27.7 C
Jakarta
Kamis, 2 Mei, 2024

Pasokan Bitcoin dan Ethereum Berkurang, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com – Baru baru ini, Bitcoin mencapai rekor baru dimana sebanyak 19  juta keping Bitcoin telah berhasil ditambang dari total maksimum suplai Bitcoin yaitu sebesar  21 juta. Dengan begitu, total Bitcoin yang bisa ditambang hanya tersisa sekitar 2 juta keping  saja.

Tidak hanya Bitcoin, kabar menarik pun datang dari kripto peringkat dua yaitu Ethereum.  Sebanyak 2 juta Ethereum sudah berhasil di burn oleh para developer ETH. Burning 2 juta  token ETH ini bertujuan untuk meningkatkan Ethereum Improvement Proposal atau EIP-1559.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, bahwa Dua momen penting ini tentu akan banyak  mengurangi pasokan dari kedua kripto dengan market cap terbesar ini. Fenomena ini tentu  merupakan suatu kabar baik karena berkurangnya pasokan dan tingginya permintaan akan  meningkatkan harga suatu aset jika dilihat secara jangka panjang.

Meskipun, sesekali akan  mengalami penurunan harga jikalau market sedang berada di fase jenuh dan itu merupakan hal  yang sudah biasa terjadi di pasar perdagangan kripto.

“Jika pasokan suatu kripto khususnya Bitcoin dan Ethereum berkurang, justru merupakan  kabar yang positif. Bitcoin dan Ethereum adalah dua aset kripto yang paling banyak  ditransaksikan oleh para investor karena kedua kripto ini lebih populer dibanding kripto  lainnya, menduduki peringkat teratas secara market cap di situs Coinmarketcap ataupun  CoinGecko dan secara teknologi serta project pun lebih mature sehingga permintaan terhadap  kedua kripto ini tinggi,” kata Oscar.

Bitcoin dan Ethereum pun sering di beli oleh para institusi investor. Seperti perusahaan besutan  Michael Saylor, Micro Strategy yang baru baru ini memborong Bitcoin senilai 1,7 Triliun  Rupiah lewat anak perusahaannya, MacroStrategy, menggunakan pinjaman yang didapat dari  bank kripto asal San Diego, Silvergate dengan jaminan Bitcoin sebesar 205 juta USD.

Pinjaman yang didapatkan dari menjaminkan BTC yang sudah dimiliki oleh MicroStrategy  sebelumnya, ditujukan untuk menambah portofolio untuk disimpan sebagai investasi jangka  panjang.

Tidak hanya itu, high demand terhadap kripto khususnya Bitcoin dan Ethereum juga terjadi  karena orang orang semakin sadar soal teknologi blockchain sehingga banyak negara di dunia  yang melonggarkan kebijakan soal kripto sebagai suatu komoditas, alat pembayaran, bahkan  devisa negara.

Fungsi kripto pun semakin dibutuhkan karena ekosistemnya, seperti NFT, defi  dan metaverse yang banyak menggunakan jaringan Ethereum.

Terlebih, adanya momen seperti halving day Bitcoin selama 4 tahun sekali, para penambang  akan semakin sulit mendapatkan Bitcoin. Faktor Ini juga akan menyebabkan harga Bitcoin juga  semakin naik.

“Orang orang harus memahami bahwa jika minat dan permintaan akan suatu barang semakin  banyak supply barang yang ada pun akan semakin berkurang. Sehingga nantinya harga barang  pun akan naik. Hukum pasar ini juga berlaku di pasar perdagangan kripto,” kata Oscar.

Melihat banyak masuknya investor kripto pemula baik itu perseorangan ataupun institusi dan  regulasi negara yang mengizinkan kripto khususnya Bitcoin dan Ethereum untuk difungsikan  selain sebagai komoditas, Oscar melihat kedepannya dua kripto teratas itu akan semakin  banyak diminati mengingat ekonomi digital dunia serta adopsi kripto terus bertumbuh setiap  harinya.

Berdasarkan data perdagangan Indodax per Kamis 7 April 2022 jam 11.00 WIB, harga Bitcoin  berada di kisaran 623 juta rupiah per 1 btc dan harga Ethereum berada di kisaran 45 juta rupiah  per 1 ETH.

Sebagai tambahan informasi, Indodax adalah perusahaan jual beli aset kripto terbesar dan  terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 200 aset kripto dan melayani lebih  dari 5.2 juta member dan member pun bisa bertransaksi mulai dari harga 10 ribu Rupiah.

Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang  berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali.(rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE