33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Pembayaran Digital di Arab Saudi Naik 75% di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com – Pandemi yang berlangsung telah menyebabkan aktivitas online meningkat pesat. Tidak hanya pembelajaran sekolah dan aktivitas kantor, berbelanja hingga melakukan pembayaran kini semakin banyak dilakukan dengan cara digital. Salah satu negara yang merasakan langsung peningkatan digital payment akibat pandemi adalah Arab Saudi.

Transaksi pembayaran digital di negara tersebut dikabarkan melonjak hingga 75 persen pada tahun 2020 karena konsumen Saudi melakukan belanja online selama pandemi virus corona (COVID-19). Sementara itu penarikan tunai dari ATM dan titik pembayaran lainnya turun 30 persen selama periode yang sama.

Transaksi Melalui PoS Alami Kenaikan Pesat

Point of Sale (PoS) mengacu pada tempat di mana pelanggan dapat melakukan pembayaran untuk barang atau jasa. Ini bisa berupa kartu kredit di toko pakaian, pembayaran digital di kedai kopi, atau melalui aplikasi pengiriman makanan. 

Baca Juga:

Dilansir dari Arab News, Talat Zaki Hafiz, ekonom dan sekretaris jenderal media dan komite kesadaran perbankan untuk bank-bank Saudi, mengatakan, “Jumlah total operasi PoS pada tahun 2020 berjumlah sekitar 2,8 miliar, meningkat 75 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.”

Nilai operasinya berjumlah sekitar SR349 miliar ($93,7 miliar), meningkat hampir 24,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Akibatnya, jumlah perangkat PoS yang beroperasi di Arab Saudi meningkat tajam pada akhir tahun 2020 menjadi lebih dari 700.000, meningkat sekitar 70 persen sejak awal tahun.

Ketika konsumen beralih ke pembayaran cashless online dan digital selama pandemi, jumlah penarikan tunai yang dilakukan pada tahun 2020 di seluruh Arab Saudi turun lebih dari 318 juta, atau sekitar 30 persen year-on-year.

“Statistik dan indeks ini mengkonfirmasi peningkatan dan permintaan yang stabil oleh masyarakat dan bisnis untuk menggunakan teknologi pembayaran elektronik melalui perangkat PoS,” kata Hafiz.

Lonjakan minat banyak orang untuk melakukan aktivitas secara online tidak hanya membantu sektor perbankan. Pada bulan November, Amazon mengumumkan telah menciptakan 3.400 pekerjaan baru di seluruh negeri dengan 60 persen posisi diberikan kepada warga negara Saudi.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE