25 C
Jakarta
Kamis, 19 Mei, 2022

Joe Biden Buat Harga Emas Kamis 28 Januari 2021 Anjlok

DuniaFintech.com – Harga emas pada Kamis 28 Januari 2021 kompak rontok setelah Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden menerapkan kebijakan untuk stimulus ekonomi. Selain itu, beberapa sentimen perekonomian dalam negeri juga turut menyumbang anjloknya harga emas.

Faktor lain penyebab anjoknya emas juga didukung oleh kebijakan Federal Reserve (The Feds) yang menginginkan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 0% hingga 0,25%. Hal tersebut berdampak terhadap harga jual/beli emas secara signifikan, lantaran membuat harga dolar AS menjadi dominan.

Sementara itu, harga emas di pasar Pegadaian otomatis rontok, baik untuk UBS dan Antam. Untuk bobot 2 gram, Antam rontok senilai Rp 4.000, dibuka dengan harga sebelumnya Rp 1.938.000 kini di lego menjadi Rp 1.934.000 pada Kamis 28 Januari.

Selain itu, di bobot 5 gram Antam melego harganya senilai Rp 4.754.000 yang sebelumnya dibuka dengan harga Rp 4.765.000.

Di sisi lain, UBS juga mengalami penurunan signifikan. Untuk ukuran terkecil, yakni 0,5 gram kini berharga Rp 503.000 setelah sebelumnya berharga Rp 507.000. Sementara untuk ukuran 1 gram, harganya senilai Rp 942.000, dimana kemarin berharga Rp 949.000.

Baca juga:

Harga Emas Kamis 28 Januari 2021

Berikut adalah daftar harga emas per Kamis 28 Januari 2021 di pasar Pegadaian. Ada pun daftar meliputi emas UBS dan Antam.

BobotAntamUBS
0,5 gramRp 503.000
1 gramRp 942.000
2 gramRp 1.934.000Rp 1.869.000
5 gramRp 4.754.000Rp 4.618.000

Sebagai salah satu jenis investasi yang populer di dunia, beberapa orang kerap menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek, seperti indeks harga saham. Meski demikian, beberapa orang juga menjadikan logam mulia sebagai jaminan simpanan serta safe haven.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan dan penurunan nilai emas, salah satu yang paling berpengaruh ialah perubahan nilai mata uang Dollar Amerika Serikat. Disebutkan, semakin rendah nilai tukar mata uang negeri Paman Sam tersebut terhadap Rupiah, maka harga logam mulia tersebut semakin meroket.

Faktor selanjutnya ialah produksi emas dunia. Sejak tahun 2000, jumlah produksi emas semakin menurun lantaran sumber daya yang semakin berkurang serta kesulitan dalam penambangan. Hal ini tentunya membuat logam mulia menjadi instrumen investasi yang diperebutkan.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lagi Cari Cara Investasi Emas dengan Mudah? Simak Ulasannya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas dengan mudah, apakah ada? Tentu saja. Ada banyak cara berinvestasi emas yang tersedia saat ini dan Anda bisa...

Yuk Dicoba! Panduan Cara Mengecek Taspen dengan Mudah

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan cara mengecek Taspen sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN)—disebut juga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seperti diketahui,...

Ekuitas Pemegang Saham: Klasifikasi hingga Komponennya

JAKARTA, duniafintech.com – Secara umum, pengertian ekuitas pemegang saham adalah nilai aset atau sejumlah uang yang akan diberikan oleh perusahaan kepada pemilik saham ketika...

Mudah! Begini Cara Blokir ATM BCA yang Hilang atau Tertelan

JAKARTA, duniafintech.com – Cara blokir ATM BCA berikut ini penting diketahui oleh Anda yang kebetulan kartu ATM-nya hilang atau tertelan ketika melakukan transaksi. Adapun...

Pasti Laris Manis! Yuk Ikuti Cara Posting Jualan di Facebook Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Cara posting jualan di Facebook memang banyak dicari oleh para penjual di lapak-lapak online yang tersedia di salah satu platform media...
LANGUAGE