33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Gak Kemana-mana, Harga Emas 1 Februari 2021 Terpantau Masih Murah

DuniaFintech.com – Harga emas pada Senin 1 Februari 2021 masih belum beranjak. Setelah di penghujung pekan mengalami kenaikan, kini logam mulia tersebut statis hingga pasar dibuka kembali.

Melihat dari laman PT Pegadaian, harga emas untuk PT Antam dilego dengan harga Rp 1.930.000 untuk bobot 2 gram. Sementara untuk bobot 5 gram juga cenderung statis di harga Rp 2.867.000. Dari kedua ukuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa harga beli cenderung tidak berubah dari pekan sebelumnya.

Senada dengan Antam, harga emas UBS pada Senin 1 Februari juga tak beranjak. Untuk bobot terkecil, yakni 0, 5 gram bertahan di harga Rp 505.000. Selanjutnya, emas UBS dengan berat 1 gram juga tak kunjung naik dengan bertahan di angka Rp 945.000. 

Harga emas sempat mengalami penurunan harga yang ekstrim, lantaran banyaknya langkah politik dan keuangan dunia. Kebijakan stimulus keuangan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden membuat logam mulia mengalami sentimen negatif.

Selain itu, kebijakan Federal Reserve untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 0% hingga 0,25%. Hal tersebut berdampak terhadap harga jual/beli emas secara signifikan, lantaran membuat harga dolar AS menjadi dominan.

Baca juga:

Harga Emas 1 Februari 2021

Berikut adalah daftar harga emas per Senin 1 Februari 2021 di pasar Pegadaian. Ada pun daftar meliputi emas UBS dan Antam.

BobotAntamUBS
0,5 gramRp 505.000
1 gramRp 945.000
2 gramRp 1.930.000Rp 1.874.000
5 gramRp 4.744.000Rp 4.630.000

Sebagai salah satu jenis investasi yang populer di dunia, beberapa orang kerap menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek, seperti indeks harga saham. Meski demikian, beberapa orang juga menjadikan logam mulia sebagai jaminan simpanan serta safe haven.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan dan penurunan nilai emas, salah satu yang paling berpengaruh ialah perubahan nilai mata uang Dollar Amerika Serikat. Disebutkan, semakin rendah nilai tukar mata uang negeri Paman Sam tersebut terhadap Rupiah, maka harga logam mulia tersebut semakin meroket.

Faktor selanjutnya ialah produksi emas dunia. Sejak tahun 2000, jumlah produksi emas semakin menurun lantaran sumber daya yang semakin berkurang serta kesulitan dalam penambangan. Hal ini tentunya membuat logam mulia menjadi instrumen investasi yang diperebutkan.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE