32.9 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

INDEF: E-commerce Pintu Pembangunan Wilayah Pelosok Indonesia

DuniaFintech.com – Badan riset ekonomi dan keuangan INDEF merilis temuannya soal ekonomi digital dan dampaknya pada perekonomian. Salah satu temuan menarik yang perlu diperhatikan ialah soal data yang dihimpun oleh Bank Indonesia terhadap transaksi e-commerce yang meningkat menjadi 98,3 juta transaksi.

Ahmad Heri Firdaus, salah satu peneliti dari INDEF menyebutkan potensi tantangan dan peluang atas meningkatnya tren berbelanja e-commerce di Indonesia. Ada pun peluang utama yang dimiliki adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang mampu memaksimalkan keuntungan dari adanya pembatasan aktivitas karena pandemi.

Hanya saja, Heri melanjutkan, peluang tersebut hanya berlaku kepada pelaku UMKM yang sudah mengadaptasi ekosistem digital. Hal ini sekaligus dinilai sebagai tantangan dan masalah oleh Heri. Sebanyak 86 juta industri UMKM, hanya sekitar 13% yang sudah go digital.

Kondisi geografis dinilai termasuk sebagai kendala yang menyebabkan sulitnya penyerapan digitalisasi di Indonesia. Selain itu, syarat utama dalam menyerap digitalisasi, seperti perangkat ponsel pintar hingga layanan data internet.

Heri juga mengatakan, tantangan terberat yang dihadapi ialah edukasi tentang manfaat yang diperoleh UMKM apabila memasuki ekosistem digital. Menurutnya, wawasan akan digitalisasi mampu menjadi motivasi pelaku usaha di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga:

E-commerce Pintu Masuk Penyebaran Ekonomi Digital Indonesia

Heri mengklaim bahwa e-commerce menjadi pintu penyebaran pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. Namun terdapat beberapa syarat utama yang harus dipenuhi, seperti akses internet yang belum memadai. Dalam temuan INDEF disebutkan, sebanyak 9,02% desa tidah memiliki jaringan internet yang layak. Sementara itu, sebanyak 12,58% sinyal internet memiliki daya jangkau yang lemah.

Temuan yang juga dijadikan tantangan untuk e-commerce berperan mendorong perekonomian digital Indonesoa adalah masyarakat non-bank (underbank). Sebanyak 79% warga desa belum memiliki rekening tabungan.

Heri berpendapat bahwa tren fast moving consumer goods, atau e-commerce yang melayani bisnis eceran dan grosir akan sangat menjanjikan perkembangan bisnis UMKM di masa new normal dan new normal.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Terbaru! Indra Kenz Didakwa Judi Online di Kasus Binomo

JAKARTA, duniafintech.com - Indra Kesuma alias Indra Kenz, bekas Afiliator Binomo dan tersangka kasus penipuan investasi, didakwa melakukan pidana judi online. Selain itu, ia juga...

Pasar Kripto Bangkit, Begini Tips Trading di Indodax Biar Cuan

JAKARTA, duniafintech.com - Pasar kripto mulai kembali bergairah pada Agustus ini sehingga tips trading di Indodax perlu dipahami para trader pemula. Pada dasarnya, tips trading...

Hanya Afiliator, Doni Salmanan tidak Kelola Transaksi Quotex

JAKARTA, duniafintech.com – Pada sidang eksepsi kasus penipuan investasi opsi biner dengan terdakwa Doni Salmanan, kuasa hukumnya mengungkap fakta baru. Menurut tim pengacara terdakwa Salmanan,...

Mudah Banget! Begini Cara Deposit Indodax melalui Alfamart

JAKARTA, duniafintech.com - Cara deposit Indodax melalui Alfamart gampang banget lho. Ikuti yuk langkah-langkah yang dijelaskan pada artikel ini. Sebagai informasi, di Indodax, trading bisa...

Subsidi BBM Bengkak, Akankah Harga Pertalite dan Solar Naik? 

JAKARTA, duniafintech.com - Subsidi BBM atau bahan bakar minyak bengkak hingga Rp 502 triliun. Lantas, akankah harga Pertalite dan Solar naik?  Presiden Joko Widodo atau...
LANGUAGE