25.6 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Ini Daftar Terbaru Pemain Fintech Urun Dana Indonesia di Tahun 2021

DuniaFintech.com – Layanan fintech untuk urun dana (equity crowdfunding) telah diikuti berbagai pemain baru di rentang waktu menuju tahun 2021. Sebelumnya, hanya terdapat 3 penyelenggara yang memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Santara, Bizhare, dan CrowdDana.

Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), Reza Avesena menyebutkan terdapat sekiar 13 penyelenggara fintech urun dana yang bergabung ke pihaknya.

Oleh karenanya, ALUDI menggolongkan layanan fintech equity crowdfunding ke dalam 3 jenis. Yang pertama, terdapat layanan urun dana untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan nama penyelenggara baru meliputi Udana, UrunModal dan Byznis.

Selanjutya, nama-nama baru penyelenggara fintech di tahun 2021 untuk klaster properti atau real estate ialah PRAMDANA dan LandX. Yang ketiga, untuk urusan usaha rintisan dan industri kreatif, yakni Likuid, FundEx, serta Danasaham.

Baca juga:

Prospek Fintech Urun Dana di Tahun 2021

Bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amsevindo), Edward Ismawan Chamdani menilai fintech urun dana miliki optimisme prospek di tahun 2021. Ia mengklaim investor dan venture capital tengah melirik geliat industri tersebut.

“Hadirnya POJK 57/2020 sebagai kelanjutan POJK 37/2018 yang menaungi kebijakan produk efek di fintech ECF merupakan penyebabnya. Menarik untuk diperhatikan oleh para investor, MV yang berpotensi berinvestasi kepada pemain baru industri,”

Melalui peraturan OJK terbaru, fintech equity crowndfunding bisa melayanani penerbitan saham dari bisnis kecil hingga penerbitan obligasi dan sukuk.

Syarat untuk calon penerbit, yakni berstatus Perseroan Terbatas (PT), memiliki laporan keuangan yang baik, dan menerbitkan saham sebagai modal mengacu pada syarat OJK.

Publik selaku investor bisa melakukan urun dana untuk mendanai para penerbit tersebut secara digital, kemudian resmi menjadi pemilik saham atau efek bisnis para penerbit, sesuai syarat dan ketentuan dari regulator.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE