33.6 C
Jakarta
Senin, 26 September, 2022

Dukung Digital Payment, Bank Indonesia Percepat Implementasi QRIS

duniafintech.com – Dukung penggunaan digital payment, Bank Indonesia percepat implementasi QRIS (QR Code Indonesian Standard). Demi memperoleh akseptasi masyarakat secara luas dalam penggunaan pembayaran digital, penerapan QRIS yang diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu akan dipercepat. Penguatan inovasi digital akan dilakukan melalui revitalisasi sandbox di Bank Indonesia ke arah innovation laboratory, industrial dan regulatory sandbox.

Baca juga: BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25 bps Menjadi 5,50%

Dikutip dari situs resmi BI, Bank Indonesia senantiasa meningkatkan peran sistem pembayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi termasuk secara aktif mendukung transformasi ekonomi keuangan digital. Penguatan elektronifikasi dilakukan dengan koordinasi lintas otoritas untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), transaksi keuangan Pemerintah Daerah (Pemda), dan integrasi moda transportasi. Transformasi UMKM ke arah aplikasi platform digital dilakukan pada aspek pembayaran, keuangan dan perdagangan.

Kelancaran Sistem Pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.

Posisi Uang Tunai Yang Diedarkan (UYD) per Juli 2019 tumbuh 5,9% (yoy), sementara transaksi Triwulan II 2019 pembayaran nontunai menggunakan ATM-Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 10,5% (yoy), didominasi oleh instrumen ATM-Debit dengan pangsa 97,0%. Transaksi UE Triwulan II 2019 terus mengalami pelonjakan dengan pertumbuhan 241,2% (yoy), mengindikasikan preferensi masyarakat terhadap uang digital yang terus menguat.

Baca juga: Changpeng Zhao, dari Restoran Fastfood ke Platform Pertukaran Dunia

Stabilitas sistem keuangan yang terjaga juga ditopang kinerja korporasi go public yang tetap baik seiring kemampuan membayar yang tetap sehat. Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan dalam kisaran 10-12% (yoy) pada 2019 dan 11-13% (yoy) pada 2020, sementara DPK diprakirakan dalam kisaran 7-9% (yoy) pada 2019 dan 8-10% (yoy) pada 2020.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...

Keuangan Digital, Inilah Jenis-jenisnya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Keuangan digital dan sederet layanannya terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Seperti diketahui bersama, industri keuangan memang masih menjadi salah...

Asuransi Mobil: Intip Tips Memilih dan Rekomendasinya Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil adalah proteksi penting bagi kendaraan roda empat kesayanganmu saat ini. Apa saja rekomendasinya? Mengingat aset yang satu ini punya nilai...
LANGUAGE