26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Mesut Ozil Bertandang ke Indonesia, Sandi Uno Harap Wisata Nusantara Makin Populer

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap kunjungan pesepakbola internasional asal Jerman, Mesut Ozil yang bertandang ke Indonesia dapat makin mempromosikan pariwisata dan produk ekonomi kreatif nusantara. 

Mesut Ozil bertandang ke Indonesia dalam rangka proyek kolaborasi bersama merek sepatu olahraga Concave.

“Bagi kami, untuk promosi pariwisata bisa melalui beberapa platform, salah satunya sepak bola karena olahraga ini digemari mayoritas penduduk dunia terutama di beberapa pasar yang menjadi fokus kita, seperti Timur Tengah dan Eropa,” kata Sandiaga dalam konferensi pers bersama Mesut Ozil, dikutip dari Tempo.co, Sabtu (28/5). 

Baca juga: Kripto, Metaverse dan NFT Diyakini Akan Ubah Dunia, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Ambil Peluang

Sandiaga mengatakan pola kolaborasi untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dalam bingkai tatanan ekonomi baru dapat dilakukan dengan menggunakan nama-nama kesohor seperti Ozil yang sangat dikenal di Indonesia. 

Metode pemasaran baru juga dapat dilakukan dengan micro influencer, seseorang yang memiliki pengikut (follower) antara 10 ribu sampai dengan 50 ribu follower di media sosial seperti TikTok yang bisa menargetkan pasar lebih spesifik.

Saat ini, menurut Sandiaga, pemasaran dengan cara lama sudah tak efektif digunakan. Ia mencontohkan Indonesia yang pernah mengundang tim sepakbola asal Inggris, yaitu Liverpool dengan biaya yang sangat mahal.

Sandiaga menilai kolaborasi dengan individu yang terkenal semisal Mesut Ozil merupakan teknik baru pemasaran. 

“Dulu kerja samanya sama tim, tapi sekarang sama individu,” kata dia.

Baca juga: Kripto Ambruk: Sandiaga Uno Ingatkan Soal Alokasi Investasi, Ini Penjelasannya

Dengan menggunakan konten yang dipublikasikan melalui media sosial, menurut Sandiaga, diharapkan dapat memperkenalkan destinasi-destinasi baru di Indonesia selain Bali kepada dunia, yaitu lima Destinasi Super Prioritas, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Likupang di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Mesut Ozil mengaku senang bisa datang ke Indonesia. Pemain klub Fenerbahce itu mengatakan terpesona dengan daya tarik pariwisata nusantara. 

Ia telah berencana untuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan Bali selama kunjungannya di Indonesia. Selain itu, Mesut Ozil telah mencicipi hidangan rendang yang disebutnya pedas tapi sangat enak selama di Indonesia.

Baca juga: Viral Ajakan UAS untuk Boikot, Pengaruhi Sektor Pariwisata Singapura?

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE