27.6 C
Jakarta
Minggu, 21 April, 2024

JOMO adalah: Dampak hingga Perbedaannya dengan FOMO 

JOMO adalah singkatan dari Joy of Missing Out. Selain istilah yang sudah dikenal luas, FOMO (Fear of Missing Out), ada juga istilah lain yang menunjukkan sikap berlawanan, yaitu Joy of Missing Out (JOMO). 

Konsep dasar dari JOMO adalah mengacu pada perasaan senang atau gembira yang bertentangan dengan FOMO. Penerapan konsep JOMO dianggap dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan sehari-hari. 

JOMO adalah mencerminkan kegembiraan karena tidak mengikuti acara atau kegiatan yang dianggap kurang penting atau kurang menarik. Berbeda dengan FOMO, menerapkan JOMO dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan, dan ketenangan emosional.

Menerapkan JOMO adalah dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif, terutama dalam konteks pengelolaan investasi. Dalam konteks investasi, JOMO berarti merasa puas dengan rencana investasi sendiri dan tidak terpengaruh oleh keputusan investasi orang lain yang mungkin terlihat menarik.

Baca juga: Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

jomo adalah

JOMO adalah

Menurut Psychology Today, JOMO adalah perasaan puas dengan kondisi saat ini dan hidup sepenuhnya pada saat ini. Konsep JOMO adalah mencakup kebiasaan seperti menghentikan perbandingan diri dengan orang lain, lebih memperhatikan pengelolaan waktu, dan berani mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Secara esensial, JOMO adalah menciptakan rasa kebahagiaan dan kepuasan ketika melewatkan acara atau pengalaman tertentu, khususnya yang dianggap signifikan oleh orang lain, terutama dalam konteks media sosial.

JOMO adalah muncul sebagai respons terhadap tekanan sosial yang dapat menimbulkan kecemasan karena merasa wajib untuk ikut serta dalam acara yang dianggap penting oleh orang lain. Ini merupakan usaha untuk menghindari perasaan tertinggal dan tekanan untuk selalu mengikuti arus tanpa mempertimbangkan keinginan pribadi.

Berbeda dengan FOMO, JOMO adalah menitikberatkan pada pengelolaan waktu untuk kepentingan diri sendiri, menghargai momen bersantai, dan menyadari bahwa tidak semua pengalaman sosial atau tren populer harus dikejar dan diikuti.

JOMO dalam Konteks Investasi Kripto dan Contohnya

Dalam ranah perdagangan (trading) dan investasi kripto, istilah JOMO digunakan untuk menggambarkan keputusan trader yang tidak mengikuti arus bersama trader kripto lainnya.

Sebagian besar trader memiliki potensi untuk membuat keputusan yang tidak optimal dalam perdagangan, terutama karena terpengaruh oleh tren pasar yang sementara, dengan tujuan menghindari potensi kerugian yang signifikan.

Sebagai contoh, selama masa bullish Bitcoin pada tahun 2020—2021, terjadi kenaikan harga yang mencolok. Dalam konteks ini, banyak yang mungkin tergoda untuk membeli Bitcoin pada puncak harga dan berharap mendapatkan keuntungan lebih lanjut dari kenaikan tersebut.

Namun, setelah Bitcoin mencapai harga tertinggi pada November 2021 sebesar $69.000 atau setara dengan hampir Rp1 miliar, harga Bitcoin kemudian mengalami penurunan hingga 60%.

Para trader JOMO, yang menjual atau tidak membeli Bitcoin selama kenaikan tersebut, kemudian menjadi pihak yang mendapat keuntungan. Mereka berhasil menjaga modal mereka untuk kemudian masuk kembali ke perdagangan Bitcoin pada level yang lebih rendah, ketika FOMO tidak lagi mendominasi pasar. Peristiwa ini terjadi pada Juni 2022, menandai titik harga terendah terbaru Bitcoin.

Dampak Buruk FOMO dan JOMO sebagai Solusinya

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, FOMO fokus pada perhatian terhadap kepemilikan orang lain, mengalihkan fokus individu pada hal-hal di luar dirinya sendiri. Individu yang mengalami FOMO cenderung terlibat dalam perbandingan eksternal daripada refleksi internal.

Dapat disimpulkan bahwa FOMO dapat mendorong seseorang untuk berusaha menampilkan dirinya sebagai orang lain, bukan sebagai diri sendiri. Pernyataan ini disampaikan oleh Assistant Professor Darlene McLaughlin, seorang psikiater di Texas A&M Health Science Centre College of Medicine, seperti yang dikutip oleh Women’s Weekly.

Namun, hal ini bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan. Pada dasarnya, akan selalu ada orang lain yang memiliki hal-hal yang tidak dimiliki oleh seseorang. Meskipun berusaha mengejar hal tersebut, seseorang mungkin tidak pernah merasa cukup. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan bagi kesehatan mental.

Di sisi lain, JOMO adalah menekankan perasaan puas terhadap apa yang dimiliki seseorang. Secara otomatis, individu dengan JOMO akan selalu merasa cukup dengan kondisi mereka saat ini. Tentu saja, merasa cukup tidak berarti berhenti mengejar tujuan atau berhenti berusaha menjadi lebih baik. Seseorang tetap dapat melakukan keduanya, namun dengan merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki pada saat ini.

Sementara itu, ada Michael Gogol, seorang pengamat pasar yang termasuk dalam kelompok trader yang menganut pendekatan JOMO, tidak terbuai oleh prediksi Bitcoin yang terlalu optimistis pada akhir tahun 2021. Sebulan sebelum harga Bitcoin mencapai puncaknya pada Oktober 2021, ia mengurangi eksposur kripto-nya, dan pada Mei 2022, ia menyatakan kelegaannya atas keputusan tersebut.

FOMO, yang muncul dari dorongan untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat, mendorong banyak trader untuk percaya bahwa mereka bisa menggandakan atau melipatgandakan investasi mereka dalam hitungan hari, minggu, atau bulan dengan berinvestasi dalam aset kripto. Terlibat dalam perdagangan berisiko tinggi semacam ini dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan mental para trader, menciptakan stres, dan menyebabkan kurangnya tidur.

Untuk menghindari terjerumus dalam FOMO, trader dapat mengambil beberapa langkah untuk mengalihkannya menjadi JOMO adalah, di antaranya:

Baca juga: Kenali FOMO dan Bahayanya untuk Keuangan Anda

jomo adalah

  • Membangun rencana perdagangan yang terstruktur;
  • Membuat catatan jurnal trading crypto untuk memonitor pola perdagangan dan hasil keputusan;
  • Melakukan analisis potensi trading crypto dengan mempertimbangkan aspek analisis fundamental dan teknis;
  • Menjauhkan diri dari pengaruh emosional dan tetap mematuhi rencana trading, sambil dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan pribadi.

Perbedaan JOMO vs FOMO

Sebaliknya JOMO adalah Fear of Missing Out yang dikenal sebagai FOMO. Menurut laporan TIME, FOMO merujuk pada kekhawatiran terlewatnya aktivitas atau kepemilikan orang lain pada saat ini.

FOMO sering kali muncul dengan keyakinan bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih baik daripada apa yang dimiliki oleh diri sendiri. Ini berbeda dengan JOMO yang lebih fokus pada kepuasan terhadap apa yang dimiliki saat ini.

Sebagai contoh, ketika seseorang naik jabatan (si A), kembali dari liburan luar negeri (si B), atau baru saja memiliki anak kembar (si C), seseorang yang merasa takut tertinggal (si D) mungkin mengalami FOMO.

Dapat disimpulkan bahwa si D merasakan FOMO karena khawatir tertinggal dari pencapaian si A, B, dan C, yang semuanya terjadi pada saat yang bersamaan.

Bagaimanakah Menerapkan JOMO dalam Kehidupan?

Mengadopsi JOMO (Joy of Missing Out) dalam kehidupan membawa berbagai keuntungan dan dampak positif yang signifikan. Ini dikarenakan kemampuan JOMO dalam menciptakan suasana kehidupan yang lebih positif, memperkuat ketenangan batin, dan memberikan ruang bagi individu untuk mengejar hal-hal yang benar-benar bermakna. Berikut beberapa cara untuk menerapkan JOMO dalam kehidupan:

  1. Ketahui Apa yang Kamu Mau

Langkah awal adalah memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang benar-benar kamu inginkan. Ketika orang di sekelilingmu meraih berbagai pencapaian, seringkali muncul rasa takut tertinggal. Untuk menghindari perasaan ini, penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang tujuanmu sendiri, daripada sekadar mengikuti arus.

Tidak hanya cukup mengetahui keinginanmu, tapi juga penting untuk fokus dan mengejar mereka dengan tekun. Pisahkan keinginanmu menjadi langkah-langkah konkret dan laksanakan langkah-langkah tersebut secara konsisten untuk mencapai tujuanmu.

Contohnya, jika tujuanmu adalah mengubah arah karier, tetapkan langkah-langkah seperti memperoleh keterampilan yang diperlukan, memperbarui portofolio, mencari peluang pekerjaan, dan melatih keterampilan wawancara. Dengan cara ini, ketika orang di sekitarmu mencapai promosi atau pencapaian lainnya, kamu tidak perlu merasa tertinggal karena kamu memiliki pemahaman yang kuat bahwa tujuan sebenarnya adalah mengubah arah karier, bukan sekadar mendapatkan promosi.

  1. Menghindari Media Sosial

FOMO sering muncul terutama di lingkungan media sosial. Di platform ini, orang sering menampilkan sisi terbaik dari kehidupan mereka, yang dapat memicu perasaan ketinggalan. Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki sisi kurang baik yang tidak selalu terlihat.

Jika media sosial menjadi pemicu FOMO, pertimbangkan untuk mengurangi frekuensi membukanya. Fokuslah pada diri sendiri, nikmati hobi, atau kejar impian tanpa terpengaruh oleh pencapaian orang lain yang mungkin hanya terlihat di permukaan.

jomo adalah

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, JOMO adalah perasaan kebahagiaan dan kepuasan saat melewatkan acara atau pengalaman tertentu, terutama yang dianggap signifikan oleh orang lain, terutama di media sosial.

Dalam konteks investasi, JOMO berarti merasa puas dengan rencana investasi sendiri dan tidak terpengaruh oleh keputusan investasi orang lain yang mungkin terlihat menarik.

Selain itu, cara menerapkan JOMO dalam kehidupan termasuk (1) memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang diinginkan dan (2) mengurangi paparan terhadap media sosial.

Lebih lanjut, penting untuk diingat bahwa pendekatan JOMO juga relevan dalam perjalanan investasi kripto seseorang. Melalui penerapan konsep JOMO, investor dapat menciptakan suasana yang lebih positif, meningkatkan keseimbangan emosional, dan mencapai tujuan investasi dengan lebih tenang dan puas.

Baca juga: Wajib Paham! Inilah 5 Cara Menjadi Blockchain Developer yang Sukses

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE