33.6 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com – Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. Sederhananya, Pada dasarnya, platform ini merupakan penghubung antara pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usahanya dengan masyarakat yang ingin memiliki bisnis (investor).

Model bisnisnya membuat investor kini tidak hanya dapat membeli saham dari perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, melainkan juga membeli kepemilikan saham usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tanpa bunga, tanpa denda, cukup bagi dividen hasil usaha saja. Platform ini baru fokus membiayai usaha skala kecil dan menengah yang mencari pendanaan antara Rp500 juta sampai Rp5 miliar. Proses screening yang dibutuhkan sebelum usaha bisa didanai, cukup panjang sekitar 1-2 bulan.

Baca juga :

Secara garis besar, startup ini menempatkan diri sebagai pendamping dan mengajarkan empat komponen, yakni agaimana pembukuan yang benar, tata kelola keuangan yang benar, pembayaran pajak yang benar, baru setelah itu bicara tentang harta perusahaan. Usaha yang bisa masuk ke platform juga tidak sembarang. Minimal sudah berdiri lima tahun, apabila bergerak di bisnis kuliner minimal makanan yang mereka jajakan bersifat timeless, bukan hit pada saat tertentu saja.

Untuk meminimalisir risiko potensi tidak validnya data transaksi usaha, seperti omzet misalnya ada yang tidak dilaporkan apa adanya, atau melakukan modifikasi terhadap revenue yang diperoleh. Platform ini pun punya cara ‘mengintip’ kondisi keuangan dan kinerja bisnis penerbit, yakni lewat kerja sama dengan para platform point of sales (POS) atau akrab disebut aplikasi kasir, serta aplikasi pembayaran cashless via online, salah satunya adalah Moka POS.

Di sisi lain, untuk return investor, Fintech Santara menawarkan proyeksi bagi hasil dengan kisaran kisaran 15%-25% per tahun yang diperoleh dari dividen perusahaan. Kisaran bagi hasil yang diberikan tergantung dari profil bisnis penerbit yang dipilih oleh pemodal, sebab tiap profil bisnis memiliki tingkat profitabilitas yang berbeda-beda. Berdasarkan laporan terkini, platform ini telah menyalurkan modal kepada para 68 pelaku usaha selaku penerbit. Sementara dari sisi pengguna, 222.656 user terdaftar dan tercatat telah aktif melakukan pendanaan. 

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

Santara, Perusahaan Equity Crowdfunding Pertama di Indonesia

Santara merupakan perusahaan equity crowdfunding (ECF) pertama yang berhasil mendapatkan izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan website resminya, Santara mendapat legalitas pada 18 September 2019 lalu. Santara mendapat izin dan pengawasan dari OJK berdasarkan surat keputusan nomor KEP-59/D.04/2019.

Sebagai informasi, equity crowdfunding (ECF) merupakan jenis crowdfunding  yang mempunyai konsep serupa dengan saham. Uang yang nasabah setor akan menjadi equity atau ekuitas yang akan membuat nasabah mendapat bagian dari kepemilikan perusahaan dengan imbal balik berupa dividen.

Dapat dikatakan juga bahwa Equity Crowdfunding adalah istilah untuk layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. Kesimpulannya, Santara merupakan penghubung antara pelaku bisnis yang ingin mengembangkan bisnis dengan masyarakat yang ingin memiliki bisnis

Manfaat Santara untuk Pelaku Bisnis

Bagi para pelaku bisnis, Santara adalah tempat yang sangat tepat untuk mencari pendanaan dengan cara menawarkan sebagian saham kepada para investor yang memberikan modal. Menariknya,  ECF ini tidak membebankan bunga sedikit pun, tidak memberikan denda sama sekali, tetapi memberikan bentuk imbal hasil dari pemilik usaha kepada investor dalam bentuk dividen.

Manfaat Santara untuk Investor

Sedangkan bagi masyarakat yang mempunyai modal dan ingin memiliki bisnis yang punya prospek baik, Santara dapat membantu untuk melakukan seleksi terhadap bisnis-bisnis yang layak. Masyarakat dapat berinvestasi dengan membeli saham sebuah usaha tersebut. Hasilnya, sudah pasti, investor akan mendapatkan pendapatan pasif dari dividen yang dihasilkan perusahaan.

Bisnis yang tersedia tentunya merupakan bisnis yang sudah berjalan dan mempunyai keuntungan. Artinya, para pemilik  modal tidak lagi harus bersusah-payah menjalankan bisnis dari awal. Cukup dengan memberikan modal kepada pelaku bisnis yang punya prospek baik, sehingga hal ini juga dapat membuat bisnis UKM di Indonesia naik kelas.

Hal yang Harus Diperhatikan Oleh Pemodal

Pembelian saham bisnis merupakan aktivitas yang memiliki risiko cukup tinggi. Para pemodal yang ingin berinvestasi pada suatu bisnis, tidak serta merta mendapat kepastian akan mendapat keuntungan, bisa saja bisnis tersebut malah berujung kegagalan.

Platform Santara tidak memaksa pemodal untuk berinvestasi ke suatu bisnis, sehingga segala tindak tanduk yang dilakukan pemodal adalah keinginan dan merupakan tanggung jawabnya masing-masing. Santara dalam hal ini bertindak selaku penyelenggara urun dana yang mewadahi pemodal dan penerbit.

Pemodal yang membeli saham di platform ECF ini artinya sudah sepakat dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pemodal tentu telah memahami risiko dari investasi tersebut, salah satunya adalah kehilangan seluruh modalnya.

Cara Investasi di Santara

Bagi pemodal yang telah memahami segala risiko tentang investasi sebagaimana telah dijelaskan di atas, dan ingin mendaftar sebagai pemberi modal, maka berikut ini langkah-langkahnya.

1. Buka website resmi Santara, kemudian buatlah akun kamu di sana. Caranya cukup dengan klik daftar di tab navigasi di website Santara tersebut, lalu isi form pendaftaran.

2. Lengkapi informasi profil kamu di Santara. Dengan mengisi formulir KYC, maka pihak Santara bisa mengetahui preferensi kamu serta memverifikasi keaslian profil yang kamu kirimkan. Hal ini berguna untuk keamanan kamu dan penyelenggara dalam berinvestasi.

3. Setelah mengisi informasi dan verifikasi akun, maka langkah selanjutnya adalah menunggu tim Santara memverifikasi data yang telah kamu kirim. Biasanya verifikasi ini membutuhkan waktu selama 24 hingga 72 jam.

4. Setelah diterima dan menjadi salah satu pemodal di Santara, maka kamu sudah dapat memilih bisnis yang akan kamu berikan modal. Pilihlah bisnis yang menurut kamu sesuai dengan keinginan. Di samping itu, Santara juga dapat membantu kamu dalam mencari bisnis yang sesuai dengan yang kamu inginkan, lho.

5. Setelah itu, mulailah untuk memasukkan nominal investasi yang ingin kamu investasikan. Kamu akan mendapatkan bagi hasil sesuai dari persentase nominal yang kamu masukkan di website Santara.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE