31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Julius Baer Tambah Layanan Trading dan Kustodian Aset Digital

duniafintech.com – Julius Baer, wealth management group dari Swiss, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan layanan trading sekaligus kustodian kripto aset. Langkah ini dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi.

Julis Baer, bank swasta yang sekaligus menjadi perusahaan manajer kekayaan terbesar di Swiss ini mengumumkan bahwa mereka akan melakukan kemitraan dengan Seba untuk menyediakan layanan terkait kripto aset dan kustodiannya.

Pengumuman itu dibuat pada 21 Januari, setelah akuisisi saham minoritas dari 2018 dan kemitraan ditutup dengan Seba Bank AG, yang terjadi pada Februari 2019 lalu. Menurut pengumuman itu, pintu masuk Julius Baer ke ruang kripto harus ditunda karena Seba masih memerlukan regulasi.

Julius Baer: Layanan Kripto Semakin Banyak Dicari

Meskipun belum terlalu banyak detail tentang penawaran yang diberikan, kemungkinan besar yang akan digunakan adalah platform dan layanan yang dimiliki oleh Seba. Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, Julius Baer akan menawarkan layanan seperti solusi transaksi kripto, penyimpanan aset digital dan tinjauan umum pada portofolio gabungan untuk aset digital dan tradisional. Menurut keamanan, likuiditas dan ketahanan teknis mereka, bank akan memilih kripto aset paling populer dan berkinerja baik. Belum disebutkan apa pun tentang aset apa saja yang akan ditawarkan.

Baca juga:

Seba Telah Diregulasi Penuh

Seba diberi lisensi FINMA bersamaan dengan Sygnum. Pada bulan Desember 2019 lalu mereka mulai menawarkan layanan kepada para investor terakreditasi dan institusional dari 9 negara baru. Seba menyediakan aplikasi dompet plus fasilitas perbankan dan kartu untuk lebih dari 5 kripto teratas, seperti Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ether (ETH), Ether Classic (ETC) dan Stellar (XLM).

Investor Seba juga mendapat penawaran untuk layanan pertukaran kripto ke fiat dan kripto ke kripto. Selain itu, Seba juga memberikan akun khusus untuk perusahaan Blockchain dan karyawan-karyawannya. Seperti diberitakan, Sygnum selama ini berambisi bisa beroperasi secara global. Saat ini mereka sedang dalam pembicaraan dengan regulator untuk mendapatkan lisensi untuk perbankan di Singapura.

Blockchain akan Mengubah Seluruh Layanan Keuangan yang Ada

Pada musim gugur 2019 lalu, kepala strategi dan kepala penelitian dan solusi investasi di Julius Baer, Christian Gattiker-Ericsson, mengatakan kripto aset saat ini sedang dalam proses seleksi “Darwinian”, dengan pemenang yang masih belum ditentukan. Selain munculnya kripto aset terbaik, teknologi Blockchain juga akan mengubah industri layanan keuangan secara keseluruhan nantinya.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...

Mengenal Koisan, Game NFT Indonesia yang Pantas Diperhitungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT Koisan yang merupakan produk asli dalam negeri telah hadir meramaikan jagat industri non-fungible token.  Dalam perkembangan teknologi NFT yang kian...
LANGUAGE