32.8 C
Jakarta
Selasa, 3 Agustus, 2021

Petinggi Goldman Sachs Klaim Bitcoin Sudah Layak Disebut Aset

DuniaFintech.com – Jeffrey R. Currie, kepala penelitian komoditas global Goldman Sachs menyebut Bitcoin sudah layak disebut sebagai aset yang mapan, setelah mengalami gejolak nilai selama satu dekade. Ia mengklaim aset digital tersebut sudah menjadi aset yang mapan dan matang untuk dijadikan program investasi.

Lansiran cnbc menyebut, Currie menilai kinerja Bitcoin telh menarik berbagai industri dan korporasi untuk berinvestasi didalamnya. Kendati demikian, ia menilai ceruk pasar dari mata uang digital cetakan Satoshi Nakamoto tersebut masih minim.

Currie menilai, minat pasar yang besar dan masif akan menjadikan Bitcoin sebagai aset yang stabil di kemudian hari. Dengan demikian, fenomena flash crash di beberapa pekan lalu dapat ditanggulangi serta membuat bursa menjadi lebih matang.

“Kunci untuk menciptakan stabilnya komoditas di pasar adalah dengan melihat peningkatan partisipasi investor institusional dan saat ini mereka kecil, sekitar 1% darinya merupakan uang institusional (fiat),”

Nama besar seperti Wall Street juga telah mendukung pemanfaatan Bitcoin dalam setahun terakhir. Investor tersohor seperti Paul Tudor Jones dan Stanley Druckenmiller juga telah berinvestasi dalam aset digital, disamping beberapa perusahaan seperti MassMutual dan Ruffer Investment Company yang telah memperoleh posisi peran besar untuk mata uang virtual tersebut.

Baca juga:

Goldman Sachs Melirik Bitcoin Sebagai Aset

Sumbangsih Godman Sachs terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya mulai tampak ke publik, salah satunya adalah rencana bursa jual/beli kripto ternama Coinbase yang didompleng untuk melakukan penawaran umum (IPO) beberapa waktu lalu.

Goldman Sachs bahkan telah mendorong nilai Bitcoin dan cryptocurrency secara lebih luas. Disamping mendorong peningkatan kualisat sumber daya terkait, perusahaan tersebut juga telah menjelaskan bahwa Bitcoin dan emas saling membutuhkan sebagai lindung nilai makro.

Beberapa tahun belakangan, persepsi aset kripto dihadapkan pada hal miring, salah satunya pernyataan Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump. Ia mengatakan bahwa aset tersebut ‘thin air‘ atau sesuatu yang tidak masusk akal dan nalar.

DuniaFintech/fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Semester I/2021 : BAPPEBTI Blokir 622 Situs Bursa Berjangka Tanpa Izin

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti Kementerian Perdagangan telah memblokir 109 situs web di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK). Situs-situs tersebut tidak berizin...

OJK : Semester I/2021 Sektor Jasa Keuangan Mulai Stabil

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki ekonomi Indonesia. Ini karena...

Apa Itu NFT? Apa Hubungannya NFT dengan Aset Kripto?

NFT saat ini sedang hype atau sedang ramau di dunia kripto dan dunia digital. Apa itu NFT? Mari kita pelajari penjelasannya. Era digitalisasi saat ini...

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp570 Jutaan, Ethereum Juga Bisa Naik

Harga Bitcoin hari ini masih bertahan di Rp570 jutaan. Penurunan harga wajar masih bisa terjadi. Namun, tidak demikian dengan Ethereum. Harga Bitcoin hari ini...

Tanpa Syarat, Indodax Gratskan Biaya Trading dan Withdraw Selamanya

Indodax, startup Bitcoin and crypto exchanges Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada para member dan komunitas aset kripto di Indonesia. Kali ini, Indodax menerapkan gratis...
LANGUAGE