30.2 C
Jakarta
Senin, 27 Mei, 2024

Cryptocurrency Hari Ini: Harga Bitcoin Cs Terus Bergairah, Cek Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cryptocurrency hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya yang bervariasi dalam 24 jam terakhir.

Adapun beberapa di antaranya terpantau naik tipis, sementara dalam sepekan, mayoritas menguat, dipimpin oleh Bitcoin.

Berikut ini berita terkait cryptocurrency hari ini, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Baca juga: Cara Trading Crypto di Indodax, Trader Pemula Wajib Tahu!

Cryptocurrency Hari Ini: BTC Naik 12,54 Persen dalam Sepekan

Mengacu data Coinmarketcap, Kamis (16/3/2023), harga Bitcoin (BCT) mencapai USD 24.442,04, setara Rp 377,95 juta (kurs Rp 15.463 per USD).

Adapun dalam 24 jam terakhir, BTC terkoreksi tipis 0,69 persen. Sedangkan dalam sepekan, BCT naik 12,54 persen, sekaligus memimpin kenaikan pada periode tersebut.

Sementara itu, harga Ethereum (ETH) naik 2,13 persen dalam sepekan ke level USD 1.662 atau sekitar Rp 25,7 juta. Dalam sepekan, ETH naik 8,41 persen.

Harga Tether (USTD) pun terpantau berada di level USD 1, setara Rp 15.463. USTD naik 0,14 persen dalam 24 jam, dan naik 0,4 persen dalam sepekan.

Di sisi lain, harga BNB (BNB) berada pada level USD 307,87 atau Rp 4,76 juta. Dalam 24 jam terakhir, BNB turun 0,28 persen.

Dalam sepekan, harga BNB baik 7,24 persen. USD Coin (USDC) naik 0,16 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 1 atau sekitar Rp 15.463. Dalam sepekan, harga USDC naik 0,03 persen.

Harga Kripto Lainnya

Sementara itu, crypto XRP (XRP) turun 3,02 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 0,3617, setara Rp 5.592,97. Dalam sepekan, harga XRP terkoreksi 6,54 persen, memimpin penurunan dalam jajaran kripto teratas.

Harga Cardano (ADA) turun 5,06 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 0,3262 atau Rp 5.044,03. Dalam sepekan, harga ADA naik 3,18 persen.

Polygon (MATIC) berada pada level USD 1,12, setara Rp 17.318,56. Harga MATIC turun 6,37 persen dalam 24 jam terakhir, memimpin penurunan pada periode tersebut. Dalam sepekan, harga MATIC naik 6,93 persen.

Dogecoin (DOGE) turun 5,87 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 0,0702 atau sekitar Rp 1.085,50. Dalam sepekan, harga DOGE turun 1,4 persen.

Terakhir, ada Binance (USD) yang terpantau berada pada level USD 1, setara Rp 15.463. Dalam 24 jam terakhir harga BUSD naik 0,1 persen. Dalam sepekan, harga BUSD naik 0,01 persen.

Cryptocurrency Hari Ini: Harga Bitcoin Melompat 50 Persen Tahun Ini, Kalahkan Emas

Sebelumnya dilaporkan, harga bitcoin sudah melonjak 50 persen pada tahun ini di tengah keruntuhan perbankan besar yang selama ini menopang keberadaan crypto, mengalahkan indeks saham dan komoditas utama emas.

Pada 1 Januari, bitcoin mulai diperdagangkan dengan harga lebih dari USD 16.500. 

Lantas, pada hari Rabu kemarin, harganya berada di sekitar angka USD25.000, berkat reli yang dimulai pada hari Minggu.

Baca juga: Cryptocurrency Hari Ini: Bitcoin-Ethereum di Zona Hijau, Intip Harganya

Lonjakan harga tahun ini terjadi setelah bitcoin jatuh 65 persen pada tahun 2022 usai sejumlah proyek besar runtuh dan dana lindung nilai, kebangkrutan, masalah likuiditas dan kegagalan FTX, salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia.

Kenaikan harga bitcoin baru-baru ini agak mengejutkan, di tengah masalah penutupan Silvergate Capital dan Signature Bank, dua pemberi pinjaman terbesar untuk industri crypto.

Silicon Valley Bank, yang dipandang sebagai tulang punggung industri rintisan teknologi yang ternyata juga gagal.

“Lonjakan 50 persen Bitcoin pada tahun 2023 adalah cerminan dari betapa terpukulnya Bitcoin pasca keruntuhan FTX, prospek suku bunga yang berubah, dan kegagalan (& kebangkitan) SVB,” ucap Antoni Trenchev, salah satu pendiri platform perdagangan crypto Nexo, kepada CNBC.

Namun, jika melihat posisi puncaknya hampir menyentuh USD 69.000 pada November 2021, bitcoin masih turun lebih dari 60 persen dari posisi saat ini. Berikut ini beberapa alasan utama bitcoin naik.

Cryptocurrency Hari Ini

 

Bank runtuh

“Saat runtuhnya Silvergate, Signature Bank dan SVB mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar keuangan, rebound bitcoin juga dapat dipicu oleh kegagalan tersebut,” kata Vijay Ayyar, Wakil Presiden Pengembangan perusahaan dan internasional di bursa crypto Luno.

“Peristiwa minggu lalu seputar kegagalan SVB dan bank lain juga menyoroti kekuatan mata uang terdesentralisasi yang dapat sepenuhnya disimpan dan dimiliki orang,” kata Ayyar.

“Keuangan terdesentralisasi mulai menyentuh rumah dalam hal konsep bagi lebih banyak orang sekarang.”

Mata uang terdesentralisasi

Bitcoin disebut mata uang terdesentralisasi karena tidak dikeluarkan oleh satu entitas seperti bank sentral. Sebaliknya, itu bergantung pada teknologi dasar yang disebut blockchain dan jaringannya dikelola oleh komunitas.

Regulator dinilai harus turun tangan untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank ini.

Trenchev dari Nexo mengatakan bahwa intervensi tersebut “mengingatkan investor tentang kekurangan struktural AS. sistem perbankan dan AS dolar yang mendasarinya, alasan mengapa kami melihat penerbangan ke Bitcoin minggu ini.”

Pendukung Bitcoin telah mengklaim mata uang digital adalah cara bagi investor untuk melindungi diri dari pergerakan bank sentral, terutama pelonggaran kuantitatif dan kebijakan moneter yang lebih longgar, yang menurut mereka mengikis nilai mata uang fiat.

Para pendukung menunjuk pada pasokan bitcoin yang terbatas sebagai fitur utama sebagai penyimpan nilai.

Baca juga: Apa Itu Crypto Winter yang Diprediksi Berakhir pada Tahun Ini

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU