35 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Fintech Peer to Peer Lending Solusi Pinjaman Bagi Unbankable

duniafintech.com – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia perlahan-lahan bergerak menuju ekosistem terbesar se-Asia Tenggara, masyarakat semakin familiar dengan berbagai pilihan dan layanan bertransaksi. Salah satunya dengan mengajukan pinjaman atau pembiayaan. Saat ini fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank (unbankable). Tentu alasannya karena proses yang lebih cepat dan mudah.

Menurut data dari Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Fintech Forum, perkembangan fintech peer to peer lending adalah paling pesat diantara financial technology (fintech) lainnya. Perkembangan penyaluran pinjaman P2P kepada invididu/bisnis sebesar 40%, disusul dengan perkembangan terbesar selanjutnya terdapat di jenis fintech pembayaran (payments) sebesar 34%.

Fintech peer to peer lending solusi pinjaman yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Karena menurut data dari OJK, masih ada 100 juta masyarakat Indonesia membutuhkan pinjaman hingga US$70 miliar. Kehadiran fintech lending dinilai menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat unbankable. Saat ini baru ada 127 perusahaan fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK dan sudah melayani 15 juta peminjam. Namun, angka ini masih jauh dari total dari kebutuhan yang ada.

Baca Juga :

Ketua Harian AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia) Kuseryansyah mengatakan kehadiran fintech peer to peer lending sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia karena tingginya kebutuhan pembiayaan. Terutama bagi mereka mereka yang belum terjamah oleh bank. Jadi fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi unbankable juga manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kuseryansyah menambahkan, sejauh ini pemahaman publik dan khalayak mengenai jasa keuangan fintech lending masih cukup rendah. Maka dari itu, AFPI dan semua para pemangku kepentingan termasuk OJK secara aktif turut melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya melalui acara Fintech Talk. Apalagi saat ini pemerintah tengah menargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan sebesar 75% di tahun ini.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up ShopeePay via Aplikasi Line Bank, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up ShopeePay via aplikasi Line Bank berikut ini tentu perlu dipahami oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui bersama, saat...

Cara Isi Saldo DANA via ATM BCA hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi saldo DANA via ATM BCA ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna layanan keuangan tersebut. Seperti diketahui bersama, dompet digital...

Cara Bayar Akulaku via Mandiri Online serta Persyaratannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Akulaku via Mandiri Online berikut persyaratannya perlu diketahui oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui pula, hadirnya aplikasi kredit online...

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...
LANGUAGE