26 C
Jakarta
Minggu, 5 Desember, 2021

Da Hongfei, Membangun Jaringan Smart Economy Berbasis Blockchain

DuniaFintech.com – Ada banyak sekali nama orang-orang penting di bidang Blockchain dan kripto aset dari Asia, terutama Cina. Salah satu yang memiliki peran di kedua bidang adalah Da Hongfei. 

Da Hongfei adalah tokoh penting dalam industri kripto aset di Tiongkok. Da Hongfei paling dikenal karena ikut mendirikan jaringan ekonomi cerdas atau Smart Economy berbasis Blockchain pada tahun 2014 bersama dengan Erick Zhang.

Baca juga:

Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Da Hongfei menempuh pendidikan di South China University of Technology dengan gelar di bidang teknologi dan Bahasa Inggris. Ia kemudian bekerja sebagai CEO IntPass Consulting dari 2005 hingga 2013. Dia keluar pada Desember 2013. Pada Januari 2014, ia mendirikan NEO. Di bulan yang sama, dia juga mendirikan Onchain. 

Tidak seperti banyak tokoh Blockchain dan kripto aset di dunia, Da Hongfei bukanlah seorang sarjana komputer. Ia belajar pengkodean secara otodidak tahun 2014 sebelum mendirikan NEO.

Dia dikenal sebagai sosok yang memiliki pemikiran positif terkait Blockchain dan aset kripto. Dalam beberapa tulisannya dia menyatakan menyambut baik adanya regulasi terkat penambangan dan perdagangan kripto aset. Sebab menurutnya, adanya tindak kriminal dan penipuan di kedua bidang membuat perkembangan dan potensi teknologi itu terhambat.

Da Hongfei mendirikan NEO dengan harapan itu bisa memperbarui sistem keuangan yang ada. Da menganggap bahwa sistem keuangan saat ini sangat ketinggalan zaman dan cenderung tidak berfungsi baik. Adanya NEO diharapkan akan memberi manfaat bagi konsumen di Cina dalam arti luas.

Pada bulan September, Neo Global Development mengumumkan peluncuran testnet Neo3, perubahan dari protokol Blockchain Neo yang dimaksudkan untuk mendukung aplikasi komersial berskala besar. Pada bulan yang sama, Neo menjadi anggota Blockchain pertama dari Microsoft .NET Foundation. Pada acara Konsensus 2019 di bulan Mei, Da mengumumkan peluncuran Inisiatif EcoBoost, dana $ 100 juta untuk mendukung pertumbuhan jaringan dan komunitas Neo.

Dengan peluncuran Neo3 tahun ini dan program pendanaan $ 100 juta yang substansial, Neo mungkin akan didesain untuk bersaing dalam jaringan platform kontrak pintar yang lebih besar, dengan target dan pangsa pasar yang masih didominasi oleh Ethereum.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Polis, Premi, dan Cara Klaim Asuransi Mobil Adira

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil Adira adalah proteksi kendaraan yang ditawarkan melalui produk bernama Adira Autocillin. Adapun produk ini termasuk ke dalam salah satu...

Rekomendasi Produk Asuransi Motor Honda Terbaik 2021

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi Motor Honda adalah hal yang penting untuk diketahui, utamanya kalau Anda membeli motor merek Honda secara tunai. Namun, jika Anda...

Terkait Erupsi Gunung Semeru, Ini Pentingnya Asuransi Bencana di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnnya, asuransi bencana adalah program mitigasi atas potensi kerugian yang mungkin timbul disebabkan oleh adanya bencana alam, misalnya gempa bumi,...

Pembebasan Membayar Premi, Ini Manfaat dan Pentingnya Payor Asuransi

JAKARTA, duniafintech.com – Payor asuransi adalah salah satu istilah yang ada pada dunia perasuransian. Untuk memahaminya, Anda pun harus paham terlebih dahulu mengenai prinsip...

6 Tips Jitu untuk Raih Profit Konsisten di Forex Trading

JAKARTA, duniafintech.com – Tips profit konsisten di forex trading adalah hal penting yang perlu Anda ketahui sebagai trader sekalipun Anda adalah pemula di bidang...
LANGUAGE