33.7 C
Jakarta
Minggu, 7 Juni, 2020

Perlawanan Wabah COVID-19 Butuh Upaya Kolaboratif dari Semua Kalangan

DuniaFintech – Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona menimbulkan kepanikan global. Di era digital, kepanikan ini dapat terlihat dari maraknya pemberitaan yang mengancam akal sehat masyarakat. Perlawanan wabah COVID-19 membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak masyarakat guna memberantas penyebaran informasi hoaks dari situs-situs yang tidak bertanggung jawab. Di Indonesia hingga 3 maret 2020, Kominfo melaporkan ada 147 hoaks Covid-19 dan Mafindo mencatat 103 hoaks dengan viralitas tinggi.

Dari 103 hoaks yang tercatat Mafindo, 33% terkait pasien yang terinfeksi COVID-19, 22,3% tentang penanganan pasien di Tiongkok, 20.4% tentang asal dan moda penyebaran virus, 8,7% tentang pencegahan dan pengobatan, dan sisanya terkait issue penanganan pasien di Indonesia, pasien di luar negeri, dan juga hoaks berbau sentimen agama.

Baca Juga:

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, “Perlawanan wabah COVID-19 praktis mendominasi persebaran hoaks di Indonesia sejak bulan Januari 2020, bisa jadi karena misteri di seputar virus ini menimbulkan ketakutan masyarakat yang berlebihan. Ditambah dengan masih rendahnya literasi digital masyarakat kita tanpa melakukan verifikasi, orang langsung menyebarkan informasi karena niatnya ingin melindungi teman atau keluarganya padahal informasi yang salah justru bisa membahayakan atau menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.”

Persebaran hoaks COVID-19 berimplikasi serius dalam beberapa hal, seperti mengaburkan prosedur pencegahan dan pengobatan. Selain itu berbagai hoaks tersebut merusak kepercayaan publik terhadap otoritas kesehatan negara, media massa, dan para ilmuwan. Hoaks tersebut juga berdampak SARA, yaitu menguatkan sentimen negatif terhadap etnis China.

Akibatnya, gejala xenophobic yang sudah tertanam, terangkat dan mendapatkan amunisi akibat meluasnya hoaks COVID-19 bernuansa SARA. Perlawanan wabah COVID-19 atas berita-berita hoaks ini bukan saja mengancam akal sehat, tetapi juga mengancam keutuhan bangsa Indonesia yang multikultural, serta menimbulkan kegaduhan yang tak perlu di tengah situasi saat masyarakat sangat membutuhkan panduan dan informasi yang terpercaya dan dapat diandalkan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Jenis Aset Kripto yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Investasi

DuniaFintech.com - Istilah cryptocurrency dan aset kripto sering digunakan secara bersamaan. Faktanya, cryptocurrency hanyalah salah satu dari beberapa jenis aset kripto. Oleh karena itu, ada...

Cari Pinjaman Cepat Tanpa Jaminan? 3 Aplikasi ini Siap Bantu

DuniaFintech.com - Seringkali ketika kita tengah membutuhkan dana secara cepat selalu disulitkan oleh berbagai macam persyaratan terutama adanya jaminan. Namun kini banyak...

Aset Digital Ini Buat Uang Anda ‘Bekerja’ di Akhir Pekan!

DuniaFintech.com – Laju pergerakan aset digital pada akhir pekan ini (6/6) layak dicermati. Peningkatan tren positif di hari sebelumnya berpotensi untuk menghadirkan...

Hadapi Era New Normal, Koinworks Fokus Dampingi UMKM Digital

DuniaFintech.com - Seluruh masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam memasuki era new normal. Begitu pun dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan memasuki...

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...
LANGUAGE