26.8 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Waspada Kejahatan Siber, Masyarakat Diminta Tingkatkan Literasi Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Masyarakat Indonesia diminta untuk meningkatkan literasi digital guna meminimalisir tindakan kejahatan siber. 

Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang cukup besar untuk dikembangkan di masa mendatang. 

Kendati demikian, optimalisasi peluang perlu diikuti dengan upaya peningkatan literasi digital masyarakat guna meminimalisir kejahatan siber yang rentan terjadi. 

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyebut, Indonesia memiliki 55 juta pekerja profesional alias skilled workers dan diproyeksi akan meningkat menjadi 113 juta pada 2030. 

Seiring dengan tren tersebut, pengguna internet di Indonesia tumbuh 52,68% year on year (yoy) menjadi 202 juta orang per Januari 2021.

Baca jugaSering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Trading Kripto dan Forex

OJK juga mencatat, tingkat inklusi keuangan Indonesia baru mencapai level 76,9% pada 2019. Sedangkan tingkat literasi keuangan masih relatif rendah, yaitu di posisi 38,03%. Bahkan indeks literasi digital masih 3,49%.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V.M. Tarihoran menyatakan, inovasi di era keuangan digital membuat banyak potensi ekonomi menjadi lebih terbuka. 

Baca jugaOJK Lakukan Penutupan Ribuan Fintech Ilegal

Kendati demikian, semua pihak masih perlu mewaspadai risiko keamanan siber yang terus terbuka yang utamanya disebabkan oleh literasi digital masyarakat yang masih rendah.

“Kita melihat, sekitar 38% dari masyarakat sudah mengakses produk keuangan yang rentan diserang oleh kejahatan siber,” katanya, dalam keterangan yang dikutip Senin (22/8/2022). 

Oleh sebab itu Horas menyampaikan, literasi keuangan tidak akan bisa ditingkatkan oleh OJK sendirian, sehingga diperlukan peran sektor jasa keuangan termasuk perbankan. 

Menurutnya, ada sekitar 3.100 lembaga jasa keuangan yang terdaftar di OJK dan baru 40 persen yang memenuhi telah melakukan kegiatan edukasi minimal 1 kali setahun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan siber. 

“Bank-bank besar, misalnya BNI, melakukan kegiatan edukasi sudah lebih dari satu kali,” katanya.

Baca jugaSesuai Keekonomian, BBM Pertalite Harusnya Dijual di Atas Rp 13.000/Liter

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE