25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Pengamat Sebut Milenial Bakal Gandrungi Fintech Urun Dana

DuniaFintech.com – Layanan fintech urun dana (equity crowdfunding) dinilai mampu melirik kalangan milenial sebagai target pasar. Hal ini disebutkan oleh Nailul Huda, peneliti ekonomi dan keuangan INDEF. Ia mengatakan bahwa potensi untuk generasi milenial melihat layanan tersebut sangatlah tinggi.

Menurut Huda, kalangan milenial yang sangat erat dengan pemanfaatan teknologi melalui gawainya akan tergugah keinginannya untuk melirik layanan fintech urun dana.

“Investor bisa diraih dari golongan milenial yang aware terhadap teknologi dan pendapatan pasif, salah satunya investasi,”

“Terdapat 25,87% milenial dari total keseluruhan populasi Indonesia. Mereka bisa sangat potensial,”

Huda menilai hadirnya fintech urun dana dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian, terutama untuk kalangan yang hendak mempelajari investasi dan pelaku usaha yang ingin mengakses permodalan.

Ia menilai bahwa saat ini akses pembiayaan untuk pelaku usaha sangat terbatas. Selain itu, Huda melanjutkan, beberapa jasa keuangan konvensional menerapkan syarat yang cukup memberatkan para pengusaha untuk memperoleh modal.

“Mereka membutuhkan sistem permodalan yang baru dan tidak memberatkan,”

Baca juga:

Milenial Perlu Tahu Soal Fintech Urun Dana

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian negara. Hal tersebut dibuktikan melalui kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%.

Layanan fintech urun dana melihat pelaku usaha di skala mikro dan menengah sebagai target pangsa pasar. Untuk mendapatkan permodalan, mereka bisa mengakses di beberapa penyelenggara berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tak hanya mendapatkan permodalan, setiap orang juga berhak mendanai badan usaha yang telah terdaftar. Melalui penyelenggara fintech urun dana, para pelaku usaha memiliki surat berharga (ekuitas) yang dapat dibeli semua kalangan. Dengan menjadi pendana, para pengguna layanan memiliki saham badan usaha yang didanainya.

Menurut Huda, saat ini industri UMKM membutuhkan aliran permodalan untuk mengembangkan bisnisnya. Di sisi lain, untuk mnedapatkan permodalan dengan melantai di bursa pasar modal memerlukan syarat dan adiministrasi yang kompleks.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Utang Luar Negeri RI dari Singapura Turun, Nambah Rp17 Triliun di China

JAKARTA, duniafintech.com - Berdasarkan Statistik utang luar negeri (ULN) Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI), terdapat 21 negara yang saat ini memberikan pinjaman untuk...

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...
LANGUAGE