31.9 C
Jakarta
Sabtu, 26 September, 2020

Aset Kripto Sebagai Investasi? Berikut Alasan Mengapa Anda Perlu Investasi Aset Kripto

DuniaFintech.com – Aset kripto kini telah menjadi pilihan investasi di masyarakat Indonesia. Lalu, apakah Anda masih ragu menjadikan aset kripto sebagai investasi? Berikut beberapa alasan Anda perlu menggunakan aset kripto sebagai investasi.

Anda Bisa Menjadi Bagian Penting dari Inovasi Teknologi

Sebagian besar industri dan perhatian media pada investasi aset kripto hingga saat ini nampaknya masih berfokus pada Bitcoin. Padahal sebenarnya ada banyak aset kripto lainnya, yang juga didukung oleh yang menarik dan inovatif. Teknologi yang mendasari aset kripto sendiri adalah Blockchain. Jika Anda mempelajari lebih dalam tentang teknologi Blockchain, Anda akan segera menemukan bahwa banyak organisasi global mulai menginvestasikan dana dan sumber daya yang signifikan ke dalam aset kripto, termasuk Microsoft. Banyak brand yang meneliti bagaimana aset kripto dapat diinfiltrasi ke dalam rencana dan strategi bisnis mereka yang sudah sukses untuk masa depan, semakin memperkuat pendapat umum bahwa blockchain akan menjadi bagian integral dari cara bisnis beroperasi di seluruh dunia. Selain itu dari manajemen antai pasokan dan akuntansi untuk jaminan kualitas yang lebih besar, jalur produksi yang lebih transparan dan bahkan sistem pemungutan suara yang lebih adil, Blockchain memiliki potensi untuk mengubah cara dunia kita beroperasi menjadi lebih baik. Dengan berinvestasi dalam aset kripto, Anda membantu mendukung evolusi berkelanjutan dari teknologi inovatif dan transformasional ini, yang dirancang untuk memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Aset Kripto Masih Berada di Masa Pertumbuhan

Jika kita percaya bahwa adopsi kripto menyerupai adopsi internet, saat ini kita sedang berada di tahun 1994 era internet. Untuk menempatkannya ke dalam perspektif, Amazon berdiri pada 5 Juli 1994, Yahoo pada 2 Maret 1995, Google 4 September 1998, Facebook pada Februari tahun 2004. Kita telah melihat bahwa aset kripto masih dalam tahap pertumbuhan. Tahap ini memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi masal. Keuntungan menjadi yang awal adalah, peluang untuk profit masih cukup besar. Tantangannya kemudian, bagaimana menyeleksi produk yang benar-benar akan bertahan dan diadopsi oleh masyarakat luas.

Baca juga:

Aset Kripto Berpotensi Merubah 42 Industri

Seperti yang telah kita ketahui, aset kripto di Indonesia sendiri merupakan komoditas digital yang menggunakan teknologi blockchain. Teknologi ini berpotensi mentransformasi 42 industri. Sebelumnya, teknologi blockchain dikenal karena akan merubah industri keuangan, dimana untuk melakukan transaksi, tidak lagi diperlukan perantara. Dengan kata lain, publik tidak lagi memerlukan bank. Namun, teknologi blockchain yang mendasari kripto ini, tidak hanya berpotensi mentransformasi industri keuangan, melainkan 42 industri lainnya. Seperti dilansir dari CB Insight, 42 industri yang mungkin dirubah oleh Blockchain meliputi perbankan, hedge fund, media sosial, periklanan, hiburan, kesehatan, asuransi, properti, olahraga, energi, pemerintahan, dan berbagai industri lainnya.

Aset Kripto Menjanjikan Masa Depan

Dalam buku cryptoassets, aset kripto dianggap aset alternatif paling menarik untuk menjadi pilihan investasi. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya adalah, dengan modal yang relatif kecil, hasil investasi bisa sangat besar dalam jangka panjang sehingga aset kripto ini dapat menjanjikan masa depan Anda.

Contohnya, jika anda membeli Bitcoin pada April 2013 dengan uang 100 dolar atau sekitar 1 juta rupiah, Anda hanya memperoleh 1,16 Bitcoin. Hasilnya, pada Desember 2017 anda memiliki aset senilai :

US$ 21,042 = Rp 311 juta.

Bagaimana jika Anda membeli Bitcoin pada awal tahun 2016 ?

Dengan uang yang sama 100 dolar, anda dapat memperoleh 0.16 Bitcoin. Hasilnya, pada Desember 2017 anda memiliki aset senilai : 0.16 x US$ 19,846 = US$ 3178 = Rp 43 juta.

Dengan modal yang sama, hasil investasinya berbeda-beda. Hasil investasi berbeda, berdasarkan tahun mulai investasi dan jangka waktu investasi. Secara berurutan, investasi pada tahun 2013 menghasilkan 311 juta ruipah (dua ratus kali lipat). Investasi pada tahun 2016 menghasilkan 43 juta (43 kali lipat).

Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa modal yang relatif kecil, dapat memperoleh hasil yang cukup besar. Kuncinya terletak pada jangka waktu investasi.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...

Sulit Menyisihkan Uang? Inilah Cara Menabung Paling Efektif yang Sesuai dengan Kemampuan

Duniafintech.com - Tak hanya berfungsi menghindari utang karena adanya kebutuhan darurat, menabung juga bermanfaat untuk menambah pundi-pundi keuangan di masa depan. Meskipun...

Dukung Kreator Indonesia, Sony Luncurkan Kamera Seri Alpha 7S III dengan Tampilan Klasik

Duniafintech.com - Sony luncurkan kamera seri Alpha 7S III yang menjadi penerus Alpha 7S II. Sony Alpha 7S III akan segera tersedia...

E-Commerce Jadikan Permintaan Asuransi Digital Melonjak

DuniaFintech.com - Penyelenggara niaga berbasis elektronik, e-commerce menghadirkan tren positif terhadap startup asuransi berbasis digital (insurtech). Adalah 2 startup insurtech, Qoala dan...

Pandemi Bikin Wacana Grab dan Gojek Merger Kembali Menyeruak

Duniafintech.com - Kabar Grab dan Gojek merger atau melakukan penggabungan kembali santer terdengar saat pandemi melanda. Dua perusahaan raksasa ride-hailing terbesar di...
LANGUAGE