34.6 C
Jakarta
Senin, 7 September, 2026

Harga Bitcoin Sideways di Sekitar US$80.000, Pasar Menunggu Data Inflasi AS

Harga Bitcoin (BTC) bergerak relatif stabil di sekitar level US$80.000 pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Setelah mencatat penguatan dalam beberapa hari sebelumnya, Bitcoin kini memasuki fase sideways ketika pasar menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Bitcoin naik tipis 0,20% dalam 24 jam ke level US$80.050. Pada saat yang sama, dominasi Bitcoin berada di level 59,95%, sementara total kapitalisasi pasar kripto meningkat 0,35% menjadi US$2,70 triliun.

Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak dalam rentang US$78.000 hingga US$81.000.

Bitcoin Bergerak Sideways Sejak Jumat

Pergerakan Bitcoin cenderung menyamping sejak Jumat, 4 September, setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan yang cukup kuat.

Salah satu faktor yang memengaruhi pasar adalah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan penambahan 162.000 tenaga kerja, jauh lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 56.000.

Tingkat pengangguran berada di 4,1%, sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, pertumbuhan upah tahunan tercatat sedikit meningkat menjadi 3,1%, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3%.

Data ketenagakerjaan tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Namun, investor kini mengalihkan perhatian kepada indikator inflasi untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga Bitcoin

Pasar Menunggu Data PPI dan CPI AS

Setelah data ketenagakerjaan dirilis, perhatian pelaku pasar kripto berikutnya tertuju pada data inflasi Amerika Serikat.

Producer Price Index (PPI) untuk Agustus 2026 dijadwalkan dirilis pada Kamis, 10 September. Sehari setelahnya, Jumat, 11 September, pasar akan mendapatkan data Consumer Price Index (CPI).

Kedua indikator tersebut penting karena dapat memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Bagi Bitcoin, data inflasi menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar dapat meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap suku bunga dan memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Dengan demikian, pergerakan BTC dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS.

Bitcoin Spot ETF Catat Inflow Tiga Pekan Beruntun

Di tengah pergerakan Bitcoin yang sideways, arus dana menuju produk Bitcoin Spot ETF justru masih menunjukkan kondisi positif.

Bitcoin Spot ETF mencatatkan net inflow selama tiga pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 4 September 2026, total arus masuk bersih mencapai US$986,85 juta.

Bahkan pada 3 September saja, Bitcoin Spot ETF mencatat lonjakan net inflow harian sebesar US$730,87 juta.

Arus dana tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap Bitcoin masih cukup kuat meskipun harga belum mampu melanjutkan kenaikan secara agresif.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap harga Bitcoin apabila permintaan dari investor institusional terus berlanjut.

Harga Bitcoin Terkini

Apakah Bitcoin Bisa Menembus US$81.000?

Untuk jangka pendek, area US$81.000 menjadi salah satu resistance yang perlu diperhatikan.

Selama Bitcoin masih bertahan di atas US$78.000, struktur pergerakan jangka pendek masih relatif terjaga. Jika mampu menembus US$81.000 dengan momentum yang kuat, peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan dapat kembali terbuka.

Sebaliknya, apabila harga kehilangan support US$78.000, tekanan jual berpotensi meningkat dan Bitcoin dapat memasuki fase koreksi lebih dalam.

Karena itu, rentang US$78.000–US$81.000 menjadi area penting untuk memantau arah pergerakan BTC berikutnya.

Baca juga : 

Data Inflasi Bisa Menjadi Katalis Berikutnya

Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mencatat penguatan sebelumnya. Arus dana yang masuk ke Bitcoin Spot ETF memberikan dukungan positif, tetapi pasar masih membutuhkan katalis baru untuk mendorong harga keluar dari rentang sideways.

Data PPI dan CPI Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini berpotensi menjadi katalis tersebut.

Jika data inflasi menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan, sentimen terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dapat membaik.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dapat membuat investor kembali berhati-hati dan meningkatkan tekanan terhadap Bitcoin.

Dengan demikian, selain memantau level teknikal US$78.000 dan US$81.000, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan ekonomi AS dan arus dana Bitcoin Spot ETF.

Selengkapnya berita kripto terbaru di sini >>

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Lakukan riset mandiri serta pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU