26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Apple Hapus Puluhan Ribu Aplikasi Cina Dari App Store, Kok Bisa?

DuniaFintech.com – Perusahaan raksasa teknologi Apple hapus puluhan ribu aplikasi Cina tepatnya menghapus 29.800 aplikasi dari App Store, termasuk lebih dari 26.000 game. Langkah tersebut diambil di tengah tindakan otoritas Cina terhadap apaplikasi game tanpa izin.

Apple telah memberi tenggat waktu pada awal tahun ini hingga Juni 2020 lalu kepada para publisher game untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah. Sebelumnya, penyedia aplikasi android Cina telah lebih dulu mematuhi peraturan ini. 

Namun tidak jelas mengapa alasan Apple hapus puluhan ribu aplikasi Cina begitu ketat tahun 2020. Selain itu, pihak Apple belum memberikan tanggapan atas kebijakan yang diambilnya tersebut. 

Selain Apple hapus puluhan ribu aplikasi Cina, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu juga menghapus lebih dari 2.500 title dari app store-nya pada minggu pertama di bulan juli. Gim terkenal yang telah dihapus dari App Store Tiongkok termasuk Contract Killer Zombies 2 dari Glu, Solitaire dari Zynga, ASMR Slicing dari Crazy Labs, dan Nonstop Chuck Norris dari Flaregames.

Baca Juga:

Sebagai informasi, pemerintah Cina telah lama berupaya menegakkan peraturan ketat pada industri game di negaranya guna menghapus konten sensitif. Untuk membeli game dalam app store, akan melalui proses persetujuan yang panjang dan rumit. Hal ini tentu berdampak juga pada pendapatan para developer aplikasi. Hanya pengembang game besar yang mungkin dapat bertahan.

“Ini paling mempengaruhi pendapatan pengembang kecil dan menengah. Tapi semua bisa terdampak karena kesulitan mendapatkan lisensi bisnis, dan akhirnya menghancurkan seluruh industri game iOS di Cina,” ujar Manajer Pemasaran untuk AppIn China, Todd Kuhn.

Sensor Tower merilis daftar yang memuat sepuluh (10) aplikasi dengan angka unduhan tertinggi pada Juni 2020 di Amerika. Menurut data perusahaan riset pasar aplikasi mobile itu, TikTok menjadi aplikasi di luar kategori gim yang paling banyak diunduh di seluruh dunia pada Juni 2020. Aplikasi buatan ByteDance itu meraih 87 juta angka unduhan. Dibandingkan dengan periode Juni 2019, ada 52,7 persen peningkatan.

(DuniaFintech/Drean M.I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE