30.5 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Strategi Agar Bisnis Tidak Bangkrut Saat Pandemi

DuniaFintech.com – Wabah corona telah mempengaruhi roda bisnis. Tidak sedikit pelaku usaha yang kelimpungan menghadapi krisis ini. Oleh karena itu, berikut beberapa strategi agar bisnis tidak bangkrut saat pandemi yang bisa Anda terapkan.

1. Periksa kondisi keuangan bisnis

Strategi agar bisnis tidak bangkrut saat pandemi yang pertama adalah lakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi keuangan bisnis. Salah satu hal penting yang perlu Anda periksa adalah kondisi likuiditas alias cash on hand. Likuiditas ibarat darah dalam sebuah tubuh. Dalam keuangan rumah tangga, biasa juga disebut sebagai dana darurat alias emergency fund. Bila kondisi likuiditas tidak aman, masa depan bisnis juga terancam. Coba hitung berapa besar tingkat likuiditas usaha, sampai berapa lama Anda mampu menghidupi bisnis dalam situasi tanpa pemasukan? Idealnya, Anda masih memiliki cash on hand untuk operasional 12 bulan ke depan. Bila kurang dari itu, Anda perlu memikirkan pengamanan likuiditas agar bisa mempertahankan bisnis di tengah krisis corona.

2. Beri pengertian pada karyawan

Krisis pandemi adalah masa penuh keprihatinan. Bila tidak berhati-hati, bisnis bisa gulung tikar dalam sekejab akibat tak kuat diterjang tsunami COVID-19 yang dahsyat. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengajak bicara karyawan-karyawan untuk turut bahu membahu, saling memperkuat diri di masa yang berat ini. Sampaikan dengan jujur fokus kamu saat ini: mempertahankan kelangsungan usaha supaya jangan sampai bangkrut yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja.

Baca juga :

3. Tetap melakukan promosi dan maksimalkan layanan online

Promosi bisa dibuat dengan memberi harga diskon atau paket menu tertentu. Skema ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mendapatkan aliran kas positif untuk membiayai sewa tempat, gaji karyawan, cicilan modal usaha, dan lainnya. Tidak hanya itu, Anda juga dapat maksimalkan semua layanan online yang kalian punya (website, aplikasi, social media, dan lainnya) agar usaha yang kamu jalankan dapat dengan mudah diakses oleh konsumen. Hal ini dapat dilakukan mengingat banyak kegiatan yang dilakukan konsumen memanfaatkan internet. Sebagai alternatif, Anda juga bisa bergabung ke berbagai e-commerce atau platform distributor untuk memperluas lapak dagangan kamu di dunia maya.

4. Buat rencana kontingensi

Bisnis Anda mungkin saat ini mampu menciptakan keuntungan yang sangat besar, namun Anda tetap harus menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi kejadian tak terduga. Seperti yang terjadi saat ini, Bukan hanya pasar yang mendadak lesu secara drastis seiring kebijakan PSBB, gangguan supply chain juga mengganggu aktivitas bisnis. Belum lagi pembatalan permintaan atau project yang sebelumnya telah disepakati seiring kejadian wabah ini. Hal itu jelas mempengaruhi nasib bisnis. Maka itu, sebagai langkah antisipasi, persiapkan anggaran untuk resiko atau kejadian yang tak terduga dan buatlah business plan yang juga memuat proyeksi atau forecast atas keberlanjutan usaha Anda paling tidak hingga setahun ke depan. Misalnya, proyeksi dari sisi pendapatan usaha, tingkat pengeluaran, kelanjutan permodalan, dan sebagainya.

5. Pastikan cashflow terjaga dengan sehat dan pangkas anggaran

Arus kas jiga menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam berbisnis. Sehingga suatu bisnis harus mampu mengelola uang tunai secara optimal dan baik. Jika tidak maka risikonya bisnis yang Anda jalankan mengalami kebangkrutan. Untuk itu penting bagi kamu untuk menjaga dan mengatur ulang kondisi arus kas agar tetap seimbang. Pastikan kamu mendapatkan insight yang baik dari pihak finance saat kamu mengatur ulang arus kas tersebut. Kemudaian, langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah memangkas anggaran biaya. Langkah ini perlu dilakukan terutama untuk mencegah bisnis turun lebih jauh, apakah jika sudah tidak menghasilkan keuntungan apapun. Meski begitu, pelaku bisnis harus benar-benar jeli dalam mengambil keputusan karena hal ini tentunya akan berimbas pada beberapa kalangan, tidak hanya pada lapisan atas saja. Oleh karena itu, siapkan dahulu pembukuan perusahaan yang rapi. Seluruh transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, dan transaksi lainnya agar keputusan dalam pemangkasan biaya berjalan dengan tepat.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Lengkap PT Asuransi Binagriya Upakara dan Daftar Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Binagriya Upakara merupakan salah satu perusahaan asuransi umum di Indonesia yang sudah mendapatkan izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada...

Tabungan Haji Muamalat: Cara Daftar dan Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Tabungan Haji Muamalat melalui program Tabungan iB Hijrah Haji merupakan produk dari Bank Muamalat yang dikhususkan untuk pembiayaan haji atau umrah. Dengan...

Tips Merencanakan Biaya Naik Haji bagi Anak Muda

JAKARTA, duniafintech.com – Tips merencanakan biaya haji sangat penting untuk diketahui, apalagi bagi anak muda yang punya mimpi untuk berangkat haji ke Tanah Suci...

Nasib Tragis Nasabah BPR Ditagih Rp100 Juta karena Utang Rp8 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Nasib tragis dialami oleh keluarga Nasikah, istri dari salah satu nasabah bank perkreditan rakyat (BPR) Bumi Sanggabuana di Gresik, Jawa Timur.  Hal...

Minta Maaf, Dirut DNA Pro Berharap Industri Robot Trading Lebih Maju Lagi

JAKARTA, duniafintech.com – Direktur Utama (Dirut) DNA Pro, Daniel Abe, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban robot trading DNA Pro. Hal itu diutarakannya...
LANGUAGE