26 C
Jakarta
Minggu, 7 Juni, 2020

Asia Timur Pimpin Pasar Kripto Lewat Pengembangan Regulasi

duniafintech.com – Dengan langkah proaktif yang dilakukan pemerintahan negara-negara Asia Timur, wajar jika banyak orang melihat Asia Timur wilayah yang maju dari segi kripto aset.

Jepang telah mengambil langkah-langkah untuk mengatur dan melegitimasi perdagangan mata uang kripto di negara itu, dengan Badan Layanan Keuangan (Financial Services Agency/FSA) menyetujui beberapa pertukaran baru. Rakuten, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Jepang, mengeluarkan siaran pers pada tanggal 29 Maret yang mengumumkan rencana untuk meluncurkan pertukaran mata uang kripto pada bulan Juni tahun ini.

Baca juga: Bank Frick Bermitra dengan Bitcoin Suisse Luncurkan Pelacak BTC-ETH

Yahoo! Jepang juga telah menerima persetujuan pengaturan untuk pertukarannya sendiri, yang rencananya akan diluncurkan pada bulan Mei. Pertukaran Quoine mencapai status unicorn resmi selama putaran penggalangan dana Seri C selesai awal bulan ini, dengan kenaikan $ 9 juta yang menilainya lebih dari $ 1 miliar.

Berbagai Negara di Asia Timur Terus Bergerak Memperbaiki Regulasi

Gerakan serupa menuju legitimasi pemerintah yang lebih besar terhadap cryptocurrency juga sedang menjadi agenda di Korea. Korea Herald melaporkan minggu lalu bahwa perwakilan dari Partai Demokrat yang berkuasa dan oposisi utama Partai Liberty Korea telah meminta Presiden Moon Jae-In untuk melonggarkan peraturan cryptocurrency negara.

Korea Selatan mungkin adalah negara yang paling kuat terkena demam kripto saat kenaikan besar-besaran yang terjadi pada 2017, dengan lebih dari 30% pekerja yang bekerja terlibat dalam perdagangan mata uang kripto. Seperti Cina, Korea Selatan melarang ICO selama paruh kedua 2017 dan juga menetapkan langkah-langkah untuk lebih mengontrol aktivitas pertukaran mata uang kripto.

Baca juga: OLX Akuisisi 10% Saham Carousell?

Taiwan adalah negara Asia Timur lainnya di mana regulator dengan hati-hati bergerak memberikan dukungan yang lebih besar untuk mata uang digital. Pekan lalu, The Taipei Times melaporkan bahwa Komisi Pengawas Keuangan Taiwan (FSC) bertujuan untuk memperkenalkan undang-undang pada bulan Juni yang akan memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan hampir $ 1 juta melalui penerbitan Security Token Offerings (STO).

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

 

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cari Pinjaman Cepat Tanpa Jaminan? 3 Aplikasi ini Siap Bantu

DuniaFintech.com - Seringkali ketika kita tengah membutuhkan dana secara cepat selalu disulitkan oleh berbagai macam persyaratan terutama adanya jaminan. Namun kini banyak...

Aset Digital Ini Buat Uang Anda ‘Bekerja’ di Akhir Pekan!

DuniaFintech.com – Laju pergerakan aset digital pada akhir pekan ini (6/6) layak dicermati. Peningkatan tren positif di hari sebelumnya berpotensi untuk menghadirkan...

Hadapi Era New Normal, Koinworks Fokus Dampingi UMKM Digital

DuniaFintech.com - Seluruh masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam memasuki era new normal. Begitu pun dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan memasuki...

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...

Waktunya Cuan! Nilai Tukar Rupiah Berada Dibawah 14.000

DuniaFintech.com - Nilai tukar Rupiah dikabarkan menguat dan tembus dibawah 14.000. Kabar ini disampaikan melalui cuitan sebuah wadah informasi digital keuangan, Big...
LANGUAGE