27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Gaji UMR Bisa Beli Rumah, Coba Terapkan 4 Tips Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Gaji UMR bisa beli rumah? Tentu saja ini selalu jadi pertanyaan dari sekian banyak orang yang mengalaminya.

Hal itu karena pada dasarnya nilai beli rumah selalu bertambah dari tahun ke tahun, seiring dengan inflasi serta pertumbuhan penduduk.

Namun, kamu yang bergaji UMR sebetulnya masih punya harapan. Pasalnya, dengan ketekunan dan kedisiplinan ekstra dalam mengelola keuangan, kamu akan bisa membeli rumah meski gaji kamu masih UMR saat ini.

Nah, untuk mengetahui tips dalam mewujudkan mimpimu itu, simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dinukil dari berbagai sumber.

Baca juga: Tips Menabung untuk Beli Rumah bagi Milenial, Yuk Wujudkan Mimpi Sekarang!

Gaji UMR Bisa Beli Rumah?

Di kalangan masyarakat menengah bawah adalah, memang banyak yang bertanya, apakah gaji UMR berkesempatan untuk membeli rumah?

Apalagi dengan harga bahan pangan yang terus meningkat, sekeras apa lagi para pemilik gaji UMR harus menekan pengeluaran.

Namun, banyak perencana keuangan yang optimistis bahwa dengan gaji UMR, seseorang masih bisa kok beli rumah.

Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan rumah subsidi atau rumah di pinggiran kota yang harganya lumayan terjangkau.

Di samping itu, opsi lainnya adalah dengan terlebih dahulu membeli tanah produktif. Seterusnya, tanah itu dimanfaatkan untuk menambah penghasilan sebab faktanya siapa pun tetap butuh penghasilan tambahan.

Maka dari itu, kamu tidak bisa mengandalkan mentah-mentah gaji UMR untuk mewujudkan segala tujuan keuangan di masa depan.

Terkait hal itu, sumber penghasilan tambahan pun diperlukan untuk meringankan langkahmu dalam mewujudkan segala tujuan keuangan, termasuk membeli rumah impian.

Tips agar Gaji UMR Bisa Beli Rumah

1. Ikut Program KPR Rumah Subsidi

Sejatinya, pemerintah memiliki program dalam bidang perumahan yang bernama KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program ini juga biasa disebut sebagai program KPR rumah subsidi. Adapun KPR subsidi tersebut dirancang supaya masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah tetap memiliki akses untuk membeli rumah pribadi.

Untuk diketahui, rumah yang dijual pada program KPR subsidi ini umumnya tipe 36 hingga tipe 72, dengan kisaran harga Rp100 jutaan.

Syarat-syarat cicilan rumah subsidi pemerintah melalui skema FLPP ini juga terbilang tidak rumit.

Beberapa di antaranya adalah sudah bekerja selama 1 tahun dan berpenghasilan maksimal Rp4 juta.

Baca juga: Poin Penting Kelola Dana P2P Lending Syariah Untuk Beli Rumah

Gaji UMR Bisa Beli Rumah

2. Sisihkan 30% dari Pendapatan untuk DP Membeli Rumah

Dalam prinsipnya, KPR merupakan program yang membiayai terlebih dahulu pembelian rumahmu. Dengan demikian, tanggung jawab untuk membayar rumah akan beralih ke pihak bank, kemudian nanti kamu akan mencicilnya kepada bank.

Akan tetapi, sebelum itu, kamu perlu memenuhi uang muka atau DP yang tidak sedikit. Umumnya, bank akan membebankan DP sebesar 20—30% dari nilai penjualan rumah. 

Kendati persentasenya terbilang masih kecil, jumlah uang yang perlu dikeluarkan tidak demikian. Misalkan kamu membeli rumah seharga Rp200 juta, nah DP yang perlu dikeluarkan adalah sekitar Rp40 hingga Rp80 juta.

Maka dari itu, metode paling tepat untuk membayar DP rumah, yakni dengan menyisihkan 30% dari pendapatanmu sejak saat ini. Di samping itu, supaya konsisten, sebaiknya kamu mulai menabung di awal bulan.

3. Jangan Boros agar Gaji UMR Bisa Beli Rumah

Kalau sudah menyisihkan sebesar 30% pendapatan untuk tabungan DP rumah maka saatnya kamu memiliki 70% pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan makanan, pakaian, transportasi, sampai hiburan.

Manfaatkanlah anggaran ini sebaik-baiknya dan jangan sampai mengganggu pos tabungan untuk DP dan cicilan rumah. Sebaiknya pula kamu menerapkan gaya hidup hemat mulai dari sekarang.

Di samping itu, catatlah pengeluaran apa saja yang terjadi dalam sebulan. Kalau masih ada sisa dari 70% maka tabunglah di pos DP dan cicilan rumah. Namun, jika tidak ada sisa dan malah kelebihan pengeluaran maka lakukanlah evaluasi.

4. Mulai Berinvestasi agar Gaji UMR Bisa Beli Rumah

Sebagai pengingat, pada dasarnya tabungan saja pasti tidak akan cukup untuk mempersiapkan DP rumah atau membayar cicilan. Nah, sebaiknya kamu menambah penghasilan dengan berinvestasi.

Dengan demikian, uang yang disimpan bukan hanya mengendap dan termakan inflasi, melainkan juga akan memiliki return alias keuntungan.

Sekian ulasan tentang gaji UMR bisa beli rumah yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Beli Rumah KPR Subsidi? ini Tips agar Tak Salah Pilih

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE