25.1 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Fintech Peer to Peer Lending Solusi Pinjaman Bagi Unbankable

duniafintech.com – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia perlahan-lahan bergerak menuju ekosistem terbesar se-Asia Tenggara, masyarakat semakin familiar dengan berbagai pilihan dan layanan bertransaksi. Salah satunya dengan mengajukan pinjaman atau pembiayaan. Saat ini fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank (unbankable). Tentu alasannya karena proses yang lebih cepat dan mudah.

Menurut data dari Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Fintech Forum, perkembangan fintech peer to peer lending adalah paling pesat diantara financial technology (fintech) lainnya. Perkembangan penyaluran pinjaman P2P kepada invididu/bisnis sebesar 40%, disusul dengan perkembangan terbesar selanjutnya terdapat di jenis fintech pembayaran (payments) sebesar 34%.

Fintech peer to peer lending solusi pinjaman yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Karena menurut data dari OJK, masih ada 100 juta masyarakat Indonesia membutuhkan pinjaman hingga US$70 miliar. Kehadiran fintech lending dinilai menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat unbankable. Saat ini baru ada 127 perusahaan fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK dan sudah melayani 15 juta peminjam. Namun, angka ini masih jauh dari total dari kebutuhan yang ada.

Baca Juga :

Ketua Harian AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia) Kuseryansyah mengatakan kehadiran fintech peer to peer lending sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia karena tingginya kebutuhan pembiayaan. Terutama bagi mereka mereka yang belum terjamah oleh bank. Jadi fintech peer to peer lending solusi pinjaman bagi unbankable juga manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kuseryansyah menambahkan, sejauh ini pemahaman publik dan khalayak mengenai jasa keuangan fintech lending masih cukup rendah. Maka dari itu, AFPI dan semua para pemangku kepentingan termasuk OJK secara aktif turut melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya melalui acara Fintech Talk. Apalagi saat ini pemerintah tengah menargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan sebesar 75% di tahun ini.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE