26.2 C
Jakarta
Kamis, 18 April, 2024

Kemendag Dorong BI Digitalisasi Pembayaran di Mall dan Pasar Rakyat

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung optimalisasi implementasi program Sehat, Inovatif dan Aman Pakai (S.I.A.P) QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) di pusat perbelanjaan (mall) dan pasar rakyat.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan S.I.A.P QRIS merupakan salah satu langkah konkret dalam digitalisasi pembayaran. Program ini mewujudkan transaksi pembayaran yang lebih aman secara kesehatan, lebih cepat dan praktis. Sehingga, dapat mendorong konsumsi masyarakat untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“QRIS ini juga dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran daring yang semakin masif. Sebagaimana kita ketahui, saat ini banyak penyedia layanan digital yang bisa dipakai,” kata Jerry.

Menurut Jerry para peritel baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan atau mall memiliki kontribusi penting dalam mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga merupakan  salah satu faktor pendorong tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusinya mencapai 51,47% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Beda Pandangan Kemendag dan Bank Indonesia Soal Aset Kripto, Pengamat: Bank Indonesia Terlalu Berlebihan

Dia menambahkan tahun ini program (S.I.A.P) QRIS sudah diterapkan di 30 pusat perbelanjaan/mall dan 130 pasar  rakyat. Sementara itu, transaksi ritel yang kembali  menggeliat juga menjadi peluang penerapan QRIS lebih luas, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

“Peluncuran (S.I.A.P) QRIS kali ini semoga bisa mendorong para pelaku usaha sektor ritel dan pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah DKI Jakarta untuk  memanfaatkannya secara optimal. Sebab, DKI Jakarta merupakan pionir kemajuan teknologi perdagangan di Indonesia,” ujar Jerry.

Baca juga: Kemendag Gencar Promosikan Pasar Kripto Indonesia

Destri menambahkan, QRIS dapat memudahkan para pedagang untuk mencatat transaksi. Hal ini sangat bermanfaat  bagi  para  pedagang, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM tidak perlu menyiapkan uang kembalian, terbebas dari uang palsu, lebih higienis, dan tentunya lebih efisien.

“Kami berharap ini akan semakin memudahkan transaksi perdagangan,” Destri.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal  II-2022 tumbuh 5,44 persen secara tahunan. Sementara, dari  sisi ekspor, surplus neraca perdagangan pada Semester I mencapai USD 24,89 Miliar atau tertinggi sepanjang sejarah, melebihi tahun 2007 sebesar USD 20,15 Miliar. Ekspor nonmigas juga tumbuh 37,33 persen pada periode tersebut.

Baca juga: Prediksi Gubernur Bank Indonesia Bila Harga BBM Naik

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE