika kita terhubung dengan wifi publik.

Baca juga

Untuk memenuhi kebutuhan terhubung dengan internet ini, terutama di luar negeri yang tidak kita kenali jaringan internetnya, membuat kita terkadang kurang berhati-hati terhadap kejahatan siber yang mengancam. Menurut Norton LifeLock Cyber Safety Insights Report 2018, di 16 negara, lebih dari satu miliar orang dewasa telah menjadi korban kejahatan dunia maya, 800 juta pada tahun lalu, dan hampir 2 dari 3 (64%) percaya bahwa mereka kemungkinan akan mengalami kejahatan dunia maya di tahun berikutnya.

Para pelancong dapat menjadi korban dari kejahatan siber jika tersambung dengan wifi publik atau lebih dikenal dengan wifi gratisan. JavaMifi merangkum beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan wifi publik selama di luar negeri, di antaranya adalah:

1. Pencurian identitas

Salah satu cara hacker untuk mencuri data adalah dengan menjadi penyedia wifi palsu. Apabila ada device yang terkoneksi dengan wifi tersebut, maka dapat dipastikan segala aktivitas browsing bisa dilihat oleh hacker. Dan jika kita terhubung ke hotspot palsu, seluruh akses yang kita lakukan akan selalu melewati si hacker, dan seluruh traffic kita di transfer dan aktivitas kita dapat terlacak secara teknis. Si hacker pun akan memiliki data-data privasi kita dan keamanan data-data pribadi akan terancam digunakan untuk hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

2. Virus yang menyebar

Bahaya ketika menggunakan wifi publik selanjutnya adalah mudah terinfeksi virus seperti malware. Malware paling mudah menyebar melalui koneksi wifi yang minim fitur keamanannya. Virus ini dapat mencuri file penting yang terdapat di dalam perangkat. Selain itu ada pula Ransomware, yaitu sejenis malware yang mampu mengambil alih kendali atas sebuah komputer dan mencegah penggunanya untuk mengakses data hingga tebusan dibayar. Dan apabila tebusannya tidak dibayar hingga waktu yang telah ditentukan, maka data akan dihapus secara permanen oleh si pembuat ransomware.

Baca juga

3. Pembajakan media sosial

Dengan menggunakan wifi publik para hacker bisa memindai dan memindahkan data (nama akun, password, nomor kartu kredit) dari perangkat pengguna ke perangkat para hacker. Selain sangat berbahaya, hacker dapat menggunakan akun media sosial sebagai akses masuk ke situs-situs lain yang memanfaatkan login menggunakan akun media sosial pengguna untuk masuk dan mencuri data pribadi lainnya. Hacker juga dapat menipu orang-orang terdekat dengan mengaku sebagai kita.

Melihat banyaknya serangan siber yang dapat ditimbulkan dengan tersambung pada wifi publik terutama saat di luar negeri, maka penting bagi para pelancong mulai menggunakan travel wifi yang aman dan terpercaya. JavaMifi adalah solusi bebas serangan siber saat travelling. Tidak hanya melindungi para pengguna dari serangan siber, JavaMifi juga memberikan layanan VPN terintegrasi di setiap modemnya untuk memastikan para pengguna dapat ‘berselancar’ dengan aman dan nyaman tanpa batas.

Baca juga

Founder JavaMifi, Suhartanto Raharjo mengungkapkan:

“Kejahatan siber ini dapat membawa kerugian pada mereka yang belum memahami bahayanya. Jika jenis kejahatan ini menimpa kita saat sedang di luar negeri, akan membuat pihak berwenang sulit dalam melacak pelakunya. Internet memang membawa kemudahan yang praktis tetapi masyarakat ada baiknya memerlukan pengetahuan dan sikap bijak dalam menggunakan wifi publik agar dapat meminimalisir efek negatif yang ditimbulkan.”

Mulai sekarang sebaiknya cermati dalam menggunakan wifi untuk antisipasi kejahatan siber agar tidak menimpa Anda.

-Press Release-

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE