26.1 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Bagaimana Cara Merdeka Finansial? Simak Langkah Ini

DuniaFintech.com – Merdeka secara finansial menjadi dambaan setiap orang. Lalu bagaimana cara merdeka finansial? Tentunya, hal tersebut pun harus dipersiapkan sedini mungkin. Salah satu tips mengetahui bagaimana cara merdeka finansial, Anda harus mengetahui jumlah dana pensiun yang Anda butuhkan terlebih dahulu. Lalu terlintas lagi pertanyaan, bagaimana cara kita mengetahui besaran nest egg atau dana yang kita butuhkan di masa tua atau pensiun? Tentu saja, langkah pertamanya adalah dengan mengetahui berapa besar pengeluaran kita secara tahunan terlebih dulu.

Cari tahu pengeluaran tahunan saat ini dan di masa depan

Sebut saja seorang berusia 30 tahun memiliki pengeluaran tahunan sebesar Rp60 juta, dan dia memutuskan untuk pensiun di usia 55 tahun. Maka dalam 25 tahun yang akan datang, pengeluarannya yang setara dengan Rp60 juta sudah naik menjadi sekitar Rp192 juta jika tingkat inflasi tahunan adalah 4,76%.

Cari tahu kebutuhan dana kita sesuai dengan harapan hidup

Anggap saja setelah pensiun di usia 55 tahun, orang tersebut memiliki tekad untuk hidup hingga usia 71 tahun. Maka, akan ada waktu 16 tahun lamanya bagi orang tersebut untuk menikmati masa pensiun. Jadi, dalam rentang usia 55 hingga 71 tahun, kita akan membutuhkan dana sebesar Rp192 juta x 16 tahun = Rp3,072 miliar. Uang sebesar Rp3,072 miliar adalah nest egg yang dibutuhkan mereka tersebut di hari tua. 

Baca juga :

Pastikan punya jaminan kesehatan

Tingkat rata-rata inflasi setiap tahun mungkin ada di angka 4,76%, namun inflasi biaya kesehatan jauh diatas itu. Riset dari Lifepal sebelumnya menunjukkan bahwa inflasi biaya kesehatan di Indonesia secara tahunan adalah 10 hingga 11%, hal ini jelas melampaui inflasi dan kenaikan gaji bersih pegawai secara tahunan. Di masa tua nanti, kita tentunya tahu bahwa risiko terkena penyakit kritis juga cukup besar. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki jaminan kesehatan berupa asuransi kesehatan swasta maupun BPJS Kesehatan. 

Tutup usia di masa muda adalah “risiko,” begitupun dengan “hidup terlalu lama”

Dalam hidup, meninggal dunia di saat kita masih muda, produktif, atau di bawah usia pensiun kita, tentu bukan hal yang ideal. Jelas saja, keluarga yang kita tinggalkan akan kehilangan penghasilan bulanan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Itu sebabnya, para pencari nafkah di keluarga sebaiknya memiliki asuransi jiwa. Asuransi jiwa adalah produk asuransi yang memberikan uang santunan kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia. Besarnya uang pertanggungan yang seharusnya didapat oleh ahli waris harus sesuai dengan pengeluaran rumah tangga yang dihitung tahunan. 

Lantas apa kabar jika kita hidup terlalu lama alias di atas ekspektasi kita? Hal itu pun bisa menjadi risiko tersendiri.

Sebut saja, dalam contoh kasus di atas, angka harapan hidup yang ditentukan adalah 71 tahun. Bagaimana jika orang yang bersangkutan hidup hingga 75 tahun atau lebih? Tentu saja, kebutuhan akan nest egg akan jadi lebih besar. Patut diketahui bahwa sumber dana pensiun bisa didapat dari berbagai sumber dan investasi. Sebut saja, dari Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Dana Pensiun Pemberi Kerja, atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Apakah seluruh sumber dana pensiun itu akan mencapai nilai yang sesuai dengan target nest egg? Jika tidak, maka penting sekali bagi kita untuk berinvestasi demi membantu tersedianya dana pensiun tersebut. Pilihan investasi untuk pensiun tentunya cukup beragam dan sifatnya lebih fleksibel. Artinya, investasi untuk pensiun bisa dialokasikan pada instrumen investasi yang rendah fluktuasi maupun yang tinggi fluktuasi. Akan tetapi, pertimbangkan pula untuk memilih investasi dengan imbal hasil yang sanggup mengalahkan tingkat inflasi. 

Seperti itulah gambaran akan kemerdekaan finansial seseorang. Pastikan saja bahwa, kita sudah mulai menyisihkan uang secara rutin untuk berinvestasi sejak dini. Karena semakin dini kita menyisihkan uang untuk hari tua, maka semakin ringan pula proses investasi yang kita lakukan.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU