31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Kabar Baik, Pengguna Telegram Kini Bisa Kirim Kripto Lewat Bot

JAKARTA, duniafintech.com – Kabar baik, Blockchain yang terdesentralisasi Telegram Open Network (TON) mengumumkan pada pekan ini, mereka akan menambahkan bot yang memungkinkan lebih dari 550 juta pengguna dapat mengirim Kripto atau cryptocurrency ke pengguna lain melalui obrolan.

Peluncuran awal bot “dompet” akan memungkinkan pengiriman dan penerimaan Toncoin.

Menurut keterangan pengembang yang dilansir dadi Republika, Toncoin akan bebas dari biaya transaksi. Terkait dengan urusan kripto, Telegram memang memiliki rekam jejak panjang.

Baca juga: Penghentian Siaran TV Analog Diterapkan, Menkominfo: Segera Pasang Set Top Box

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Oktober 2019 lalu mengajukan keluhan terhadap Telegram setelah perusahaan mengumpulkan 1,7 miliar dolar AS melalui penjualan token pribadi.

SEC menuduh token Gram adalah sekuritas yang tidak terdaftar. Sebagai bagian dari penyelesaian Juni 2020, Telegram setuju untuk mengembalikan 1,224 miliar dolar AS kepada investor.

Dalam prosesnya, Telegram menyerahkan kendali TON dan Toncoin yang sekarang menjadi cryptocurrency terbesar ke-205 menurut CoinMarketCap.com dengan nilai 2,83 miliar dolar AS kepada komunitas The Open Network, komunitas open source yang didedikasikan untuk mengembangkan Toncoin dan blockchain terkait.

Menurut The Open Network, mereka yang ingin mengirim Toncoin melalui bot “dompet” baru yang diklaim telah digunakan lebih dari 800 ribu akun di Telegram sejak diaktifkan awal pekan ini, perlu menginstal versi terbaru aplikasi Telegram.

Baca juga: Mendag Lutfi: Pengusaha Bandel Langgar Larangan Ekspor Kena Sanksi

Dikutip Decrypt, Jumat (29/4/2022) kemarin, Telegram memungkinkan pengguna membuat bot untuk mengotomatiskan aktivitas di platform. Meskipun Telegram mengizinkan bot “dompet,” tidak berarti perusahaan mendukungnya.

Alat serupa dibuat pada tahun 2019 oleh Lightning Labs, sebuah grup yang berkembang di Bitcoin Lightning Network. Dijuluki Lightning Torch, pengguna dapat mengirim sejumlah kecil Bitcoin yang dikenal sebagai satoshi melalui Twitter.

Pada September 2021, Twitter menjadikan tip dalam Bitcoin melalui Lightning Network sebagai bagian dari platformnya.

TON berharap penyederhanaan proses transaksi cryptocurrenci akan memungkinkan adopsi yang lebih besar di dunia.

“Ini akan membantu untuk menambahkan solusi pembayaran blockchain ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata juru bicara TON dalam siaran pers.

Baca juga: Elon Musk: Saya Akan Beli Coca-Cola dan Memasukkan Kokain Kembali

 

Penulis: Kontributor/Panji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...
LANGUAGE