26 C
Jakarta
Rabu, 29 Juni, 2022

Miliki Regulasi Lebih Ramah, Independent Reserve Ekspansi ke Singapura

duniafintech.com – Independent Reserve, salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di Australia, berekspansi ke Singapura setelah tanggapan sangat positif dari regulator setempat.

Adrian Przelozny, CEO dan pendiri pertukaran yang berbasis di Sydney tersebut mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah memperluas layanan perdagangan untuk pengguna di Singapura, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa timnya merasa waktu yang tepat untuk melakukan langkah ini.

Przelozny merujuk sejumlah langkah positif oleh regulator Singapura sebagai bagian dari alasannya.

Independent Reserve menawarkan sejumlah fitur perdagangan ritel dan institusional, termasuk pasar spot dan layanan over-the-counter (OTC). Pertukaran ini juga memperkenalkan perlindungan asuransi terhadap pencurian atau kehilangan aset digital yang disimpan di akun klien pada Februari 2019.

Baca juga: 

Didirikan pada 2013, Independent Reserve mengklaim memiliki lebih dari 120.000 pelanggan dan 8.000 dana super mandiri (self-managed super funds/SMSF), dana pensiun swasta yang dioperasikan oleh para anggotanya dan diatur oleh hukum Australia.

Singapura mengadopsi pendekatan senjata terbuka terhadap regulasi cryptocurrency ketika Otoritas Moneter Singapura (MAS), bank sentral de facto dan regulator keuangan negara itu, menciptakan kerangka hukum – Undang-Undang Layanan Pembayaran 2019 – yang secara efektif membawa semua penyedia pembayaran cryptocurrency di bawah yurisdiksi setempat.

Undang-Undang Layanan Pembayaran

Undang-Undang Layanan Pembayaran adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan Independent Reserve untuk pindah ke Singapura, menurut Przelozny.

“Setelah bekerja sama dengan regulator Australia, dan sebagai satu-satunya pertukaran Australia yang memiliki asuransi atas aset kripto, respons yang kami terima sejauh ini dari pasar Singapura sangat positif,” kata Przelozny.

Sejumlah pertukaran lain yang tertarik dengan peraturan pemerintahan Singapura, juga menyatakan minat untuk pindah ke negara itu. Binance mengumumkan rencana untuk mendirikan pertukaran fiat-to-crypto baru di negara itu tahun lalu.

Sekelompok mantan bankir Morgan Stanley meluncurkan pertukaran derivatif kripto pada bulan Desember setelah MAS menerbitkan proposal untuk mengatur jenis produk keuangan ini.

Pengguna baru di Singapura sekarang akan memiliki akses ke platform perdagangan institusional untuk cryptocurrency termasuk Bitcoin, Ethereum, Litecoin dan XRP. Independent Reserve menegaskan bahwasanya perdagangan dolar Singapura akan diintegrasikan ke dalam platform-nya dan akan beroperasi sebagai entitas yang sepenuhnya terpisah dari platform yang berbasis di Australia.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenali P2P Lending Syariah, Halal Tanpa Riba

JAKARTA, duniafintech.com – Mengenali P2P Lending Syariah nampaknya menjadi salah satu hal yang penting saat ini. Kemajuan teknologi membuat peer to peer (P2P) lending...

Kelebihan dalam P2P Lending Syariah, Halal Pastinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kelebihan dalam P2P lending syariah akan jadi pembahasan tim DuniaFintech.com kali ini. Untuk lebih mengenal apa itu P2P lending syariah, simak...

Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, Simak ini Guys!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, seperti apa? Kini anda bisa dengan bebas berinvestasi dan mengajukan pembiayaan syariah melalui fintech P2P...

Bengkel Spesialis Mercy, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Bengkel spesialis Mercy terdekat adalah tempat yang paling dicari oleh pengguna mobil keluaran Jerman ini. Di samping lantaran membutuhkan perawatan khusus, di...

Tahapan Investasi P2P Lending Syariah, Jadi Solusi Keuangan

JAKARTA, duniafintech.com – Tahapan investasi P2P lending syariah kali ini bisa dijadikan solusi, jika Anda mencari investasi yang terpercaya dan menawarkan imbal hasil yang...
LANGUAGE