27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Modal Usaha UMKM jadi Fokus Amartha Kolaborasi dengan eFishery

JAKARTA, duniafintech.com –  PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai perusahaan teknologi finansial yang berfokus pada penyaluran modal usaha bagi UMKM, menjalin kolaborasi dengan eFishery.

eFishery adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi akuakultur dengan fokus pembudidayaan ikan. Melalui kolaborasi ini, Amartha berkomitmen menyalurkan modal usaha UMKM, senilai Rp100 miliar bagi pembudidaya ikan binaan eFishery, dengan besaran pinjaman mulai dari Rp3 – Rp100 juta per orang.

Terkait modal usaha UMKM, kolaborasi ini telah terjalin sejak Maret 2022 melalui program “Kasih Bayar Nanti (Kabayan)” yang merupakan bagian dari layanan eFishery Mall (eMall). Tercatat, sebanyak lebih dari 1.600 pembudidaya ikan telah menerima fasilitas kredit dari Amartha.

“Kolaborasi dengan eFishery merupakan wujud layanan keuangan inklusif yang diberikan oleh Amartha kepada para pelaku UMKM. Amartha menjangkau segmen pasar yang lebih masif dengan memberikan akses modal bagi para pembudidaya ikan.  Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan serta peningkatan nutrisi  bagi jutaan keluarga di Indonesia, sehingga semakin banyak pelaku UMKM di sektor perikanan yang dapat meningkatkan  kesejahteraan serta taraf hidupnya lewat akses permodalan yang lebih baik.” kata Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha.

Berbeda dengan sistem tanggung renteng yang selama ini digunakan Amartha dalam menyalurkan modal usaha bagi perempuan pelaku UMKM, kerja sama dengan eFishery tidak menggunakan konsep serupa. Para pembudidaya ikan dapat mengajukan pinjaman yang nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan budidaya ikan dari eFishery.

Baca juga: Cara Mengajukan KUR BRI untuk Modal Usaha UMKM

Pelaku usaha budidaya ikan juga memiliki tenor pinjaman yang berbeda dengan kebanyakan mitra perempuan pengusaha ultra mikro binaan Amartha. Lewat modal usaha UMKM program Kabayan, pembudidaya ikan dapat memilih tenor pinjaman 1 – 6 bulan. Pengukuran risiko akan dilakukan oleh Amartha dengan bantuan machine learning, yang nantinya menghasilkan credit scoring akurat bagi para peminjam.

“Para pembudidaya ikan yang merupakan pekerja sektor non formal sering merasa kesulitan mendapatkan akses permodalan dari lembaga bank, sehingga eFishery menghadirkan program eFisheryFund untuk membuka akses keuangan. Pemilihan Amartha sebagai partner, adalah karena Amartha telah berpengalaman dan credible dalam menyediakan layanan keuangan inklusif. Kolaborasi ini diharapkan akan membawa angin segar bagi para pembudidaya ikan agar bisnis mereka dapat meningkatkan kualitas produksi dan menambah pendapatan.” ungkap Gibran Huzaifah, CEO & Co-Founder eFishery.

Terkait pelaksanaan teknisnya, pelaku usaha budidaya ikan maupun konsumen B2B dapat mengajukan pinjaman lewat platform eFisheryFund. Kemudian Amartha akan melakukan verifikasi dengan mengukur skor kredit pelaku usaha ultra mikro, dan mendistribusikan pinjaman lewat eFishery, sehingga memudahkan peminjam untuk mengakses layanan keuangan, sebagai modal usaha UMKM.

Baca juga: Ingin Mengembangkan Bisnis? Begini Cara UMKM Mendapatkan Modal Usaha!

Amartha menyadari bahwa akselerasi inklusi keuangan di Indonesia membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam menggalang pendanaan, Amartha cukup gencar menjalin kerja sama dengan sektor perbankan. Tercatat, lebih dari 23 mitra perbankan telah bergabung dengan Amartha, bahkan di tahun 2022 ini jumlah penyaluran permodalan sudah melebihi dua triliun rupiah.

Sedangkan untuk menyalurkan modal, Amartha mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi seperti eFishery, sehingga dapat memperluas portofolio dan menjangkau modal usaha dalam segmen UMKM yang lebih beragam.

“Amartha membuka peluang bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk mengakselerasi penyaluran modal inklusif bagi segmen usaha ultra mikro yang lebih masif, tidak terbatas pada perempuan saja. Contohnya kolaborasi dengan eFishery ini sebagai sesama perusahaan teknologi. Pangsa pasar pembiayaan bagi UMKM masih sangat besar di Indonesia. Amartha optimis lewat produk dan layanan keuangan inklusif, kami bisa menjalin kolaborasi dengan sektor yang lebih beragam”, tutup Taufan.

Baca jugaPilihan Pinjaman Modal Usaha Secara Online jika BLT UMKM Tak Cair

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE