32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Studi: Kepedulian Keamanan Siber di Industri Indonesia Meningkat

DuniaFintech.com – Pentingnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan siber di berbagai sektor industri Indonesia semakin mengalami peningkatan. Firma teknologi, Palo Alto Network meriilis hasil studinya terkait prilaku perusahaan di beberapa wilayah Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand dan Singapura.

Surung Sinamo, Country Manager Palo Alto Networks membuka hasil riset yang telah dilakukan pihaknya pada awal Februari 2020 sebelum pandemi COVID-19 mewabah. 

“Kesadaran pelaku bisnis untuk mencegah dan menggagalkan serangan siber yang mengancam dan menganggu bisnisnya semakin meningkat. Hal ini merupakan penelitian yang telah dlakukan dalam beberapa tahun terakhir,”

Hasil survei tersebut juga menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan nilai investasi terbesar di negara yang menjadi koresponden penelitian. Sekitar 44% perusahaan yang menjadi koresponden menilai program investasi yang telah mereka terima tidak memberikan perlindungan menyeluruh akan keamanan siber untuk industri mereka.

Dalam temuan survei, 4 dari 5 perusahaan (84%) mengklaim telah menganggarkan keamanan siber pada rentang waktu sebelum wabah COVID19 mengglobal. Hal ini tentunya memilki hubungan dengan percobaan serangan keamanan siber ke berbagai industri di Indonesia.

Baca juga:

Wajah Keamanan Siber di Industri Indonesia

Selanjutnya, sebanyak 44% perusahaan telah memberikan lebih porsi anggaran perusahaan untuk divisi IT sebagai upaya meningkatkan keamanan siber. Palo Alto Networks menilai masa pandemi COVID-19 menjadi arah baru perusahaan dalam melakukan mitigasi terbaru keamanan siber yang berpotensi saat diterapkan kerja jarak jauh. 

Dalam penelitian juga disebutkan, 76% perusahaan di Indonesia menghadirkan perangkat dasar dalam meminimalisir serangan siber, seperti anti-malware dan anti-virus. Disebutkan juga, 92% perusahaan melakukan kajian secara berkala terhadap prosedur operasi standar dan kebijakan keamanan, minimal setahun sekali.

Selain itu, sebanyak 61% perusahaan di Indonesia menerapkan platform keamanan berbasis teknologi cloud, serta 56% menerapkan perangkat lunak yang menjangkau jaringan area luas unuk mendukung keamanan selama bekerja jarak jauh. 

Survei ini dilakukan dengan mekanisme daeing per tanggal 6 sampai 5 Februari 2020. Sebanyak 400 direksi dan manajemen perusahaan yang berhubungan dengan IT dilibatkan dalam studi ini. Keterlibatan mereka mewakii perusahaan dari berbagai sektor dan skala bisnis, dengan menghadirkan masing-masing 100 pihak dari setiap negara.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE