24.6 C
Jakarta
Sabtu, 15 Agustus, 2020

Blockchain Velas Mampu Selesaikan 30 Ribu Transaksi Per Detik?

DuniaFintech.com – Apa benar Blockchain Velas mampu selesaikan 30 ribu transaksi per detiknya? Dirancang dan dikembangkan sejak tahun 2019, Virtual Expanding Learning Autonomous System (Velas) adalah blockchain baru yang dibuat oleh startup Velas yang bermarkas di Swiss. Dengan tujuan utama untuk mengatasi masalah skalabilitas (kecepatan dan jumlah transaksi) yang hingga detik ini masih dihadapi oleh blockchain Bitcoin dan Ethereum. Velas didirikan oleh Alex Alexandrov, yang juga CEO CoinPayments.

Velas Bertenaga Artificial intuition 

Blockchain Velas sendiri menggunakan tenaga intuisi buatan atau artificial intuition (AI) dimana pihaknya mengklaim bahwa blockchain ini mampu berkinerja lebih cepat (hingga 30 ribu transaksi per detik daripada blockchain lainnya, seperti Bitcoin dan Ethereum, tanpa mengorbankan karakter desentralistik dan keamanannya.

Intuisi buatan berpangkal dari konsep konsep “sinkronisitas” oleh psikilog ternama, yakni Carl Jung. Ia menggambarkan “kecerdasan intuitif” pada manusia adalah satu tingkat yang luar biasa, di mana informasi (kumpulan data) dipahami lebih luas daripada rasionalitas (logika berpikir).

Dalam praktiknya, khususnya di teknologi terkini, maka intuisi buatan adalah perancangan dan pengembangan peranti lunak khusus, termasuk algoritma yang mampu meniru kecerdasan intuitif itu. Jadi, intuisi buatan harus mampu menafsirkan data secara mendalam dan menemukan faktor-faktor tersembunyi dari informasi-informasi itu.

Hal itu dapat dilakukan melalui tiga aspek, yakni semantic memorymachine learning dan artificial neural networks.

Cara Kerja Velas

Blockchain ini menggunakan mekanisme konsensus inovatif dan unik, yang disebut sebagai Artificial Intuition-Delegated Proof of Stake (AIDPOS). Secara sederhana ini merupakan konsensus dPoS yang ditenagai oleh teknologi khusus, yakni intuisi buatan agar transaksi berjalan lebih efisien.

dPoS sendiri adalah algoritma konsensus turunan dari Proof-of-Stakes, di mana hanya secuil validator node saja yang diperkenankan memvalidasi semua transaksi di blockchain, berdasarkan jumlah aset kripto yang disimpannya.

Pihak lain, yang bukan sebagai validator node, bisa tetap berperan serta mengamankan transaksi dengan mem-vote validator node tersebut. Kedua-duanya mendapatkan imbalan berupa aset kripto dengan jumlah tertentu.

Aspek intuisi buatan di dalam Velas memanfaatkan sejumlah data-data yang dikumpulkannya secara otomatis dari banyak sumber, lalu membentuk satu keputusan terhadap sistem, setelah menakar sejumlah kemungkinan. Dalam satu proses, ketika intuisi buatan itu menemukan potensi jaringan yang tidak efisien, maka jaringan secara otomatis dapat melakukan penyesuaian, tanpa perlu mengkonfigurasi ulang.

Baca juga :

Aset Kripto Velas (VLX)

Mengingat Velas memiliki blockchain sendiri, Velas juga memiliki aset kripto sendiri, yakni VLX. Berdasarkan data di Coinmarketcap, per 10 Juli 2020, VLX berada di peringkat ke-220 dengan imbal hasil mencapai 270 persen, terhitung sejak Oktober 2019.

Perlu diketahui, bahwa sistem pemeringkatan di Coinmarketcap adalah berdasarkan kapitalisasi pasarnya (harga dikali dengan pasokan aset kripto yang beredar). Harga sendiri selalu berubah, bergantung pada minat penggunanya. Itulah sebabnya pihak Velas menanti peringkat baru VLX, dengan target di peringkat 100 bahkan 70.

Kapitalisasi pasarnya juga cukup mumpuni, yakni US$95.435.320, dengan volume perdagangan mencapai US$1.398.502 dalam 24 jam terakhir dari 5 bursa aset kripto dengan 8 pair.

Fitur dan Penggunaan VLX

Serupa dengan aset kripto lain, VLX tentu saja bisa digunakan sebagai transfer of value kepada siapa saja.

Oleh sebab itu, untuk penggunaan pribadi, disarankan menggunakan wallet bawaan Velas yang tersedia untuk 3 platform, yakni desktop, web dan mobile.

Fitur lainnya yang tersedia dalam ekosistem Velas adalah Node Staker, Block Explorer, Velasphere dan Vortex.

Berikut beberapa marketplace aset kripto yang memperdagangkan aset kripto VLX: bw.com, Bittrex, Probit, EXMO, HitBTC dan ZBG, carljung.Anda pun bisa melihat perbandingan marketplace aset kripto Indonesia disini Daftar Marketplace Aset Kripto

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Indonesia, Raih Keuntungan Optimal Dengan Ini

DuniaFintech.com - Masih bingung bagaimana cara mendapatkan Bitcoin gratis di indonesia? Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan investasi...

Daftar Nama Besar Perusahaan Pemberi Modal Startup Indonesia

DuniaFintech.com - Ekosistem usaha rintisan, atau dikenal dengan sebutan startup telah menjadi tren positif dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Adopsi dan perkembangan...

Aplikasi Penghasil Saldo Gopay yang Banyak Diburu Kaum Milenial, Apa Saja? Simak Disini

DuniaFintech.com - Generasi milenial kini semakin dimudahkan dalam mencari sumber pendapatan tambahan dengan kemajuan teknologi internet. Selain banyaknya pekerjaan sampingan dengan sistem...

Fintech P2P Lending Jadi Primadona, Pinjaman Meroket Di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - Fintech P2P Lending jadi primadona? Pinjaman online lewat fintech peer to peer (P2P) lending meroket di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan...

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com - Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah...
LANGUAGE