26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

BI Pastikan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Terkendali

JAKARTA, duniafintech.comBank Indonesia (BI) menegaskan struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia masih tetap terkendali, terhitung pada bulan Juli 2022.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan terkendalinya ULN Indonesia dapat dibuktikan dengan melihat rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 30,7 persen, menurun jika dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 31,8 persen.

Sealin itu, dia menambahkan struktur ULN Indonesia masih tergolong sehat. Hal itu ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,8 persen dari total ULN. Oleh karena itu, untuk menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN dengan didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi resiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Erwin.

Baca jugaYakin Utang Indonesia Terkecil Dengan Negara Lain? ini Jawabannya

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan di bulan Juli 2022. Tercatat sebesar US$400,4 miliar di bulan Juli 2022, jika dibandingkan bulan sebelumnya US$403,6 miliar dolar.

Kepala Departmen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta. Secara tahunan posisi ULN Juli 2022 mengalami kontraksi sebesar 4,1 persen (yoy).

“Lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen (yoy),” kata Erwin.

Baca jugaBank Indonesia Catat Transaksi Keuangan Digital Meningkat 34,87 Persen 

Untuk posisi ULN pemerintah, Erwin menjelaskan posisi bulan sebelumnya sebesar US$187,3 miliar mengalami penurunan sebesar US$185,6 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah mengalami kontraksi sebesar 9,9 persen (yoy). lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada Juni 2022 yaitu sebesar 8,6 persen (yoy).

Menurutnya penurunan ULN pemerintah terjadi akibat adanya pergeseran penempatan dana oleh investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik sejalan dengan masih tingginya ketidapastian di pasar keuangan global. Sementara itu, instrumen pinjaman mengalami kenaikan posisi dari bulan sebelumnya digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek.

“Baik untuk penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur maupun untuk pembangunan proyek dan program lainnya,” kata Erwin.

Baca jugaBank Indonesia Tarik Peredaran Uang Rupiah Tahun Emisi 1995

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE