Perang Iran atau Gejolak geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong harga emas dunia meningkat signifikan sebagai aset safe haven, seperti tercatat dalam sejumlah laporan terbaru yang menunjukkan harga emas naik di pasar global. Ketika konflik semakin intens, investor makin melirik emas sebagai perlindungan nilai terhadap risiko ekonomi dan pasar saham yang volatil.
“Emas Antam Bisa Capai Rp 3,5 Juta/Gram”
Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, mengatakan kepada media bahwa jika konflik Iran terus meningkat dalam satu pekan ke depan, harga emas batangan fisik seperti emas Antam di Indonesia berpotensi melambung hingga sekitar Rp 3,5 juta per gram.
Menurut Ibrahim Assuaibi, permintaan terhadap emas sebagai pelindung nilai akan semakin tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian global yang didorong oleh konflik tersebut. “Ketika geopolitik tidak kondusif, permintaan safe havenseperti emas biasanya melonjak tajam dalam waktu singkat,” ujarnya.

Harga Emas Dunia dan Antam Saat Ini
Data terbaru menunjukkan harga emas batangan Antam di Indonesia sudah menembus bahkan di atas Rp 3 juta per gram, yakni di kisaran Rp 3,0 – Rp 3,1 juta/gram dalam beberapa hari belakangan sebagai respons awal terhadap konflik tersebut.
Kebijakan pasar spot emas global juga menunjukkan kenaikan, di mana harga emas berada di level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir karena aliran modal ke aset defensif menjelang eskalasi geopolitik lebih lanjut.
Baca juga :
Minyak Dunia yang Juga Tertekan
Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa kenaikan harga minyak kemungkinan akan memperkuat sentimen terhadap emas. Harga minyak dunia telah melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah—terutama di jalur strategis Selat Hormuz, yang merupakan rute penting bagi ekspor minyak global.
“Kenaikan harga minyak tidak hanya mengakibatkan tekanan inflasi global, tetapi juga memperkuat aliran modal ke emas karena investor mencari aset yang lebih stabil nilainya,” ujar Assuaibi.
Bitcoin Diprediksi Stagnan

Sementara itu, Ibrahim Assuaibi memandang komoditas kripto seperti Bitcoin belum menunjukkan respons sekuat emas terhadap konflik geopolitik. Menurutnya, volatilitas Bitcoin tinggi dan investor cenderung menghindari aset berisiko saat ketidakpastian meningkat.
“Dalam fase krisis geopolitik seperti ini, investor biasanya memprioritaskan aset safe haven yang sudah terbukti seperti emas, sementara Bitcoin bisa saja stagnan atau bahkan turun karena belum sepenuhnya dipandang sebagai perlindungan nilai oleh banyak pelaku pasar,” katanya.
Emas Sebagai Perlindungan Nilai (Safe Haven)
Kenaikan emas sebagai aset defensif mencerminkan pola historis di mana ketegangan global mendorong permintaan emas. Aset ini sering dianggap sebagai perlindungan terhadap gejolak ekonomi, inflasi, atau konflik internasional yang berdampak luas pada pasar keuangan dan produksi komoditas.
Dengan latar tersebut, prediksi Assuaibi bahwa emas Antam dapat menyentuh Rp 3,5 juta/gram dalam kurun satu pekan menjadi skenario yang tidak mustahil sepanjang konflik tidak segera mereda dan permintaan safe haven terus meningkat.





