Pemerintah Salurkan Kredit Online untuk Satu Juta UMKM senilai Rp 4,2 T

0
3053
Pemerintah Salurkan Kredit Online
Ilustrasi

DuniaFintech.com – Pemerintah salurkan kredit online sebesar Rp 4,2 triliun untuk satu juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha UMKM dapat mengakses kredit tersebut melalui ekosistem digital yang disebut dengan Digital Kredit UMKM (DigiKU).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, layanan penyaluran kredit digital tersebut merupakan inovasi dari himpunan bank milik negara (Himbara). Melalui layanan digital tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses kredit hanya dalam waktu 15 menit.

Pemerintah mencatat, 22% atau 8.140 dari total 37 ribu UMKM yang terpukul pandemi corona, membutuhkan modal usaha. Namun, masih banyak UMKM yang terganjal administrasi perbankan. DigiKU bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi UMKM. Sebab persyaratan pengajuan kreditnya diklaim lebih mudah dibandingkan prosedur normal.

Pemerintah salurkan kredit online ini untuk program UMKM yang targetnya bergabung dengan e-commerce maupun platform digital lainnya seperti Gojek dan Grab. Dengan program ini harapannya target penyaluran KUR yang sebesar Rp 190 triliun tahun ini bisa dilakukan baik secara offline maupun online.

Baca Juga:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, “pemerintah menyiapkan bantuan Rp 123,46 triliun untuk UMKM selama pandemi Covid-19. Bantuan ini berupa subsidi bunga, dana pinjaman, dan dari sisi fiskal. Pemerintah juga menyalurkan bantuan melalui Himbara senilai Rp 30 triliun. Besarannya, masing-masing Rp 10 triliun untuk Bank Mandiri dan BRI, serta Rp 5 triliun lewat BNI dan BTN.”

Airlangga menambahkan kebijakan itu akan berdampak positif bagi perekonomian. Sebab, nilai transaksi perdagangan di platform digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 135 miliar. hingga saat ini penyaluran KUR total plafon yang berhasil digelontorkan mencapai Rp 76 triliun dan disalurkan ke 2,22 juta debitur. Masih ada outstanding Rp 69,9 triliun. Diharapkan ini bisa diakselerasi dengan platform DigiKU dan diharapkan UMKM bisa segera pulih dari persoalan melemahnya demand sehingga diharapkan awal tahun depan UMKM bisa kembali beroperasi dan menemukan demand-nya.

Selain pemerintah salurkan kredit online, juga akan mulai menggulirkan penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi, yaitu usaha dengan kebutuhan kredit modal kerja sebesar Rp10 miliar atau lebih tinggi. Penjaminan ini dapat mendorong pemberian kredit modal kerja baru sebesar Rp100 triliun dalam 18 bulan ke depan hingga 2021 mendatang.

Untuk diketahui, alokasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang ditujukan kepada UMKM tercatat mencapai Rp123,46 triliun. Per 17 Juli 2020, BKF mencatat realisasi dari program untuk UMKM tersebut sudah mencapai 24,42%.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here