32.4 C
Jakarta
Jumat, 3 Juli, 2020

Fintech Peer to Peer Lending Solusi Pinjaman Bagi Unbankable

duniafintech.com – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia perlahan-lahan bergerak menuju ekosistem terbesar se-Asia Tenggara, masyarakat semakin familiar dengan berbagai pilihan dan layanan bertransaksi. Salah satunya dengan mengajukan pinjaman atau pembiayaan. Saat ini fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank (unbankable). Tentu alasannya karena proses yang lebih cepat dan mudah.

Menurut data dari Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Fintech Forum, perkembangan fintech peer to peer lending adalah paling pesat diantara financial technology (fintech) lainnya. Perkembangan penyaluran pinjaman P2P kepada invididu/bisnis sebesar 40%, disusul dengan perkembangan terbesar selanjutnya terdapat di jenis fintech pembayaran (payments) sebesar 34%.

Fintech peer to peer lending solusi pinjaman yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Karena menurut data dari OJK, masih ada 100 juta masyarakat Indonesia membutuhkan pinjaman hingga US$70 miliar. Kehadiran fintech lending dinilai menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat unbankable. Saat ini baru ada 127 perusahaan fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK dan sudah melayani 15 juta peminjam. Namun, angka ini masih jauh dari total dari kebutuhan yang ada.

Baca Juga :

Ketua Harian AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia) Kuseryansyah mengatakan kehadiran fintech peer to peer lending sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia karena tingginya kebutuhan pembiayaan. Terutama bagi mereka mereka yang belum terjamah oleh bank. Jadi fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi unbankable juga manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kuseryansyah menambahkan, sejauh ini pemahaman publik dan khalayak mengenai jasa keuangan fintech lending masih cukup rendah. Maka dari itu, AFPI dan semua para pemangku kepentingan termasuk OJK secara aktif turut melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya melalui acara Fintech Talk. Apalagi saat ini pemerintah tengah menargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan sebesar 75% di tahun ini.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pentingnya Detoks Keuangan Sejak Dini, Lakukan Sekarang Juga!

DuniaFintech.com - Detoks keuangan merupakan cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jika sebelumnya Anda mengalami masalah keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar...

3 Kota Ini Dikategorikan Sebagai Wilayah ‘Ramah’ Mobile Game

DuniaFintech.com - Mobile game menjadi kegiatan yang semakin diminati di Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, tak ayal Indonesia menjadi sebuah...

Fintech Lending Memiliki Peran Besar dalam Inklusi Keuangan

DuniaFintech.com – Apakah fintech lending memiliki peran besar dalam inklusi keuangan? Untuk membuktikan hal tersebut, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com - Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan....

Riset: Fintech P2P Tingkatkan Penghasilan UMKM

DuniaFintech.com - Fintech sebagai inovasi jasa keuangan dinilai memiliki andil terhadap bisnis kelas mikro atau UMKM. Hal ini disampaikan dalam riset yang...
LANGUAGE