32.6 C
Jakarta
Jumat, 2 Oktober, 2026

AS Buka Jalan Baru Dana Investasi Masuk Kripto, Bitcoin Bisa Semakin Dilirik Institusi

Amerika Serikat kembali mengambil langkah besar dalam membuka akses industri keuangan tradisional terhadap aset kripto.

Securities and Exchange Commission (SEC) mengusulkan aturan baru mengenai penyimpanan atau custody aset kripto bagi penasihat investasi terdaftar dan sejumlah perusahaan dana investasi yang berada di bawah pengawasan regulator.

Proposal tersebut berpotensi memberikan jalur regulasi yang lebih jelas bagi pengelola investasi untuk menawarkan strategi investasi yang memiliki eksposur terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Jika aturan tersebut nantinya diberlakukan, akses terhadap kripto tidak lagi hanya bergantung pada investor yang membeli Bitcoin secara langsung atau melalui produk ETF.

Manajer investasi dan regulated funds berpotensi memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memasukkan aset digital ke dalam strategi investasi mereka dengan menggunakan sistem custody yang memenuhi ketentuan regulator.

Perkembangan tersebut dapat menjadi babak baru hubungan antara Wall Street dan industri kripto.

Namun, aturan ini masih berupa proposal SEC dan belum berlaku sebagai regulasi final.

dana investasi kripto AS

SEC Siapkan Aturan Baru Investasi Kripto

SEC mengumumkan proposal aturan tersebut pada 1 Oktober 2026.

Proposal itu dirancang untuk memperbarui aturan custody berdasarkan Investment Advisers Act of 1940 dan Investment Company Act of 1940.

Regulator menilai aturan yang ada belum sepenuhnya mampu mengakomodasi karakteristik aset digital.

Pasar kripto telah berkembang menjadi industri bernilai triliunan dolar, sementara investor semakin banyak mencari eksposur terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.

Masalahnya, perusahaan investasi yang berada di bawah pengawasan SEC harus mematuhi aturan ketat mengenai bagaimana aset klien disimpan.

Aset kripto memiliki karakteristik penyimpanan berbeda dibandingkan saham atau obligasi.

Karena itu, SEC mencoba membuat kerangka yang lebih sesuai dengan teknologi tersebut.

Apa yang Berubah?

Proposal SEC membawa beberapa perubahan penting.

Salah satunya adalah kemungkinan self-custody aset kripto dalam kondisi tertentu.

Artinya, penasihat investasi dan regulated funds dapat menyimpan aset digital menggunakan sistem mereka sendiri selama memenuhi persyaratan yang ditentukan regulator.

Selain itu, proposal membuka kemungkinan penggunaan state trust company sebagai kustodian aset kripto milik klien maupun regulated funds.

Aturan juga memperbarui berbagai persyaratan mengenai audit laporan keuangan, pencatatan, pengungkapan dan layanan kustodian broker-dealer.

Tujuannya adalah memberikan jalur yang lebih jelas bagi perusahaan keuangan yang ingin menawarkan strategi investasi berbasis kripto tanpa mengabaikan perlindungan terhadap aset investor.

Mengapa Custody Sangat Penting dalam Investasi Kripto?

Custody merupakan salah satu persoalan terbesar dalam membawa aset kripto ke industri investasi tradisional.

Pada saham konvensional, sistem penyimpanan aset telah memiliki infrastruktur yang berkembang selama puluhan tahun.

Kripto berbeda.

Kepemilikan aset digital pada dasarnya bergantung pada kemampuan mengendalikan private key yang memberikan akses terhadap aset di blockchain.

Jika private key hilang, aset dapat kehilangan akses.

Jika private key dicuri, aset dapat dipindahkan oleh pihak lain.

Risiko tersebut membuat perusahaan investasi besar tidak dapat memperlakukan Bitcoin seperti saham biasa.

Mereka membutuhkan sistem penyimpanan dengan standar keamanan, audit, pengawasan dan prosedur operasional yang sesuai dengan regulasi.

Karena itulah aturan custody menjadi salah satu fondasi penting bagi adopsi institusional.

Bisa Membuka Jalan Dana Investasi Masuk Kripto

Dampak terbesar proposal tersebut berada pada akses institusi.

Selama ini, salah satu hambatan bagi perusahaan investasi untuk menawarkan strategi kripto adalah ketidakjelasan mengenai bagaimana aset tersebut harus disimpan sesuai regulasi.

Jika SEC memberikan standar yang lebih jelas, hambatan tersebut dapat berkurang.

Penasihat investasi dapat memiliki pilihan lebih banyak ketika klien meminta eksposur terhadap aset digital.

Regulated funds juga berpotensi menawarkan strategi investasi yang lebih beragam.

Artinya, jalur masuk modal ke industri kripto dapat semakin luas.

Namun, perlu diperhatikan bahwa aturan custody tidak otomatis berarti dana institusional akan langsung mengalir dalam jumlah besar ke Bitcoin.

Keputusan investasi tetap bergantung pada permintaan klien, kondisi pasar, manajemen risiko dan kebijakan masing-masing perusahaan.

Aturan baru hanya berpotensi menghilangkan salah satu hambatan regulasi.

dana investasi kripto 4

Paul Atkins: Aturan Lama Tak Lagi Mengikuti Perkembangan Kripto

Ketua SEC Paul Atkins menilai regulasi custody yang ada belum mengikuti perkembangan industri aset digital.

Bitcoin yang muncul pada 2008 telah berkembang dari eksperimen teknologi menjadi aset dengan pasar bernilai triliunan dolar.

Namun, sebagian aturan keuangan yang digunakan untuk mengatur penyimpanan aset dibuat ketika teknologi blockchain belum ada.

Proposal baru mencoba menyesuaikan aturan tersebut dengan kondisi pasar saat ini.

Tujuannya adalah menciptakan jalur kepatuhan yang lebih jelas bagi penasihat investasi dan perusahaan dana yang ingin memiliki eksposur terhadap aset digital.

Bagi industri kripto, kepastian regulasi seperti ini dapat menjadi faktor penting.

Perusahaan keuangan besar cenderung membutuhkan kejelasan mengenai kewajiban hukum sebelum menawarkan produk kepada klien.

Dari ETF Bitcoin Menuju Integrasi Kripto yang Lebih Luas

Perkembangan tersebut merupakan bagian dari perubahan yang lebih besar dalam hubungan pasar modal AS dengan industri kripto.

ETF Bitcoin telah memberikan investor cara mendapatkan eksposur terhadap BTC melalui instrumen pasar modal.

Kemudian produk investasi berbasis aset digital lainnya mulai berkembang.

Kini fokus regulator mulai bergerak ke persoalan yang lebih mendasar: bagaimana perusahaan investasi dapat menyimpan aset digital secara langsung dengan kerangka yang sesuai.

Perbedaannya cukup penting.

ETF memberikan eksposur terhadap harga aset melalui sebuah produk investasi.

Sementara kerangka custody dapat membuka ruang lebih besar bagi perusahaan investasi untuk membangun berbagai strategi yang melibatkan aset digital.

Jika aturan tersebut diberlakukan, pilihan produk investasi kripto berpotensi semakin luas.

Bitcoin Bukan Satu-satunya Aset yang Berpotensi Diuntungkan

Perubahan regulasi tersebut juga tidak terbatas pada Bitcoin.

Pada Maret 2026, SEC mengeluarkan interpretasi yang memberikan klasifikasi lebih jelas terhadap berbagai aset digital.

Bitcoin, Ether, Solana, XRP, Cardano, Dogecoin, Chainlink dan sejumlah aset lainnya dikategorikan sebagai digital commodities, bukan sekuritas itu sendiri.

Regulator juga membuat klasifikasi untuk digital collectibles, digital tools, stablecoin dan digital securities.

Kejelasan tersebut penting karena perusahaan keuangan perlu memahami status hukum aset sebelum menggunakannya dalam produk investasi.

Dengan demikian, perkembangan regulasi custody dapat memberikan dampak terhadap ekosistem aset digital yang lebih luas, tidak hanya BTC.

Baca juga :

Lihat Semua Berita Kripto →

AS Semakin Serius Mengintegrasikan Kripto

Proposal custody bukan kebijakan yang berdiri sendiri.

Sepanjang 2026, regulator AS telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait aset digital.

SEC sebelumnya memberikan interpretasi mengenai bagaimana undang-undang sekuritas federal diterapkan terhadap aset kripto.

Regulator juga mengusulkan Regulation Crypto Assets pada Agustus.

Proposal tersebut menciptakan kerangka khusus untuk penawaran tertentu yang melibatkan aset kripto.

Di sektor tokenisasi, regulator juga mulai membuka jalur bagi penggunaan teknologi blockchain untuk aset pasar modal.

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan regulasi AS terhadap kripto sedang bergerak menuju pembentukan aturan yang lebih spesifik.

CFTC Juga Bergerak di Arah Tokenisasi

SEC bukan satu-satunya regulator Amerika Serikat yang melakukan perubahan.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) juga memperbarui panduannya pada September 2026.

Pembaruan tersebut membahas penggunaan investasi yang telah ditokenisasi dan pemanfaatan teknologi blockchain untuk memenuhi persyaratan pencatatan tertentu.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain semakin mulai masuk ke infrastruktur keuangan yang sudah diatur.

Dengan kata lain, tren yang sedang berkembang bukan hanya soal perdagangan Bitcoin.

Blockchain mulai digunakan untuk memikirkan kembali bagaimana aset keuangan disimpan, dicatat, ditransfer dan diperdagangkan.

Apakah Ini Berarti Dana Besar Akan Masuk Bitcoin?

Belum tentu.

Proposal SEC dapat membuka pintu, tetapi tidak menentukan berapa banyak investor yang akan melewatinya.

Manajer investasi tetap mempertimbangkan volatilitas, likuiditas, permintaan klien dan profil risiko sebelum memasukkan aset digital ke dalam strategi mereka.

Bitcoin juga tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi.

Koreksi puluhan persen pernah terjadi meskipun adopsi institusional terus berkembang.

Karena itu, perubahan regulasi sebaiknya dipahami sebagai perkembangan infrastruktur pasar, bukan jaminan kenaikan harga.

Dampak yang lebih besar mungkin justru terlihat dalam jangka panjang.

Semakin jelas aturan mengenai custody, klasifikasi aset dan perdagangan, semakin mudah perusahaan keuangan tradisional mengevaluasi apakah mereka ingin memasuki industri tersebut.

Bisa Jadi Jembatan Wall Street dan Kripto

Salah satu implikasi terbesar proposal ini adalah semakin kaburnya batas antara keuangan tradisional dan aset digital.

Beberapa tahun lalu, investor harus membuka akun di exchange kripto untuk mendapatkan akses terhadap Bitcoin.

Kemudian ETF membuat Bitcoin dapat diakses melalui akun investasi tradisional.

Kini aturan custody berpotensi memberikan lebih banyak pilihan bagi manajer investasi untuk mengembangkan strategi aset digital.

Di sisi lain, tokenisasi memungkinkan saham dan instrumen keuangan tradisional masuk ke blockchain.

Kedua tren tersebut bergerak dari arah berbeda tetapi menuju titik yang sama.

Kripto semakin masuk ke sistem keuangan tradisional, sementara sistem keuangan tradisional semakin menggunakan teknologi blockchain.

Jika tren tersebut berlanjut, perbedaan antara pasar kripto dan pasar keuangan konvensional dapat semakin mengecil.

Proposal Belum Menjadi Aturan Final

Investor perlu memperhatikan satu hal penting.

Aturan yang diumumkan SEC pada 1 Oktober masih merupakan proposal.

Artinya, ketentuan tersebut belum otomatis berlaku.

SEC membuka periode komentar publik selama 60 hari setelah proposal dipublikasikan di Federal Register.

Pelaku industri, perusahaan investasi, akademisi dan masyarakat dapat memberikan masukan.

SEC kemudian dapat mempertimbangkan komentar tersebut sebelum menentukan bentuk regulasi berikutnya.

Isi aturan final juga masih dapat berbeda dari proposal awal.

Karena itu, terlalu dini menyimpulkan bahwa seluruh manajer investasi AS sekarang sudah bebas menyimpan Bitcoin secara langsung.

Yang berubah saat ini adalah regulator telah menawarkan kerangka baru yang dapat menjadi dasar regulasi tersebut.

Apa Dampaknya bagi Investor Kripto?

Dalam jangka pendek, perkembangan regulasi seperti ini dapat memengaruhi sentimen.

Namun, dampak fundamentalnya lebih relevan dalam jangka menengah dan panjang.

Investor dapat memperhatikan apakah aturan tersebut akhirnya disahkan, bagaimana persyaratan self-custody diterapkan dan perusahaan mana yang mulai memanfaatkan kerangka baru tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah produk investasi baru yang mungkin muncul.

Jika regulated funds mulai menawarkan lebih banyak strategi aset digital, permintaan institusional terhadap Bitcoin dan kripto lainnya dapat berubah.

Namun, besarnya dampak baru dapat diukur setelah aturan final diterbitkan dan digunakan oleh industri.

Kesimpulan

Amerika Serikat sedang menyiapkan jalur baru yang dapat memperluas akses dana investasi ke pasar kripto.

SEC pada 1 Oktober 2026 mengusulkan aturan baru mengenai custody aset digital bagi registered investment advisers dan regulated funds.

Proposal tersebut memungkinkan self-custody dalam kondisi tertentu, membuka penggunaan state trust companies sebagai kustodian, serta memperbarui aturan audit, pencatatan dan pengungkapan terkait penyimpanan aset.

Tujuan utamanya adalah memberikan jalur kepatuhan yang lebih jelas bagi perusahaan investasi yang ingin menawarkan strategi investasi kripto.

Jika akhirnya diberlakukan, aturan tersebut berpotensi mengurangi salah satu hambatan terbesar adopsi institusional: bagaimana Bitcoin dan aset digital dapat disimpan secara legal dan aman oleh perusahaan investasi yang diregulasi.

Namun, aturan tersebut masih berupa proposal.

SEC masih membuka periode komentar publik sebelum menentukan langkah berikutnya.

Karena itu, perkembangan terbaru bukan berarti dana investasi AS otomatis akan langsung mengalir ke Bitcoin.

Yang lebih penting adalah pintu regulasinya mulai dibuka lebih lebar.

Jika aturan final nantinya memberikan kepastian yang dibutuhkan industri, pasar kripto dapat memiliki jalur tambahan untuk menerima modal dari penasihat investasi, perusahaan dana dan investor institusional Amerika Serikat.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Proposal SEC masih dapat berubah sebelum menjadi aturan final. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi.

Meta description: SEC AS mengusulkan aturan custody baru yang dapat membuka jalan lebih luas bagi dana investasi masuk ke Bitcoin dan aset kripto. Simak dampaknya bagi investor.

Keyword: dana investasi kripto, SEC kripto, Bitcoin institusional, investasi Bitcoin, aturan kripto AS, crypto custody, dana institusi Bitcoin, Wall Street kripto, regulasi Bitcoin 2026.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU