27 C
Jakarta
Minggu, 20 September, 2020

Dukung Digital Payment, Bank Indonesia Percepat Implementasi QRIS

duniafintech.com – Dukung penggunaan digital payment, Bank Indonesia percepat implementasi QRIS (QR Code Indonesian Standard). Demi memperoleh akseptasi masyarakat secara luas dalam penggunaan pembayaran digital, penerapan QRIS yang diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu akan dipercepat. Penguatan inovasi digital akan dilakukan melalui revitalisasi sandbox di Bank Indonesia ke arah innovation laboratory, industrial dan regulatory sandbox.

Baca juga: BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25 bps Menjadi 5,50%

Dikutip dari situs resmi BI, Bank Indonesia senantiasa meningkatkan peran sistem pembayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi termasuk secara aktif mendukung transformasi ekonomi keuangan digital. Penguatan elektronifikasi dilakukan dengan koordinasi lintas otoritas untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), transaksi keuangan Pemerintah Daerah (Pemda), dan integrasi moda transportasi. Transformasi UMKM ke arah aplikasi platform digital dilakukan pada aspek pembayaran, keuangan dan perdagangan.

Kelancaran Sistem Pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.

Posisi Uang Tunai Yang Diedarkan (UYD) per Juli 2019 tumbuh 5,9% (yoy), sementara transaksi Triwulan II 2019 pembayaran nontunai menggunakan ATM-Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 10,5% (yoy), didominasi oleh instrumen ATM-Debit dengan pangsa 97,0%. Transaksi UE Triwulan II 2019 terus mengalami pelonjakan dengan pertumbuhan 241,2% (yoy), mengindikasikan preferensi masyarakat terhadap uang digital yang terus menguat.

Baca juga: Changpeng Zhao, dari Restoran Fastfood ke Platform Pertukaran Dunia

Stabilitas sistem keuangan yang terjaga juga ditopang kinerja korporasi go public yang tetap baik seiring kemampuan membayar yang tetap sehat. Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan dalam kisaran 10-12% (yoy) pada 2019 dan 11-13% (yoy) pada 2020, sementara DPK diprakirakan dalam kisaran 7-9% (yoy) pada 2019 dan 8-10% (yoy) pada 2020.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Proses Restrukturisasi Pinjaman Pada Pinjaman Online, Simak Penjelasannya

DuniaFintech.com – Di masa pandemi seperti sekarang ini, hampir seluruh nasabah kredit membutuhkan adanya restrukturisasi. Hal ini tak lepas dari para peminjam...

Amazon Rekrut Ratusan Ribu Karyawan di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com – Kabar gembira bagi para pencari kerja karena Amazon rekrut ratusan ribu karyawan di tengah pandemi COVID-19. Perusahaan raksasa e-commerce tersebut...

Askrindo Gandeng Jembatan Emas Luncurkan Layanan Fintech

DuniaFintech.com - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan kerja sama dengan Jembatan Emas, salah satu penyelenggara keuangan berbasis teknologi (fintech). Askrindo...

Top Business Talk: Dilema Perusahaan Hadapi Pandemi Covid-19

DuniaFintech.com - Pandemi virus corona (COVID-19) menjadi pukulan bagi sebagian besar sektor ekonomi. Banyak perusahaan yang bingung dan hilang arah, bagaimana harus...

DANA Delivery Solusi Logistik dari Kolaborasi dengan Shipper

DuniaFintech.com - Penyelenggara teknologi sistem pembayaran DANA berkolaborasi dengan Shipper, layanan logistik dan pengiriman barang. Kerja sama dengan...
LANGUAGE