26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Kapan Resesi Amerika Bakal Terjadi? Begini Prediksi Elon Musk

JAKARTA, duniafintech.com – CEO Tesla Elon Musk memperingatkan risiko terjadinya resesi pada ekonomi di Amerika Serikat (AS). Dia menyebutkan perekonomian negeri Paman Sam tersebut memiliki kemungkinan kembali menghadapi resesi.

Tesla, perusahaan Elon Musk sendiri akan melakukan pemangkasan karyawan hingga 10% demi mencegah hal tersebut berdampak kepada perusahaan. Tetapi jumlah karyawan yang digaji per jam akan meningkat.

Musk juga menyatakan karyawan harus menghabiskan minimal 40 jam per minggu di kantor atau ‘cabut dari Tesla’. Menurutnya jumlah itu jauh lebih sedikit dari permintaan pada pekerjaan pabrik.

“Semakin tinggi jabatan Anda, semakin terlihat keberadaan Anda. Tentu saja ada perusahaan yang tidak memerlukannya, namun kapan terakhir kali mereka mengirimkan produk baru yang hebat? Sudah lama,” jelas Elon Musk melalui surat elektronik, sebagaimana dikutip Reuters melalui CNBC, Selasa (28/5/2022).

Baca juga: Startup ‘Mati’, Elon Musk: Banyak Uang Dikasih ke Orang Bodoh

Sementara melalui akun Twitternya, dia tidak menyangkal keaslian email itu. Bahkan menyatakan mereka yang tidak setuju ‘harus berpura-pura bekerja di tempat lain’.

Padahal sebelum peringatan Musk, Tesla memiliki sekitar 5.000 lowongan pekerjaan di LinkedIn dari sales di Tokyo dan teknisi di GigaFactory Berlin yang baru hingga ilmuwan di Palo Alto. 

Selain itu, perekrutan karyawan online untuk wilayah Shanghai juga telah dijadwalkan pada 9 Juni di saluran WeChat-nya.

Baca jugaKabar Baik, Elon Musk Isyaratkan Twitter Bakal Terintegrasi dengan Pembayaran Kripto

Dalam laporan ke bursa saham AS, pada 2021 total karyawan Tesla mencapai 99.920 karyawan.

Bila firasat ini terealisasi, akan ada 9.992 karyawan Tesla akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, pembukaan lowongan baru karyawan Tesla juga jelas akan dibatalkan.

Meski ada ketakutan dari Musk, data permintaan untuk mobil Tesla dan kendaraan listrik (EV) lainnya tetap kuat di pasaran.

Baca jugaKelas Standar BPJS Kesehatan, Apa Saja Fasilitas Ruang Inapnya?

Baca juga: Binance vs Indodax Dua Platform Jual Beli Kripto Raksasa, Manakah yang Lebih Baik? 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: Nama Fintech Legal Dicatut, AFPI Ancam Tempuh Jalur Hukum

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini datang dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Untuk diketahui, AFPI melayangkan ancaman terhadap pihak-pihak yang...

Berita Bitcoin Hari Ini: Koreksi, BTC Dibanderol Rp 355 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini masih seputar pergerakan harga kripto yang mengalami koreksi.  Saat ini, aset kripto dengan kapitalisasi pasar tersebar Bitcoin atau...

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...
LANGUAGE