33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Pandemi, Pertumbuhan Pembayaran Digital di Uni Emirat Arab Naik 71%

DuniaFintech.com – Pertumbuhan pembayaran digital di Uni Emirat Arab dilaporkan meningkat. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak aktivitas yang awalnya dilakukan secara langsung menjadi tidak langsung. Salah satunya adalah di bidang pembayaran. Tidak heran jika kemudian banyak pihak termasuk negara-negara tertentu yang mengalami kenaikan dalam transaksi cashless mereka. 

Salah satu negara tersebut adalah Uni Emirat Arab. Negara tersebut mengalami pertumbuhan penggunaan pembayaran digital saat berbelanja di toko. Informasi ini didapatkan dari sebuah survei.

Survei yang dirilis oleh Polisi Dubai, Ekonomi Dubai, dan platform pembayaran digital Visa mengatakan, sementara 71 persen konsumen melaporkan peningkatan penggunaan pembayaran digital ketika berbelanja di dalam toko, satu dari dua konsumen (49 persen) berbelanja lebih banyak dengan cara online. Setidaknya 61 persen dari mereka menggunakan kartu dan dompet digital untuk membayar alih-alih ‘cash on delivery’ (COD) setelah pandemi.

Survei, yang juga melihat pandangan umum konsumen, preferensi dan kekhawatiran terkait pembayaran digital, menemukan bahwa 68 persen responden telah mengurangi belanja di dalam toko sejak merebaknya pandemi.

“Ketika mereka berbelanja di toko-toko, 71 persen menggunakan pembayaran digital melalui uang tunai dengan mayoritas menggunakan kartu tanpa kontak (54 persen) dan dompet ponsel (46 persen) lebih banyak.”

Baca Juga:

Pertumbuhan Pembayaran Digital Berdasarkan Studi Mastercard

Jika studi kali ini dilakukan oleh Visa, sebelumnya Mastercard juga melakukan survei serupa pada bulan April. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumen UEA semakin mencari cara untuk menghindari kontak dengan uang tunai karena takut tertular Covid-19.

Sesuai penelitian, jumlah transaksi tanpa kontak di UEA, sebagai proporsi dari semua pembayaran kartu tatap muka, lebih dari 100 persen lebih tinggi pada Maret 2020 dibandingkan pada bulan 2019 yang sama. Transaksi tanpa kontak juga naik empat kali lebih cepat dari transaksi tanpa kontak dalam kategori bahan makanan dan farmasi.

Kenaikan jumlah pembayaran cashless tidak hanya terjadi di Uni Emirat Arab. Indonesia di sisi lain juga mengalami kenaikan dalam penggunaan metode pembayaran non tunai. Ini seiring dengan peningkatan volume belanja online dari rumah yang dilakukan oleh masyarakat demi menghindari terlalu banyak aktivitas di luar rumah.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...
LANGUAGE